Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 Juni 2022

21:00 WIB

KKP Genjot Ekspor Produk Perikanan ke Tiongkok

Trenggono memaparkan, Tiongkok termasuk mitra dagang utama sektor kelautan dan perikanan Indonesia di kawasan Asia.

Penulis: Wiwie Heriyani,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

KKP Genjot Ekspor Produk Perikanan ke Tiongkok
Seorang Jibu-jibu menarik ember berisi ikan dari kapal nelayan yang merapat di pantai Desa Latuhalat , Kota Ambon, Provinsi Maluku. ANTARA FOTO/FB Anggoro

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong nilai ekspor produk perikanan ke Tiongkok untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu langkahnya dengan melakukan penguatan kerjasama bilateral serta meningkatkan kualitas mutu dan keamanan produk perikanan sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memaparkan Indonesia dan Tiongkok telah menandatangani nota kesepahaman baru tentang kerjasama maritim. Kedua negara sepakat untuk memperkaya, memperluas dan meningkatkan mekanisme kerja sama maritim yang saling menguntungkan.

"Indonesia dan Tiongkok juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang jaminan keamanan dalam impor dan ekspor produk akuatik. Saya yakin dengan terwujudnya platform ini secara bilateral akan mendorong ekspor hasil perikanan yang lancar dengan kerja sama ekonomi yang mengusung keberlanjutan sumber daya ikan," ujar Trenggono, dalam Forum Kemitraan Bisnis Indonesia - Tiongkok yang digelar oleh Kemenko Marves di Jakarta, Kamis, (23/6). 

Trenggono memaparkan, Tiongkok termasuk mitra dagang utama sektor kelautan dan perikanan Indonesia di kawasan Asia. Ekspor produk perikanan Indonesia ke Negeri Tirai Bambu dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan tren positif, yakni meningkat dari US$ 477 juta pada 2017 menjadi US$ 890 juta pada 2021.

Sedangkan dalam skala global, volume dan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia ke pasar internasional meningkat masing-masing 2,5% dan 5,80% per tahun. Pertumbuhan ini sebagian besar disumbang oleh lima komoditas utama yaitu udang (34,83%), tuna (15,14%), cumi (11,27), kepiting (7,97%) dan rumput laut (6,58%).

Trenggono memastikan, target peningkatan ekspor ini tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Di samping itu, pengelolaan sistem perikanan tangkap maupun budidaya mengutamakan keberlanjutan ekosistem sesuai prinsip ekonomi biru.

"Untuk memastikan perikanan yang berkelanjutan, dan mendukung ekspor produk perikanan KKP menerapkan kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota penangkapan. Wilayah dan kuota khusus akan dialokasikan untuk komunitas nelayan lokal dan tradisional. Hal ini akan menempatkan masyarakat sebagai salah satu penerima manfaat utama dari ekonomi perikanan dan kelautan," paparnya.

Komitmen jaga mutu produk perikanan ke otoritas Tiongkok

KKP memastikan akan terus mengawal mutu dan kualitas produk ekspor perikanan ke Tiongkok. Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) sebelumnya telah bertindak cepat melakukan inspeksi sekaligus pendampingan setelah mendapati eksportir Indonesia memperoleh notifikasi dari otoritas Tiongkok.

BKIPM telah melakukan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Unit Pengolahan Ikan (UPI) sejak April 2020. Kala itu, BKIPM bersurat kepada UPI dan UPT BKIPM di seluruh Indonesia untuk melaksanakan kontrol secara rutin. Tujuannya untuk memastikan jaminan keamanan hasil perikanan selama proses pengolahan dan penerapan protokol Covid-19.

Berdasarkan data BKIPM per Mei 2022, terdapat 521 eksportir yang bisa melakukan ekspor ke Tiongkok. Terhitung sejak (9/6), 11 dari 25 eksportir telah dicabut penangguhan ekspornya oleh otoritas Tiongkok dan bisa kembali menjangkau pasar Tirai Bambu.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menginstruksikan jajarannya untuk rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari hulu sampai hilir. 

Tujuannya adalah untuk memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya. Menurut Trenggono, jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS