Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

12:56 WIB

Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Naik Di Kuartal I

Pada akhir kuartal I/2022, PII Indonesia mencatat kewajiban neto investasi US$287,1 miliar atau 23,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Naik Di Kuartal I
Bank Sentral Republik Indonesia, tampak depan dari kantor perwakilan Semarang. Shutterstock/dok

JAKARTA – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal I/2022 mencatat kewajiban neto yang meningkat. Pada akhir kuartal I/2022, PII Indonesia mencatat kewajiban neto US$287,1 miliar atau 23,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkapkan PII Indonesia kuartal I/2022 meningkat dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal IV/2021 sebesar US$278,9 miliar atau 3,5% dari PDB.

"Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari kenaikan posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi aset finansial luar negeri (AFLN)," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (24/6).

Baca Juga: Posisi Investasi Indonesia Meningkat pada Kuartal IV/2021

Erwin menuturkan, peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung serta perbaikan kinerja saham domestik.

Posisi KFLN Indonesia naik 1,3% secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) dari US$710,3 miliar pada akhir kuartal IV/2021 menjadi US$719,3 miliar pada akhir kuartal I/2022.

Peningkatan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh aliran masuk investasi langsung sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik dan iklim investasi domestik yang terjaga, serta peningkatan kinerja saham seiring dengan masih kuatnya ekspor.

Posisi AFLN Indonesia meningkat terutama ditopang oleh penempatan aset dalam bentuk investasi lainnya di luar negeri. Pada akhir kuartal I/2022, posisi AFLN naik sebesar 0,2% qtq menjadi US$432,2 miliar dari US$431,4 miliar pada akhir kuartal sebelumnya.

Peningkatan AFLN bersumber dari penempatan aset pada komponen investasi lainnya, diikuti investasi langsung dan investasi portofolio di luar negeri.

BI memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal I/2022 tetap terjaga serta mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari rasio kewajiban neto PII Indonesia terhadap PDB pada kuartal I/2022 yang relatif stabil.

Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang atau sebesar 93,9% terutama dalam bentuk investasi langsung.

Baca Juga: Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Kuartal III Meningkat

Ke depan, Erwin meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah, serta otoritas terkait lainnya.

"Meskipun demikian, Bank Indonesia akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian," ujarnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS