Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

16:22 WIB

Kemenperin Dukung Industri Pulp-Kertas Diversifikasi Produk

Kemenperin menilai industri pulp dan kertas masih prospektif dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Kemenperin Dukung Industri Pulp-Kertas Diversifikasi Produk
Ilustrasi - Seorang pekerja melakukan penyortiran kertas di sebuah pabrik kertas di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Selasa (3/9/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/aa.

JAKARTA - Kemenperin terus mengembangkan industri pulp dan kertas agar lebih produktif dan inovatif, sehingga bisa berdaya saing di kancah domestik maupun global. Dengan ketersediaan bahan baku di dalam negeri, industri pulp dan kertas memiliki potensi bisnis yang besar untuk berkontribusi signfikan bagi perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebutkan, bisnis di industri pulp dan kertas saat ini masih prospektif karena permintaannya masih cukup tinggi. 

Namun demikian, sektor ini perlu meningkatkan diversifikasi produknya yang punya nilai tambah tinggi. Misalnya, mengolah dissolving pulp menjadi viscose rayon sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil.

“Industri kertas merupakan sektor yang sangat potensial karena hampir semua jenis kertas sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Termasuk, kertas uang dan kertas berharga yang memiliki spesifikasi khusus dalam memenuhi aspek security,” dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/11).

Sementara ini, kapasitas terpasang industri pulp di Indonesia sebesar 12,13 juta ton/tahun. Capaian ini berhasil menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 dunia. 

Sedangkan, industri kertas dengan kapasitas terpasang sebesar 18,26 juta ton/tahun, dan berhasil memosisikan Indonesia di peringkat ke-6 dunia.

Lebih lanjut, Putu menjabarkan, hingga kini terdapat 111 perusahaan industri pulp dan kertas di dalam negeri. Sektor ini menyerap tenaga kerja langsung lebih dari 161 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

Selama 2021, Kemenperin juga mencatat, kinerja ekspor industri pulp dan kertas mencapai US$7,5 miliar atau berkontribusi 6,22% terhadap ekspor nonmigas. Pada saat yang sama, capaian ini menyumbang 3,84% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Putu juga menyampaikan, peluang investasi di sektor industri pulp dan kertas serta turunannya cukup baik, seperti yang telah dilakukan oleh PT RAPP. Pada Rabu (23/11), Dirjen Industri Agro dan jajaran melakukan kunjungan kerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Putu mengapresiasi PT RAPP yang telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. 

“Aktivitas usahanya telah memberikan bukti nyata memberikan multiplier effect yang luas bagi kesejahteraan masyarakat dan wilayah sekitarnya, dan dikelola secara berkelanjutan dengan menerapkan teknologi modern,” ungkapnya.

Putu optimistis, investasi baru di PT RAPP dapat menjawab tantangan di tengah kondisi ekonomi global yang lesu. Di sisi lain, menggambarkan bahwa sektor manufaktur di Indonesia masih bergeliat. 

“Penambahan kapasitas produksi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, berkontribusi pada pemenuhan pasar domestik dan ekspor, serta mengurangi ketergantungan produk impor,” imbuhnya.

Komitmen Jamin Pasokan Untuk Industri
Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan jaminan kemudahan mendapatkan bahan baku atau bahan penolong bagi industri. 

Dalam rangka menjaga keberlangsungan proses produksi dan pengembangan daya saing industri pulp dan kertas.

Misalnya, Kemenperin menjaga ketersediaan garam industri yang sesuai standar, karena menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses produksi di industri pulp dan kertas, khususnya pada unit Chlor Alkali Plant.

Selain itu, langkah strategis yang telah pemerintah jalankan, di antaranya menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kepastian hukum, memacu transformasi digital, serta memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal. 

“Berikutnya, juga ada upaya peningkatan kompetensi SDM dan mendorong industri yang lebih ramah lingkungan atau efisiensi terhadap penggunaan sumber daya,” ujar Merri.

Sementara itu, Presiden Direktur PT RAPP Sihol Parulian Aritonang mengemukakan, ada penambahan investasi senilai Rp33,4 triliun pada 2021 sampai 2023. Di antaranya, untuk pembangunan pabrik green packaging (paperboard) dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta ton per tahun beserta industri penunjang lainnya.

“PT RAPP merupakan produsen bubur kertas Bleach Hardwood Kraft (BHK) dan dissolving pulp, yang terintegrasi dengan industri hilirnya menggunakan 85% energi dari biomassa untuk mendukung proses operasional pabrik,” sebutnya.

Produk pulp PT. RAPP tersebut kemudian diproses lebih lanjut di pabrik kertasnya dalam bentuk kertas folio dan roll. Merek kertas unggulannya adalah PaperOne yang terbuat dari 100% kayu dari Hutan Tanaman Industri yang terbarukan.

Sementara itu, Kepala Operasional PT RAPP Eduward Ginting menambahkan, PT RAPP memiliki persemaian modern untuk menghasilkan 200 juta bibit/tahun dan sekitar 150 juta pohon ditanam setiap tahun.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER