Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

BERITA

12 Juni 2021|11:44 WIB

Kementerian ESDM Susun Roadmap Pengembangan LED

Pemerintah berupaya memetakan industri dan pasar LED dalam negeri karena 30% produk yang perkembangan pasarnya pesat ini masih diisi impor

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi Light Emitting Diode (LED). Pixabay/Dok

JAKARTA - Dua unit Kementerian ESDM, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) dan Direktorat Konservasi Energi tengah menyusun Roadmap Pengembangan Pencahayaan LED (Light Emitting Diode).

Penyusunan dilakukan melalui program Advancing Indonesia’s Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT). Hasil kerja sama Kementerian ESDM bersama United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP). 

Penyusunan roadmap ini akan dilaksanakan selama tujuh bulan hingga November 2021. Rangkaian kegiatan meliputi survei ke industri LED dalam negeri; focus group discussions dengan industri, kementerian, dan lembaga pembuat kebijakan; pembuatan model sistem dinamik; penyusunan konsep roadmap; diakhiri dengan workshop dan diseminasi.

Survei dilakukan selama satu bulan hingga awal Juli 2021 melalui kuesioner online, wawancara dan kunjungan ke pabrik. Lokasi 41 industri yang disurvei tersebar di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Batam.

Saat melepas tim melakukan survei perdana ke pabrik LED di Tangerang (8/6), Kepala P3TKEBTKE Haryanto menyampaikan roadmap akan memotret kondisi industri lampu LED dalam negeri. Roadmap tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan lampu LED dan mendorong peningkatan efisiensi energi di pencahayaan.

"Tim pelaksana P3TKEBTKE akan mengamati dari sisi produksi teknologi, jumlah dan tipe LED yang ada di pasaran, kondisi pasar, tantangan yang dihadapi dengan target akhir berupa rekomendasi intervensi kebijakan," jelas Haryanto secara tertulis, Jumat (11/6). 

Proyek ADLIGHT dirancang untuk mendorong peningkatan penerapan teknologi lampu efisiensi tinggi melalui transformasi pasar nasional, sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca (GRK). Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penguatan industri lampu dalam negeri agar mampu memproduksi lampu hemat energi berkualitas tinggi dan mendorong pertumbuhan industri EEL (Energy Efficient Lighting) dalam negeri. 

Kementerian ESDM mencatat, pasar lampu LED pada 2019, berkembang pesat dengan penjualan lebih dari 343 juta unit dan diprediksi akan terus meningkat menjadi satu miliar unit di 2030. Sayangnya, lebih dari 110 juta unit penjualan atau sekitar 30% masih berasal dari impor.

Bila dibandingkan compacted fluorescent lamp (CFL) atau lampu swa-balast, lampu LED mempunyai beberapa kelebihan yaitu efisiensi, usia, color rendering yang lebih baik, serta tidak mengandung zat merkuri yang berbahaya. Efisiensi lampu LED juga lebih tinggi 25% hingga 75% dengan ketahanan pencahayaan lebih baik, walau telah digunakan 4.000 jam. 

Oleh karena itu, penggunaan LED akan mengurangi meningkatkan efisiensi energi, menghemat tagihan listrik, dan mengurangi emisi di sektor ketenagalistrikan. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA