JakLingko Proyeksikan Pendapatan Tiket Rp5,5 Triliun Pada 2029 | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|14:50 WIB

JakLingko Proyeksikan Pendapatan Tiket Rp5,5 Triliun Pada 2029

Dalam peta jalan jangka panjang, diperkirakan terjadi peningkatan transportasi publik dari 15% menjadi 60% pada 2029 dan jumlah transaksi melonjak 123,8% pada 2029

Oleh: Fin Harini

JakLingko Proyeksikan Pendapatan Tiket Rp5,5 Triliun Pada 2029Dirut PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin pada Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jaksel, Rabu (29/9). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

JAKARTA – Tren pertumbuhan penggunaan transportasi umum, dinilai berefek terhadap pendapatan pengelola transportasi umum terintegrasi. Selain peningkatan pendapatan, bertumbuhnya jumlah penumpang juga akan memberikan multiplier effect ke perekonomian. 

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhammad Kamaluddin mengungkapkan, potensi pendapatan tiket dari peningkatan mobilitas angkutan umum di ibu kota diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun pada 2029.
 
"Pendapatan dari tiket ini cukup besar untuk suatu kota dan transportasi publik," kata Muhammad Kamaluddin dalam seminar virtual "Economic Outlook 2022" yang dipantau di Jakarta, Kamis (25/11).
 
Menurut Kamaluddin, pendapatan fiskal juga diperkirakan memberi pemasukan bagi DKI Jakarta sebesar Rp811 miliar per tahun dan bagi pemerintah pusat sekitar Rp2,8 triliun. Pendapatan fiskal tersebut adalah efek ganda dari terdorongnya aktivitas ekonomi di sekitar layanan angkutan umum dan pelaku ekonomi di perkotaan.
 
Potensi ekonomi itu sendiri, berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) pada September 2021. Dalam peta jalan jangka panjang, JakLingko Indonesia juga menyebutkan, peningkatan transportasi publik dari 15% menjadi 60% pada 2029 dan jumlah transaksi melonjak 123,8% pada 2029.
 
Selain itu, integrasi sistem transportasi juga berpotensi menjadi bahan data untuk dianalisis sebagai masukan bagi investor, apabila ingin membangun rute baru yang disesuaikan dengan permintaan, frekuensi, dan jumlah armada.
 
Sebagai permulaan, anak perusahaan BUMD DKI Jakarta ini melaksanakan tiga fase integrasi sistem transportasi. Pertama, peluncuran kartu dan aplikasi yang sudah dilakukan, dan terus dilanjutkan uji cobanya hingga akhir tahun ini.

Kedua, pada Maret 2022 pihaknya akan mengimplementasikan mobility as a services dengan mengintegrasikan layanan lebih luas. Meliputi ojek daring, taksi daring hingga transportasi perairan, selain empat moda transportasi, seperti kereta, MRT, LRT Jakarta dan Transjakarta yang sudah ada sebelumnya.
 
Kemudian, ketiga, akun berbasis tiket yang implementasinya ditargetkan dipercepat dari awalnya September menjadi Agustus 2022 dengan tarif khusus. Baik harian, mingguan hingga bulanan dan juga diskon tarif khusus pelajar, veteran dan warga lanjut usia.
 
"Kami yakin dengan adanya tiga fase awal ini akan meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum minimal delapan persen untuk tahun depan," ucapnya. 

Super Apps
Sebelumnya, PT JakLingko Indonesia memproyeksikan 2 juta warga pengguna transportasi umum di Jabodetabek, bakal mengunduh aplikasi integrasi antarmoda pada tahun 2022. Kamaluddin menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan perluasan uji coba terhadap kartu pintar (smart card) dan aplikasi (super apps) terhadap empat moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta dan KAI Commuter.
 
Setelah uji coba terbatas dilakukan, masyarakat pengguna dapat mengunduh aplikasi tersebut pada Januari 2022.
 
"Diharapkan sebagian pengguna akan beralih ke aplikasi dan kartu JakLingko Indonesia. Target kami mendekati tahun depan sekitar satu sampai dua juta penumpang per hari," kata Kamaluddin. 

Warga mengantre bus Transjakarta di Halte Jak Lingko Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pemerin tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan layanan bus TransJakarta gratis bagi para penumpang yang tidak bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang. ANTARA FOTO/Galih Pradipta 


Kamaluddin berharap pengguna transportasi umum Jabodetabek dapat beralih menggunakan aplikasi yang diinisiasi JakLingko. Aplikasi integrasi antarmoda JakLingko ini, diklaim dapat memberi kemudahan pengguna dalam merencanakan perjalanan menggunakan kombinasi empat transportasi umum di Jabodetabek, yakni KAI Commuter, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.

"Kenapa harus mengunduh aplikasi JakLingko Indonesia, karena tarif integrasi tadi tidak bisa diterapkan di platform moda yang terpisah-pisah, semua harus terpusat di satu tempat," tuturnya.

PT JakLingko Indonesia sendiri sudah menggandeng dua perusahaan multinasional asal Prancis, untuk menjamin keamanan data akun pengguna aplikasi antarmoda yang diinisiasi oleh JakLingko. Perusahaan konsorsium yang dipilih JakLingko menjadi mitra strategis ini adalah Thales dan Lyko yang merupakan perusahaan asal Prancis serta PT Jatelindo Perkasa Abadi dan Aino Indonesia yang merupakan perusahaan nasional.
 
"Sistem aplikasi ini diperkuat dengan security platform internasional yang bisa menahan cyber-attack sehingga memastikan tidak ada data yang bocor. Kami sudah siap menjamin keamanannya," kata Kamaluddin. 

Kamaluddin menjelaskan, pemilihan mitra strategis dilakukan melalui sistem seleksi yang kompetitif sejak Oktober 2020. Ada 81 perusahaan yang menyatakan ketertarikannya menjadi mitra JakLingko untuk pembuatan platform aplikasi ini.
 
Namun setelah diseleksi sejak Januari 2021, menjadi 18 perusahaan yang akhirnya membentuk konsorsium yang terdiri dari 3-4 perusahaan. Thales dan Lyko dipilih karena keduanya memiliki pengalaman bidang sistem pembayaran terintegrasi untuk transportasi di kota-kota maju, seperti Singapura, Hong Kong dan Jepang. Selain Prancis, sejumlah negara Eropa juga menggunakan sistem integrasi antarmoda dari Thales.
 
Sementara Jatelindo dan Aino, mereka sudah memiliki izin penyelenggara jasa pembayaran. JakLingko memilih bekerjasama dengan pihak yang sudah memiliki pengalaman dan perizinan yang mereka dapatkan dari Bank Indonesia (BI).
 
"Kita kolaborasikan agar (aplikasi) ini bisa diluncurkan kepada khalayak luas dalam waktu dekat," pungkasnya,
 
Dengan standar keamanan internasional dan sistem manajemen keamanan informasi ISO 27001 yang akan diterapkan, JakLingko menjamin tidak ada kebocoran data setelah pengguna menyimpan data pribadi mereka dalam aplikasi tersebut.
 
Adapun data tersebut diperlukan ketika mengaktifkan account based ticketing atau pembayaran berbasis akun pengguna pada aplikasi JakLingko yang tahapnya direncanakan akan diimplementsikan pada Agustus 2022.
 
Pengguna yang ingin menikmati tarif khusus berdasarkan profil seperti tarif lansia, tarif veteran, tarif pelajar dan sebagainya nantinya pada tahapan account based ticketing perlu mengisi data pribadi lengkap. Termasuk nomor identitas, kartu keluarga (KK), alamat domisili, hingga memindai KTP dan KK dan akan diverifikasi secara digital. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjanjikan sistem integrasi transportasi di bawah jaringan PT JakLingko Indonesia ini memberikan tarif yang berkeadilan bagi warga ibu kota.
 
"Sistem super apps dan ticketing ini bukan hanya lebih nyaman, tapi juga lebih berkeadilan karena jika sudah selesai, akan memberikan harga berbeda dengan penumpang yang berbeda," kata Anies beberapa waktu lalu.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER