Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

08 Oktober 2021|11:36 WIB

Kemenkop Gandeng Lewi's Collective Market

Kerja sama untuk membentuk ekosistem wirauasaha berbasis digital

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePedagang cermin memotret salah satu produk yang akan dipasarkannya di aplikasi jual beli di kawasan Pejompongan, Jakarta, Minggu (8/8/2021). ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Lewi's Collective Market menggelar pelatihan dan pendampingan daring bagi pelaku usaha, dengan tujuan membentuk ekosistem wirausaha yang berbasis teknologi digital.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah menyebutkan langkah menggandeng Lewi's Collective Market itu tak lepas dari upaya mendorong pertumbuhan wirausaha guna menopang dan memperkuat perekonomian nasional.

"Program pengembangan kewirausahaan nantinya diarahkan pada berbagai kelompok, antara lain masyarakat umum, calon wirausaha, wirausaha pemula, serta wirausaha mapan," ungkap Siti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (7/10).

Program pelatihan dan pendampingan secara daring dibuka dengan sesi hybrid yang diikuti sekitar 30 pelaku UMKM secara offline serta ratusan peserta webinar online dari bermacam sektor usaha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan usaha secara daring selama empat pekan dengan intensif.

Tak sampai situ, Siti Azizah menyebut upaya monitoring perkembangan bisnis peserta yang termaktub dalam kolaborasi bersama Lewi's Collective Market itu juga akan dilakukan secara berkelanjutan hingga kepada tahap implementasi.

"Program ini akan membuka kesempatan wirausaha yang bergabung dan memanfaatkan lokasi serta jaringan Lewi's Organic," kata dia.

Siti mengatakan dukungan seperti memasyarakatkan kewirausahaan, meningkatkan kualitas ide dan inovasi, mendorong pencapaian skala usaha, hingga meningkatkan ekspansi bisnis untuk melakukan ekspor ataupun substitusi impor wajib dilakukan secara kontinyu.

Komitmen itu wajib dipegang teguh oleh berbagai pihak terkait untuk memberi dampak positif, seperti menekan tingkat pengangguran terbuka, meminimalkan kemiskinan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, dalam rangka mengembangkan kewirausahaan, Siti Azizah menyebut proses inkubasi lewat lembaga mitra memegang peranan yang krusial dan menjadi backbone dalam proses penciptaan ekosistem wirausaha, khususnya yang berbasis digital.

Pelaksanaan fasilitasi inkubasi wirausaha lewat inkubator itu menurutnya harus sejalan dengan dukungan konsultasi bisnis dan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas pendamping, hingga penyiapan wirausaha untuk masuk ke dalam rantai pasok.

"Implementasi inkubasi itu juga mencakup pameran hasil inkubasi. Keseluruhan langkah itu merupakan rangkaian inisiatif guna mendorong pertumbuhan wirausaha," tandas Siti Azizah.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA