Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

09:16 WIB

Kemendag: Penguatan Perdagangan Dalam Negeri Lewat Digitalisasi

Kementerian Perdagangan mengatakan kinerja perdagangan dalam negeri dikuatkan melalui digitalisasi untuk mendorong transparansi dan efisiensi. Salah satunya diterapkan di distribusi migor.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Kemendag: Penguatan Perdagangan Dalam Negeri Lewat Digitalisasi
Pedagang menimbang minyak goreng curah yang dikemas di dalam kantong plastik di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (31/5/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

SEMARANG – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (BPPP) Kasan menyatakan, penguatan perdagangan nasional diperlukan demi stabilitas ekonomi. Untuk itu, Kemendag berfokus pada penguatan kinerja perdagangan dalam negeri. 

“Kementerian Perdagangan mengupayakan penguatan kinerja perdagangan dalam negeri melalui digitalisasi untuk mendorong transparansi dan efisiensi,” jelas Kasan dalam Diseminasi Hasil Analisis #2 Tahun 2022, Jakarta, Kamis (23/6).

Kasan mencontohkan, penerapan digitalisasi dilakukan pada perdagangan Minyak Goreng Curah (MGC) Rp14.000/liter dengan menggunakan aplikasi digital. 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebutkan pemerintah memperkuat distribusi dan pengawasan minyak goreng curah menggunakan teknologi digital Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).

Kebijakan minyak goreng berbasis industri ini ditetapkan melalui Permenperin 8/2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh BPDP-KS.

Guna mencegah rembesan atau kebocoran dalam program ini, lanjut Menperin, pemerintah telah menetapkan aturan larangan bagi pelaku usaha, seperti produsen minyak goreng dan distributor, untuk melakukan repacking, penjualan ke industri, dan ekspor ke luar negeri.

Pengawasan atas program ini dilakukan secara online, sejak dari produksi, distribusi dan penjualan di tingkat pengecer. “Kami akan menggunakan aplikasi digital SIMIRAH yang dapat melacak aliran minyak goreng curah, sejak dari bahan baku sampai ke tangan pengecer,” ujar Agus, Selasa (22/3).

Baca Juga: Kemendag Paparkan Program Strategis Perdagangan 2023

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga mengafirmasi gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), dengan berkampanye secara intensif melalui berbagai promosi dan pameran di ritel modern dan lokapasar. 

BBI sendiri diharapkan mampu mendorong pemulihan kinerja UMKM dan konsumsi masyarakat. Pemulihan konsumsi masyarakat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,01% (yoy) pada kuartal I/2022. 

Seiring pengendalian pandemi covid-19 serta peningkatan kinerja perdagangan di dalam negeri, pertumbuhan sektor perdagangan dapat mencapai 5,71% (yoy) di kuartal pertama. Kemendag memprediksi pertumbuhan ini akan berlanjut di kuartal setelahnya. 

“Pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada kuartal II, mengingat sejumlah indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) masih terus menunjukkan optimisme,” tambah Kasan. 

Untuk menjaga kinerja di dalam negeri, Kemendag juga terus melakukan penguatan peran Indonesia dalam kerja sama perdagangan Indonesia melalui Presidensi G20 pada 2022. 

Sesuai tema yang diangkat yaitu 'Recover Together, Recover Stronger', Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global karena berdampak besar pada stabilitas ekonomi semua negara, termasuk Indonesia.

“Terkait inflasi, meskipun di beberapa negara mengalami lonjakan, inflasi Indonesia hingga Mei 2022 masih terjaga di bawah target pemerintah, yaitu 4%,” ungkap Kasan.

Baca Juga: Pedagang Pasar: Mendag Zulkifli Welcome to The Jungle

Tantangan Perdagangan Nasional 
Kasan menggarisbawahi, capaian positif perdagangan Indonesia harus dijaga dan terus diperkuat. Namun, dunia tengah dihadapkan pada situasi ekonomi dan politik yang penuh dengan ketidakpastian. 

Dengan begitu, ketidakpastian dapat memberikan efek domino terhadap negara-negara yang saling terhubung di era globalisasi. Untuk itu, terangnya, kinerja perdagangan nasional ke depan akan menghadapi sejumlah tantangan. 

“Indonesia menghadapi kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri; perkembangan geopolitik global, dan pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan berkelanjutan,” jelas Kasan.

Selanjutnya, peningkatan kontribusi perdagangan digital dalam pendapatan domestik bruto Indonesia serta gangguan distribusi, logistik, dan rantai pasok. 

Menurutnya, penting untuk menguatkan kebijakan perdagangan nasional yang mampu mengamankan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian yang terjadi sekarang. 

Salah satu kepentingan nasional saat ini adalah terjaganya harga dan tersedianya stok bahan kebutuhan pokok di dalam negeri.

Baca Juga: Mendag Pastikan Migor Seharga Rp14 Ribu Ada di Ribuan Warung

Kasan mengharapkan, kegiatan diseminasi ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk ikut bersama menjaga tren positif kinerja sektor perdagangan Indonesia. 

"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun sinergi antara birokrat, akademisi, asosiasi, praktisi, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan, perhatian, dan kepedulian terhadap proses formulasi kebijakan sektor perdagangan Indonesia," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng M. Arif Sambodo menyampaikan, perekonomian di Jawa Tengah membaik seiring pengendalian pandemi covid-19 di Jawa Tengah. 

Spesifik, capaian ekspor nonmigas Jateng pada 2021 mencatatkan surplus US$2,9 miliar atau meningkat 33,14%. Sektor perdagangan juga tumbuh 3,62% (yoy).

Arif pun menyampaikan, tren positif ini harus dijaga bersama di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian. Selain kerja sama antarprovinsi, Jawa tengah juga memiliki beberapa sister province

“Kerja samanya tidak hanya di sektor ekonomi, tapi juga pendidikan dan kesehatan. Pada awal pandemi covid-19, banyak bantuan datang dari sister province Jawa Tengah,” ungkap Arif.

Sebagai informasi, pelaksanaan kali ini merupakan kegiatan diseminasi kedua yang dilaksanakan BPPP Kementerian Perdagangan pada 2022. Dalam kegiatan ini BPPP mendiseminasikan tiga hasil analisis. 

Yakni, Analisis Prioritas Jenis Barang Dalam Rangka Revisi Permendag 53/2020; Analisis Upaya Menuju Pengakuan Dunia Terhadap Label Halal Produk Indonesia; serta Analisis Biaya dan Manfaat serta Prognosa Bidang Perdagangan Jasa Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta