Selamat

Jumat, 24 September 2021

08 September 2021|13:04 WIB

Kemenkop: PLUT Bantu Pemasaran Produk UKM

PLUT diminta turut berpartisipasi dalam berbagai program dan sinergi oleh Kementerian Koperasi dan UKM

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi UMKM. Aneka varian yang dihasilkan Rumah produksi Mr. Phep Lhokseumawe, Aceh, Selasa (7/9/2021). ANTARA FOTO/Rahmad.

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM memastikan kehadiran Pusat Layanan UKM Terpadu (PLUT) akan mendorong UMKM naik kelas, go digital, dan go global melalui berbagai pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi akses pasar.

Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menekankan, ada sejumlah program terkait pemasaran yang bisa disinergikan bersama PLUT, salah satunya adalah Katalog UMKM. Lewat katalog ini, buyer besar yang potensial dapat melihat produk-produk UMKM yang telah melalui proses kurasi.

"Kualitas (produk.red) tentu nanti dikurasi oleh PLUT. Jadi nanti para buyer yang besar bisa melihat produk dalam satu buku itu saja," jelas Hanung dalam Talkshow UKM Festival secara daring di Jakarta, Rabu (8/9).

PLUT sendiri merupakan program gagasan Kemenkop UKM untuk memberikan pendampingan dan pembinaan UMKM secara menyeluruh dan terintegrasi, yang beriringan dengan upaya peningkatan kinerja produksi, pemasaran, akses pembiayaan, hingga pengembangan SDM.

Untuk itu, Hanung berharap PLUT turut berpartisipasi dalam sejumlah program Kemenkop UKM maupun sinergi dengan sejumlah pihak. Salah satu program yang tengah digencarkan ialah SMEsta, yakni program pemerintah untuk memperkenalkan produk-produk di kawasan Asia Tenggara.

PLUT juga diharapkan terlibat pada sejumlah kerja sama Kemenkop UKM dengan platform digital untuk membesarkan produk UMKM. Sinergi yang telah terjalin antara lain bersama Accor Group serta Uniqlo guna mengembangkan produk-produk lokal.

"Kita juga ada SMESCO yang ke depannya akan menjadi pusat trading house. Jadi, di situ gagasan mengenai produk dan sebagainya dikembangkan sehingga PLUT bisa turut berpartisipasi di dalamnya," lanjut Hanung.

Hanung berharap PLUT tak sekadar menjadi pusat pembinaan dan pendampingan, tetapi juga sarana logistik bagi UMKM yang siap masuk ke pasar digital dan global yang lebih luas dari pasar eksisting yang sebelumnya digeluti.

"UKM Festival 2021 ini juga jadi sarana komunikasi PLUT dengan Kemenkop UKM, mencoba menemukan jalan keluar dan solusi terhadap berbagai kendala, mulai dari perizinan, pembiayaan, hingga akses pasar," kata dia.

Hingga kini, Kemenkop UKM telah memfasilitasi pembangunan 71 PLUT di seluruh Indonesia dengan jumlah pendamping sebanyak 354 orang, sebanyak 264 orang di antaranya sudah tersertifikasi. Untuk itu, keberadaan PLUT diharapkan bisa mendorong akselerasi digital UMKM guna beradaptasi dengan kondisi terkini.

"Sehingga target UMKM digital secara pertahap dari tahun 2021 sebanyak 13,7 juta, tahun 2022 sebanyak 19 juta, 2023 sebanyak 24,5 juta, dan 2024 sebanyak 30 juta unit dapat tercapai lebih cepat," pungkasnya.

Jadi Pondasi
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap keberadaan PLUT bisa mendorong UMKM untuk onboarding ke dalam ekosistem digital. Ia turut berharap ajang UKM Festival 2021 dapat menjadikan UMKM yang tangguh, go digital, dan go global.

"Serta menjadikan PLUT untuk lebih baik lagi dalam memberi pendampingan kepada UMKM di wilayahnya masing-masing," paparnya.

Teten pun menekankan peran PLUT penting dalam pendekatan pembangunan ekonomi nasional yang ditetapkan pemerintah akan berbasis UMKM. Hal tersebut memaksa berbagai pihak terkait untuk turut berpartisipasi dalam menaikkan kelas UMKM untuk memperkuat pondasi perekonomian masyarakat.

"UMKM naik kelas akan menjadi pondasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat dengan mempermudah akses pembiayaan, mendorong UMKM ke pasar yang lebih luas, sekaligus masuk ke dalam pasar global," imbuh Teten Masduki.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA