Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

29 September 2021|08:37 WIB

Kemenkop Siapkan Factory Sharing Furnitur Di Sragen

Anggaran dan lahan yang sudah tersedia harus beriringan dengan penguatan kelembagaan koperasi sebagai agregator dan offtaker

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ketika menengok produk furnitur khas UMKM di Sragen, Jawa Tengah. KemenkopUKM.dok

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah merancang pendirian factory sharing untuk klaster produk unggulan ekspor furnitur di Sragen, Jawa Tengah. Total anggaran yang diperlukan untuk mendirikan rumah produksi bersama ini mencapai kisaran Rp13 miliar.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini keberadaan factory sharing itu menjadi solusi bagi UMKM klaster furniture, agar para pengrajinnya memiliki standar dan mutu yang serupa dengan produk industri besar.

Pasalnya dalam factory sharing di Sragen itu, Teten mengatakan proses pengolahan kayu, pengeringan, hingga produk setengah jadi dikerjakan dengan standar industri. Menurut Teten, standardisasi produk furnitur sangat diperlukan mengingat produk itu menjadi salah satu unggulan ekspor Indonesia.

"Ini akan membuat produksi lebih cepat dan daya saing produk lebih tinggi. Jadi, tak perlu lagi menggunakan banyak alat karena bisa memberatkan ongkos produksi. Di factory sharing ini, biaya ditanggung bersama dan akan dikelola oleh koperasi," imbuhnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (28/9).

Teten menambahkan keberadaan factory sharing itu turut berkaitan dengan pembangunan ekosistem berupa tempat pelatihan, serta koperasi sebagai agregator dan offtaker produk-produk furnitur khas UMKM di Sragen dan sekitarnya.

Untuk itu, factory sharing saat ini telah menjadi agenda prioritas Kementerian Koperasi dan UKM. Anggaran dan lahan yang diperlukan pun yang sudah tersedia.

Langkah selanjutnya, imbuh Teten, adalah penguatan kelembagaan, yakni koperasi yang bertugas menjadi jembatan antara UMKM dengan para buyer.

"UMKM tak bisa sendiri-sendiri bertemu dengan buyer karena posisi bargaining-nya lemah. Perlu ada fasilitasi koperasi lewat factory sharing," kata Menkop Teten.

Tak sebatas perbaikan kelembagaan, Teten menyebut harus ada pelatihan vokasional guna mencetak pengrajin yang berkualitas dan didukung pengembangan produk agar kemudian bisa mengikuti selera pasar yang tengah berkembang.

"Bukan hanya membangun factory sharing tetapi juga semuanya. Memperkuat UMKM ini berarti juga memperkuat tulang punggung perekonomian," jabarnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menuturkan anggaran senilai Rp13 miliar itu digelontorkan guna membangun satu factory sharing. Ia berharap kinerja UMKM furnitur di Sragen dan sekitarnya betul-betul meningkat agar kemudian bisa eksis, baik di pasar nasional maupun global.

"Harapan kami dengan anggaran Rp13 miliar itu, daya saing dan kualitas produk UMKM benar-benar memiliki standar mutu," tegas Hanung.

Secara rinci, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyebut pembangunan factory sharing akan dilakukan pada lahan dengan luasan sekitar 7.000 m2. Lantas, rencana ke depan, factory sharing akan dikembangkan dengan 2 hektare lahan yang merupakan aset pemerintah daerah.

"Setiap dana dari pemerintah pusat programnya kan harus jelas. Sehingga lebih diutamakan aset milik pemda. Jadi, kami pastikan untuk lahan ini tak bermasalah sudah clear," sebut Untung.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER