Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

10:35 WIB

Investor Kecewa Pada Microsoft, Bitcoin Diperkirakan Melemah

Kekecewaan pada perusahaan teknologi Microsoft pasca prospek pendapatan membawa sentimen kuat pada investor kripto.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma,

Editor: Rheza Alfian

Investor Kecewa Pada Microsoft, Bitcoin Diperkirakan Melemah
Pelaku bisnis Kripto memantau grafik perkembangan nilai aset kripto, Bitcoin di Cilandak, Jakarta Se latan, Rabu (18/1/2023). ValidNewsID/Arief Rachman

JAKARTA – Meski pergerakan kripto terus menguat selama dua pekan ini Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Aset Kripto, Ibrahim Assuaibi menguraikan kekecewaan investor pada perusahaan teknologi Microsoft Corp turut mempengaruhi nilai Bitcoin.

"Bitcoin mengalami penurunan beruntun pertama kalinya sejak 2023 menyusul prospek pendapatan perusahaan teknologi Microsoft Corp. yang menekan sentimen investor," katanya dalam pernyataan tertulis, Kamis (26/1).

Dirangkum dari analisis pasar mingguan dari tim Pintu Academy, sepekan terakhir terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga Kripto, di antaranya turunnya inflasi hingga perkiraan suku bunga yang akan naik.

Meski demikian di awal pekan keempat Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi sejak Agustus 2022. 

Baca Juga: Mengenal Blue Chip Dalam Aset Kripto

Ibrahim menguraikan memasuki tahun 2023 pasar Kripto menunjukkan optimismenya dengan adanya kenaikan harga di tengah berbagai tekanan. 

Untuk diketahui, sebelumnya Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Rabu minggu lalu menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat turun hampir 18,0% (year on year/yoy) pada pertengahan 2022 menjadi 6,2% pada akhir tahun. Baik bagian barang maupun jasa dari PPI mengalami penurunan inflasi. 

"Hal ini memberikan ruang bagi Federal Reserve (Fed) untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga," ujarnya.

Terkait kenaikan suku bunga, berdasarkan jajak pendapat Reuters pekan lalu, Ibrahim mengatakan mayoritas ekonom di Amerika Serikat memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan berikutnya.

Berdasarkan data Coingecko pada Rabu (25/1/2023) pukul 13.05 WIB, harga Bitcoin melemah 2% dalam 24 jam terakhir ke level US$22.683,87. 

Selain itu, Ethereum, Cardano hingga Avalanche, juga masuk zona merah. 

Pantauan Validnews, Rabu (26/1) pukul 09.00 WIB Bitcoin kembali melemah ke level US$23.223,45. Ethereum dan Avalanche juga masih melanjutkan pelemahannya.

"Aset digital adalah salah satu dari sekian banyak instrumen investasi yang menguat pada awal tahun 2023 karena adanya spekulasi bahwa bank sentral akan memperlambat atau bahkan menghentikan kenaikan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Keterkaitan Kuat Saham Teknologi dan Kripto
Dia mengungkapkan kekecewaan pasar atas perkiraan Microsoft merembet ke mata uang digital kripto. Hal ini karena aset kripto memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan saham-saham berbasis teknologi. 

Terkait pelemahan aset kripto, Analis dan komisaris PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi ikut berkomentar. Dia mengatakan, platform perdagangan sosial Alpha Impact Hayden Hughes menilai aksi short covering yang kemungkinan mendorong Bitcoin melonjak 36% bulan ini kemungkinan akan mereda. 

"Harga mulai berbalik arah karena hedge fund memasuki kembali posisi short setelah libur akhir pekan," ungkapnya.

Baca Juga: Tok! Bappebti Siap Lahirkan Bursa Kripto Di 2023

Selain itu, dia juga melihat aset-aset berisiko ini hampir seperti mencoba menahan pelemahan sepanjang tahun 2023. Pasar, katanya, saat ini sedang berpikir ulang tentang seberapa mereka mampu untuk mendorong aset naik.

Hal ini dia lihat dari fokus data PDB kuartal keempat AS yang akan dirilis pada hari Kamis, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur ekonomi terbesar dunia tersebut.

"Pasar juga semakin tidak pasti atas waktu pemulihan ekonomi China tahun ini. Sementara negara mengurangi sebagian besar pembatasan anti-covid, itu juga bergulat dengan wabah covid-19 yang terburuk, yang berpotensi menunda pemulihan ekonomi," ucapnya.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER