Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

16:30 WIB

IP Latih Eks Napiter Manfaatkan FABA Jadi Pupuk NPK Organik  

Untuk menjadi pupuk, FABA diolah dengan teknologi mikroba yang merubah FABA menjadi pupuk NPK organik

Editor: Faisal Rachman

IP Latih Eks Napiter Manfaatkan FABA Jadi Pupuk NPK Organik   
Pemanfaatan FABA (material abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Fly Ash Bo ttom Ash) menjadi pupuk organik. dok. Indonesia Power

PANDEGLANG – Melalui salah satu unitnya PLTU Banten 2 Labuan OMU, Indonesia Power berhasil mengubah material abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi pupuk NPK organik. Pengetahuan ini pun disebarluaskan untuk membantu pertanian masyarakat.

Salah satu pihak yang tertarik untuk mempelajarinya adalah para mantan narapidana terorisme (napiter) yang tergabung dalam sebuah koperasi Bina Insaf Mandiri. Sebanyak 30 orang mantan napiter tertarik untuk belajar memanfaatkan FABA menjadi pupuk NPK organik, dengan harapan dapat membantu pertanian di Pandeglang.

“Indonesia Power selalu berkomitmen untuk memanfaatkan FABA secara besar-besaran dan masif, serta untuk mendorong UMKM maupun sejenisnya untuk menjadi penghasil produk turunan FABA. Baik itu dalam bentuk bahan baku konstruksi maupun pupuk yang berguna untuk pertanian maupun perkebunan,” ujar Direktur Utama Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi dalam keterangannya, Jumat (24/6).

“Hal ini merupakan suatu komitmen dan upaya reduce, reused serta recycle FABA,” tambah Ahsin.

Sekadar informasi, untuk menjadi pupuk, FABA diolah dengan teknologi mikroba yang mengubah FABA menjadi pupuk NPK organik. Teknologi ini merupakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan sebagai perwujudan metode ekonomi sirkular secara nyata.

“Ini akan terus kami kembangkan, selain pemanfaatan ke masyarakat pupuk ini juga kami manfaatkan untuk mengoptimalkan Hutan Tanaman Energi di lahan yang kami miliki,” pungkas Ahsin.

Sebelumnya, Indonesia Power PLTU Labuan telah melakukan uji coba pemupukan pada tanaman dengan menggunakan pupuk NPK organik dan pupuk kimia/buatan. Hasilnya tanaman yang menggunakan pupuk organik memperlihatkan kebutuhan nutrisi pada tanaman terpenuhi.

Hal ini dapat terlihat dari tinggi, warna dan tingkat kesegaran tanaman. Selain itu juga tanaman terlihat minim gangguan hama, dengan buah yang lebih panjang dan sehat dibandingkan tanaman yang menggunakan pupuk kimia. 

Di sisi lain, tanah yang diberikan pupuk organik akan lebih gembur, dengan hasil pH netral/tidak asam.

Bahan Bangunan
Selain pupuk, PT PLN (Persero) sejatinya terus mendorong pemanfaatan material  FABA untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan, limbah hasil pembakaran PLTU yang dulu jadi momok, saat ini sudah menjadi limbah bukan B3 (bahan berbahaya beracun), sehingga limbah tersebut kini bisa dimanfaatkan untuk mendulang rupiah dalam jumlah tak sedikit.

"Kami juga bersyukur bahwa pada akhirnya pengambil kebijakan bersepakat untuk menjadikan FABA sebagai limbah non B3, yang mana sebelumnya berdasarkan perundangan-undangan yang lalu masih dikategorikan sebagai limbah B3," ujarnya.

"Kata B3 dan non B3 cuma beda tiga huruf, tapi dampak keekonomiannya beda 12 digit," imbuhnya.

Hanya saja, sekalipun telah menjadi limbah non B3, FABA dalam pemanfaatannya perlu mendapatkan persetujuan lingkungan. Di samping itu juga diharapkan memenuhi standar baik standar nasional, standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan standar dari negara lain atau internasional serta best available techniques (BAT) dan best environmental practices (BEP).

Banyak negara sendiri sudah sepakat FABA bukanlah limbah non B3. Perlakuan FABA sebagai limbah non B3 dapat disepakati di Indonesia, sehingga dalam operasionalnya nanti bisa menjadi lebih fleksibel, masif, dan bijaksana secara lingkungan.

"Kami menyadari pengelolaan limbah non-B3 tetaplah harus menggunakan persetujuan lingkungan. Dan untuk itu dalam rangka kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, PLN saat ini dalam proses untuk mengajukan permohonan revisi persetujuan lingkungan," jelas Yusuf.

PLN memastikan tidak akan membuang limbah FABA, tetapi akan lebih mengoptimalkan pemanfaatannya karena dapat memberikan nilai ekonomi atas limbah tersebut terutama bagi masyarakat mulai dari konstruksi, infrastruktur, pertanian dan lainnya.

Saat ini, perseroan tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Khususnya dalam rangka uji teknis dan mendapatkan sertifikasi terkait pemanfaatan FABA supaya secara teknis limbah FABA dapat digunakan untuk konstruksi jalan raya maupun untuk bahan bangunan.

Yusuf menilai legalisasi dokumen tersebut sangat penting bagi sektor infrastruktur ke depan, sehingga FABA nantinya bisa digunakan sebagai material untuk kegiatan proyek infrastruktur di berbagai wilayah.

"Kami percaya biaya yang ditimbulkan dengan pemanfaatan FABA secara matematika sederhana bisa memberikan manfaat 50%," jelasnya.

Banyak Manfaat
Direktur Operasi I PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Yosi Noval menuturkan, dari berbagai wilayah operasional PLTU di bawah PJB ada sebanyak 58% PLTU yang menghasilkan FABA dalam jumlah banyak.

"Di area pembangkit di Sumatra, bisa sekitar 57% dari FABA, Pulau Kalimantan bisa sampai 85%, di Pulau Jawa sekitar 61%, Pulau Sulawesi baru 4% karena baru mulai aktif mengimplementasikannya. Di Nusa Tenggara cukup masif dilakukan bersama PLN wilayah 86% dan Maluku sudah 80%," terangnya.

Untuk peluang pemanfaatan FABA seperti penguatan jalan dan untuk beton perkerasan. Ternyata setelah diuji lebih kuat dari beton yang terbuat dari semen, pembuatan puffing, dan batako serta bata ringan.

Fungsi lainnya, seperti di Bangka Belitung, diupayakan sebagai penetralisasi air asam tambang, di perairan digunakan sebagai breakwater. Ada potensi dimanfaatkan sebagai pupuk yang saat ini masih dikaji untuk memperbaiki kondisi tanah.

“FABA menjadi material untuk urukan, pengecoran jalan, dan lainnya. Produk FABA juga bisa untuk mencegah abrasi, rehabilitasi lahan tambang, dan bagaimana digunakan sebagai material terumbu karang, untuk perbaikan daerah pesisir,” kata Yosi.

FABA juga bisa memberdayakan UMKM masyarakat dengan menjadi pengusaha paving, batako, dan desa diharapkan mengembangkan BUMDes. Di PLTU Belitung, PJB bekerja sama dengan masyarakat untuk memproduksi batako dan lainnya dengan memanfaatkan empat ton FABA dan ada yang sampai 50 ton pemanfaatan FABA di kawasan Pacitan.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS