Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

12:51 WIB

Kejar Target Lifting, SKK Migas Gandeng 7 Penyedia Teknologi

MoU ditandatangani SKK Migas di sela kegiatan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2022

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Kejar Target <i>Lifting</i>, SKK Migas Gandeng 7 Penyedia Teknologi
Ilustrasi kegiatan hulu migas. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

BALI - Dalam upaya mengejar target produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD gas pada 2030, SKK Migas menandatangani sejumlah nota kesepahaman bersama perusahaan penyedia teknologi di sela kegiatan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2022

"Ini menjadi bukti bahwa IOG 2022 bukan hanya sebuah konvensi, tetapi ada tindakan nyata berupa business deal untuk mendorong kemajuan industri hulu migas," tutur Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Bali, Jumat (25/11).

MoU tersebut terjalin dengan tujuh perusahaan penyedia teknologi, mulai dari Schlumberger, Landmark Halliburton, Sucofindo, Konsorsium Luas Birus Utama-Patra Abadi Sejati-Petrotech Penta Nusa-ANTON, Solar Services Indonesia, PT Pertamina International Shipping, serta PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Nota kesepahaman bersama Schlumberger dan Landmark Halliburton, misalnya, akan menetapkan area spesifik dalam berkolaborasi guna membantu Indonesia memenuhi target 1 juta BOPD dan 12 BSCFD tahun 2030 mendatang.

"Ruang lingkupnya antara lain pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi, serta penerapan teknologi terbaru pada kegiatan eksplorasi dan produksi," tuturnya.

Sementara MoU dengan Sucofindo nantinya akan memfasilitasi pemanfaatan sumber daya dan pengalaman Sucofindo di bidang inspeksi, pengujian, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan untuk mendukung operasi hulu migas.

Kemudian kerja sama dengan Konsorsium Dalam Negeri PT Luas Birus Utama–PT Abdi Patra Sejati–PT Petrotech Penta Nusa–PT Anton Oilfield Services Indo dimaksudkan untuk mengevaluasi potensi reaktivasi sumur idle dan pengembangan lapangan, optimalisasi dan peningkatan pencapaian produksi migas, serta mendukung SKK migas dalam mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Sementara itu, dengan PT Solar Services Indonesia, SKK Migas telah menjalin kerja sama dengan anak usaha dari Solar Turbines International itu sejak 2018, di mana penandatanganan MoU terbaru dilakukan untuk memperpanjang kolaborasi antarkedua pihak.

Dwi Soetjipto menjabarkan kerja sama SKK Migas dan Solar Services Indonesia telah menghadirkan manfaat bagi industri hulu migas nasional dalam bentuk kepastian kehandalan peralatan utama Turbomachinery Solar untuk mewujudkan target lifting migas, hingga menciptakan efisiensi biaya yang hampir menyentuh US$70 juta.

"Kerja sama itu pun telah meningkatkan tumbuh kembang kemampuan nasional lewat pengembangan SDM dan fasilitas pemeliharaan dalam negeri," kata Dwi.

Atas pencapaian dari lima tahun kerja sama tersebut, Dwi menegaskan pihaknya dan PT Solar Service Indonesia bersepakat melanjutkan kolaborasi dan membuka inisiatif-inisiatif baru yang memberi keuntungan bagi kedua belah pihak di masa mendatang.

Selanjutnya ialah nota kesepahaman dengan PT Pertamina International Shipping bertujuan memanfaatkan layanan transportasi logistik via laut yang terintegrasi. 

Layanan tersebut dimiliki oleh PT Pertamina International Shipping guna mendukung kegiatan hulu migas.

Selain itu, Dwi memaparkan kerja sama dengan perusahaan yang menjadi salah satu sub holding PT Pertamina (Persero) itu juga dalam rangka optimalisasi dan memaksimalkan penggunaan jasa dalam negeri.

"Lalu, mendukung pencapaian TKDN sehingga bisa memberikan kontribusi pada perekonomian nasional," tandasnya.

Terakhir ialah nota kesepahaman dengan PTPN, dimana SKK Migas berkolaborasi untuk mengatasi kendala pengadaan lahan dalam kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas.

Kesepakatan SKK Migas dan PTPN itu turut mengatur mekanisme pengadaan tanah oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berada di lokasi milik PTPN Group, baik yang sudah berjalan maupun kegiatan baru yang akan di lakukan ke depannya.

"Lewat kesepahaman ini, keseragaman dan percepatan proses pengadaan tanah untuk kegiatan hulu migas di seluruh aset PTPN Grup dapat dilakukan dan PTPN sebagai pemilik tanah dapat memberikan persetujuan melaksanakan kegiatan konstruksi dan kegiatan pengeboran secara paralel dengan penyelesaian proses pengadaan tanah," imbuh Dwi Soetjipto.

Lebih lanjut, Dwi menegaskan reputasi jasa dan teknologi perusahaan-perusahaan tersebut sudah tak diragukan lagi. Misalnya Sucofindo dan PT Pertamina International Shipping, telah banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan migas di Indonesia.

"Sedangkan Schlumberger dan Halliburton merupakan pemilik teknologi yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas di dunia," pungkasnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER