Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

14:44 WIB

KKP Kawal Ekspor 1.000 Lintah Hidup Masuk Pasar Malaysia

Ekspor perdana komoditas ini dilakukan oleh Sultan Lintah, UKM asal Bengkulu yang berhasil membangun pangsa pasar ekspor lintah dengan buyer dari Malaysia.

Editor: Fin Harini

KKP Kawal Ekspor 1.000 Lintah Hidup Masuk Pasar Malaysia
Ilustrasi lintah. Pixabay/Istvan Asztalos

BENGKULU – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses mengawal ekspor 1.000 lintah hidup (Hirudo medicinalis) ke Malaysia. Ekspor perdana komoditas ini dilakukan oleh Sultan Lintah, UKM asal Bengkulu yang berhasil membangun pangsa pasar lintah dengan buyer dari Malaysia.

"Ini komoditas unik dan ternyata pasarnya ada, tentu ekspor perdana ini menunjukkan potensi dan peluang Indonesia," kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bengkulu, Sugeng Prayogo melalui siaran pers, Jumat (23/9).

Sebelum dikirim ke Negeri Jiran, Sugeng menyebutkan jajaran BKIPM Bengkulu telah menerbitkan sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) hingga bisa diterima di Malaysia.

"Tentu kita lakukan pengecekan kualitas dan mutu produk sebelum dikirim agar tidak terjadi penolakan di negara tujuan. Dan Alhamdulillah, lintah hidup sudah dikirim Rabu kemarin," tuturnya.

Sugeng berharap ekspor ini menjadi langkah awal yang baik bagi Provinsi Bengkulu untuk dapat memasarkan produk-produk Bengkulu ke luar negeri. Dia pun mendorong agar pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjaga sekaligus meningkatkan ekspor tersebut.

"Langkah selanjutnya tentunya adalah bagaimana kita meningkatkan jumlah ekspor dan memperluas pasar," sambungnya.

Sebagai informasi, ekspor ini terwujud dari sinergi bersama Bea Cukai Bengkulu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu, Maskapai Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II Bengkulu. Seremoni ekspor perdana lintah hidup dilaksanakan di cargo bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan pentingnya peran unit pelaksana teknis (UPT). Menurutnya, keberadaan UPT menjadi salah satu bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di daerah.

Terpisah, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Bengkulu, Hatta Wardhana, mengatakan lintah hidup merupakan komoditas yang banyak dicari di negara Malaysia dan Rusia. Lintah hidup dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan alternatif untuk mengatasi hipertensi, mengobati diabetes, mempercepat pertumbuhan luka, serta menjaga kesehatan kulit.

“Melihat potensi besar di pasar internasional, Bea Cukai mendorong pelaku UMKM Sultan Lintah Indonesia untuk melakukan ekspor mandiri komoditas lintah hasil budi dayanya,” imbuhnya.

Bea Cukai Bengkulu memberikan dukungan berupa edukasi tata cara ekspor dan fasilitas yang diberikan dalam melakukan ekspor.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER