Selamat

Jumat, 24 September 2021

01 September 2021|09:24 WIB

Kemenkop Gandeng MSC Pacu Literasi Digital KUMKM

Peningkatan kapasitas literasi digital para pelaku KUMKM akan meningkatkan daya saing di ranah global

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageSeorang pedagang menawarkan topi jualannya secara daring melalui jejaring sosial Facebook secara langsung di Jakarta, Minggu (8/8/2021). ANTARAFOTO/M Risyal Hidayat

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM menginisiasi kerja sama dengan MicroSave Consulting (MSC) guna mendongkrak literasi digital sekaligus memacu kapasitas koperasi dan UMKM, dalam rangka memasuki era ekonomi digital dan inklusi keuangan.

Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim berharap kerja sama itu akan memberi dampak positif kepada para pelaku KUMKM, melalui pemanfaatan kajian berbasis bukti dan optimalisasi akses serta kapasitas koperasi dan UMKM.

Sebagai outputnya, kata Arif, kajian tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan utama perumusan kebijakan dan perencanaan program dalam rangka pemenuhan proyeksi dan target pemberdayaan KUMKM.

"Untuk itu kami berharap kolaborasi dengan MSC bisa membantu kami melakukan riset atau kajian berkaitan dengan perkembangan koperasi dan UMKM di berbagai daerah di Indonesia," ucapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/8).

Pemanfaatan kajian berbasis bukti dan optimalisasi akses dan kapasitas KUMKM sebagai ruang lingkup MoU tersebut ke depannya akan bermanfaat dalam memberi wawasan dan merancang kebijakan, layanan keuangan, hingga penggunaan alat yang membantu KUMKM terus berkembang.

"Termasuk sosialisasi hasil penelitian atau kajian lewat lokakarya atau seminar, perpustakaan digital, dan media publikasi. Ini juga menjadi ruang lingkup sinergi bersama MSC," tuturnya.

Sebagai informasi, hasil survei literasi digital oleh Kementerian Kominfo menunjukkan sepanjang tahun 2020, indeks literasi digital di Indonesia masih berada pada posisi 3,47 dari skala 1 hingga 4 atau berada di bawah tingkatan baik.

Dari data itu, Arif menyebut pihaknya akan mempercepat literasi digital. Salah satu langkahnya ialah menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk MSC. Sinergi dalam hal literasi digital tersebut pun menjadi bentuk dukungan bagi pelaku KUMKM agar lebih berkembang dan bisa bersaing di pasar global.

Tak hanya itu, nota kesepahaman antara Kemenkop UKM dan MSC juga bertujuan menjalankan kerja sama pengembangan KUMKM secara inklusif, termasuk melaksanakan penelitian, kapasitas digital, seminar, serta dukungan kebijakan.

"Kerja sama ini memang bertujuan untuk mengembangkan KUMKM bersama-sama secara inklusif antara Kemenkop UKM dan MSC," kata Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director MSC Indonesia Grace Retnowati menyatakan pihaknya siap menjalankan amanah dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan pengembangan KUMKM secara inklusif dalam sebuah perjanjian kerja sama.

Grace turut berharap sinergi aktif antara MSC dan Kemenkop UKM ke depannya akan berpengaruh terhadap percepatan peningkatan kapasitas digital para pelaku UMKM di Indonesia hingga meningkatkan inklusi keuangan.

"Kerja sama ini semoga bisa mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan kapasitas digital UKM dalam menuju ekonomi digital dan meningkatkan Inklusi Keuangan," terang Grace.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER