Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

15:44 WIB

Ini Strategi PGN Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi

Salah satunya, PT PGN Tbk yang merupakan Subholding Gas Pertamina membidik kawasan industri untuk optimalisasi pemanfaatan gas bumi

Penulis: Wiwie Heriyani,

Editor: Fin Harini

Ini Strategi PGN Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi
Petugas PT PGN, Tbk menyalurkan gas bumi dalam bentuk gas alam yang dikompresi menggunakan teknologi Gaslink Truck untuk menyuplai Jargas Rumah Tangga. ANTARAFOTO/Aji Sty

JAKARTA – PT PGN Tbk yang merupakan Subholding Gas Pertamina berencana akan memfokuskan utilisasi gas bumi untuk domestik dengan mengembangkan dan mengombinasikan infrastruktur pipa dan beyond pipeline pada sektor industri, rumah tangga, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi. 

Hal ini didasarkan oleh peranan penting yang dimiliki gas bumi sebagai salah satu penyangga energi nasional sampai dengan tahun 2050. 

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar menjelaskan, berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), terindikasi 7 Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Baru yang menjadi potensi pengembangan jaringan gas bumi.

“Pengembangan infrastruktur gas bumi akan diselaraskan dengan rencana pengembangan Kawasan Industri (KI) dan infrastruktur pendukung KI. Kami melakukan joint study dengan Pengelola KI untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi di dalam KI. Tidak menutup kemungkinan untuk sinergi dengan BUMN Group lain,” ujar Achmad, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (24/6). 

Menurut Achmad, tantangannya adalah belum tersedia infrastruktur gas bumi yang merata di lokasi-lokasi potensial Kawasan Industri (KI) baru, terutama daerah Sumatra Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Tengah-Timur. 

“Kemudian terdapat proyek regasifikasi refinery milik Pertamina Group. Salah satunya proyek di GRR Tuban terletak 55 Km dari Pipa Gresik-Semarang. Kilang PRPP telah menyediakan lahan dan akan membangun jetty untuk sandar kapal bear, termasuk incoming LNGC sehingga LNG akan lebih feasible menggunakan LNG Land Based,” paparnya.

PGN juga turut andil dalam proyek small land based-LNG regasification Terminal di RU V Cilacap dan pembangunan Pipa Senipah-Balikpapan 20 inch sepanjang ±78 KM ke RU V Balikpapan. Sementara untuk regasifikasi pada pembangkit listrik, saat ini sedang dikebut untuk 10 lokasi di Nusa Tenggara dan Sulawesi Tenggara.

Portofolio bisnis terus ditingkatkan di mana ke depan PGN akan fokus pada bisnis LNG trading and retail. Dua proyek yang akan dikembangkan yaitu Jambaran Tiung Biru melalui mini LNG Plant berkapasitas 2,5 BBTUD dan LNG Bunkering Bontang.

“Ini menjadi titik untuk bisnis yang sangat challenging ke depan supaya PGN bisa lebih kuat dan lebih sustain. Pertumbuhan terbesar berasal dari segmen rumah tangga dengan rencana penambahan 1 juta rumah tangga per tahun,” urainya. 

Ahmad menyebut, di segmen kelistrikan, industri dan retail tetap menjadi backbone demand terbesar Subholding Gas, di mana sinergi dilakukan untuk penyediaan gas bagi kilang dan smelter, serta adanya terobosan dalam penyediaan moda non pipa retail serta LNG trading.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS

Hadir Di PRJ, CARRO Tawarkan Diskon Menarik

Kemenag Kejar 5 Hal Dari Revitalisasi KUA

Pengusaha Apresiasi Pencapaian Tax Amnesty Jilid II