Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

17:00 WIB

Komitmen Soal Kendaraan Listrik Raih Dukungan Pembiayaan Internasional

Pendanaan program kendaraan listrik akan didukung penuh oleh bank internasional seperi ADB dan World Bank. Pemerintah Inggris juga siap mendukung pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia

Editor: Faisal Rachman

Komitmen Soal Kendaraan Listrik Raih Dukungan Pembiayaan Internasional
Petugas memeriksa mobil yang melakukan pengisian listrik di SPKLU PLN Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/9/2022). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

JAKARTA – Komitmen pemerintah terkait perluasan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di berbagai daerah di Indonesia, menuai banyak dukungan, termasuk pembiayaan. Sejumlah lembaga internasional misalnya, siap menggelontorkan pembiayaan untuk program tersebut. 

Energy Specialist Energy Divison Southeast Asia Department, the Asian Development Bank (ADB) Florian Kitt mengatakan, salah satu masalah besar pengembangan kendaraan berbasis listrik adalah biaya. 

"Pendanaan akan didukung penuh oleh bank internasional seperi ADB dan World Bank. Kami juga berupaya menggerakkan investor, kita sudah diskusikan itu dengan Mc Kinsey," kata Florian dalam keteranganya yang diterima, Jumat (23/9). 

Senada, Program Manager United Kingdom Partnership for Acceleration of Climate Transition (UK PACT) Program for Indonesia Ridwan Kurniawan mengatakan, pemerintah Inggris juga siap mendukung pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia. 

Menurutnya, isu ini merupakan salah satu isu yang mendapatkan perhatian oleh pemerintah Inggris untuk kemungkinan pendanaan. Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak bekerja sama dengan model produk pembiayaan yang telah disediakan dari World Bank dan ADB.

Road Map
Melihat pengembangannya di Tanah Air, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menyebutkan, masih ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi. Di antaranya, pemerintah belum menuntaskan software dalam mengembangkan persemaian KBLBB ini. 

“Terutama skema insentif dan disinsentif fiskal berbasiskan tingkat grCO2/km guna menciptakan kesetaraan harga jual antara KBLBB ICE vehicle, sehingga KBLBB mampu melakukan penetrasi pasar,” kata Safrudin

Hal lainnya, Vice President Pengembangan Teknologi PLN Trihadimasyar menyatakan, untuk mendorong penetrasi kendaraan listrik, pemerintah  perlu segera membuat road map di antaranya mengenai jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Keypoint dari peta jalan ini adalah kita melakukan estimasi titik SPKLU dibutuhkan per tahun dengan rasio 10 KLBB : 1 SPKLU," ucapnya.

Untuk mendorong penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, sejatinya pemerintah sendiri sudah memiliki program khusus. Pemerintah pusat misalnya, memberikan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0% bagi konsumen. 



Di daerah, DKI Jakarta misalnya, telah menghapus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) maupun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi konsumen kendaraan listrik. Bank Indonesia pun mengizinkan DP 0% untuk mobil listrik.

The International Council on Clean Transportation (ICCT) Regional Lead ASEAN Francisco Posada menambahkan, ICCT akan terus mendukung para pihak terkait upaya akselerasi kendaraan listrik di Indonesia. Ini dilakukan melalui exchange of knowledge dan dukungan teknis.

Dalam Workshop Nasional yang diselenggarakan The International Council on Clean Transportation (ICCT) bersama Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) bertajuk “Percepatan Penerapan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Indonesia”, Rabu (21/9) di Sari Pacific Hotel, Jakarta, Analis Kerja Sama Direktorat Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Supriyadi menegaskan, pemerintah sudah mempersiapkan regulasi dan strategi untuk mewujudkan rencana tersebut. 

Salah satunya, Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019. Teranyar, ada Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan KBBLB sebagai kendaraan dinas operasional, kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Transportasi Umum
Sebelum ada instruksi dari Presiden Jokowi, Pemerintah DKI Jakarta sendiri sejatinya sudah lebih jauh melangkah menggunakan kendaraan listrik, khususnya pada armada bus Transjakarta. Bus listrik Transjakarta resmi beroperasi pada Maret 2022 sejumlah 30 unit.

Payung hukumnya, Peraturan Gubernur No. 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah yang berketahanan Iklim. Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir menjelaskan, Pergub DKI Jakarta berisi tiga komitmen pembangunan rendah karbon. Pertama, implementasi 100 bus listrik pada rute Transjakarta sampai akhir 2022.  

Kedua, mengganti separuh bus Jakarta menjadi armada listrik secara bertahap sampai 2025. 

“Ketiga, akan mengganti 100% armada Bus Rapid Transit (BRT) dengan bus listrik pada 2030,” ujarnya.

Pada tahun yang sama, ujar dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menandatangani Deklarasi Jalan Bebas Bahan Bakar Fosil C40 pada 2021. Jakarta bergabung dengan 39 kota lainnya dari seluruh dunia untuk mewujudkan mobilitas bersih.


Warga bersiap menaiki Bus Listrik Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Sabtu (20/8/2022). Pempr ov DKI Jakarta mendukung percepatan elektrifikasi bus pada armada TransJakarta melalui penggantian mesin konvensional menjadi mesin listrik yang diharapkan dapat memenuhi target elektrifikasi 10.000 bus TransJakarta pada 2030. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar 


Penetapan jumlah target implementasi bus listrik Transjakarta tidak lepas dari peran lembaga mitra. KPBB, ICCT, World Research Institute (WRI), dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) memberi bantuan teknis dengan pembiayaan dari pemerintah Jerman untuk memastikan keberhasilan adopsi bus listrik pada Transjakarta.

Untuk memuluskan target Pemprov DKI, pengelola Transjakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sektor swasta. Harapannya, target elektrifikasi lebih dari 10 ribu unit bus Transjakarta pada 2030 bisa tercapai.

"Ini salah satu mimpi bagi pemerintah Jakarta yang berusaha kami wujudkan," kata Kepala Departemen Perencanaan dan Standarisasi PT Transjakarta, Chandra Rakhmat.

Transportasi publik dari sektor swasta seperti Bluebird pun turut serta  menjadi bagian percepatan penggunaan kendaraan listrik. Bahkan, Bluebird merupakan pelopor penggunaan taksi berbasis listrik di Indonesia. 

Dimulai sejak 2020 dengan 29 armada, kini Bluebird terus menambah armada dengan mesin listriknya sampai 200 unit. Pada 2022, Bluebird bahkan menambah investasi sebanyak Rp32,5 miliar untuk pengadaan mobil listrik.

Technical Service Manager PT Bluebird Suratmanto mengatakan, mobil listrik Bluebird baru tersedia di Jakarta dan Bali. Rencananya ke depan Bluebird bakal menyediakan layanan mobil listrik di Semarang.

Senior Transport Specialist World Bank, Nupur Gupta mengatakan, strategi mobilitas listrik bisa diintegrasikan dengan sasaran dan tujuan mobilitas perkotaan berkelanjutan. Jangan sampai strategi pengembangan kendaraan listrik dikembangkan sendiri-sendiri dan terpisah.   

"Karena kemacetan, keselamatan di jalan dan faktor luar tidak akan terselesaikan," ucap Gupta.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER