Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

09:25 WIB

Industri Migas Butuh Investasi Lebih Dari US$12 Triliun Tahun 2045

Investasi di industri migas tetap dibutuhkan karena semua sumber energi akan tetap diperlukan, kendati saat ini seluruh pihak terus mengampanyekan energi terbarukan.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Industri Migas Butuh Investasi Lebih Dari US$12 Triliun Tahun 2045
Ilustrasi kegiatan hulu migas. Antarafoto/Dok

BALI - Senior Upstream Oil Industry Analyst Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) Mohammad A. Al Kazimi menuturkan bahwa sektor hulu, tengah, hingga hilir industri minyak dan gas (migas) butuh investasi hingga US$12 triliun pada 2045 mendatang.

"Mengingat tantangan mendesak saat ini, penting untuk diingat bahwa sektor minyak yang didanai dengan baik memberikan banyak manfaat nyata bagi ekonomi global," sebutnya dalam International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2022 di Bali, Kamis (24/11).

Menurutnya, industri migas dari hulu ke hilir tak sekedar berperan penting dalam gaya hidup manusia, tetapi juga menyerap banyak pekerjaan dengan pendapatan yang tinggi, stabil, serta berketerampilan.

Dia mengatakan, kalau investasi ini bukan tanpa dasar. Dampak terhadap ekonomi global yang dinilai bakal berjalan positif menjadi salah satu alasannya. 

Hal tersebut sejalan dengan pandangan kalau industri migas dunia belum memudar, kendati adanya perhatian dunia terhadap transisi energi.

Merujuk pada World Oil Outlook yang dirilis OPEC, semua sumber energi akan tetap diperlukan kendati saat ini seluruh pihak terus mengampanyekan energi terbarukan. 

Termasuk sektor minyak dan gas, Al Kazimi menyebut sumber energi itu punya proyeksi untuk tetap tumbuh setidaknya hingga 2045.

"Singkatnya, tidak ada solusi satu ukuran untuk semua untuk masa depan energi global yang berkelanjutan," ucap Al Kazimi

Proyeksi WOO itu menunjukkan energi minyak akan mempertahankan pangsa tertinggi dalam bauran energi global mengingat permintaan produk tersebut akan terus meningkat dalam jangka menengah sekalipun permintaan dalam jangka panjang tidak stabil.

Di sisi lain, sebagai dukungan terhadap Perjanjian Paris, Al Kazimi tak menampik negara-negara anggota OPEC pun telah memulai rencana ambisius mereka sendiri untuk mendiversifikasi portofolio energi mereka.

Dalam hal ini, Al Kazami mengakui bahwa OPEC turut memiliki perhatian khusus ke EBT. Bahkan, energi matahari dan angin disinyalir memiliki tren pertumbuhan yang paling cepat.

Al Kazimi menyebutkan peningkatan permintaan energi primer hingga 2045 akan dipimpin oleh energi terbarukan yang diprediksi punya peningkatan signifikan dan lebih cepat ketimbang sumber energi lainnya.

"Energi terbarukan akan meningkat signifikan dibandingkan sumber energi lainnya dengan rata-rata tahunan sekitar 7,1% hingga 2045 mendatang," tuturnya.

Permintaan Minyak
Pada perspektif minyak, OPEC memprediksi sumber energi tersebut akan mempertahankan bagian terbesar dalam bauran energi hingga tahun 2045 mendatang. 

"Minyak akan menyediakan hampir 29% dari kebutuhan global pada tahun 2045," kata Al Kazimi.

Permintan minyak global, sebut Al Kazimi, akan meningkat sebesar 13 juta barel per hari (MBPD) dari posisi tahun 2021 menjadi sekitar 110 MBPD pada 2045. Meski begitu, dia menyebutkan peningkatan itu akan menutup perbedaan awal antara negara OECD dan non-OECD.

"Permintaan minyak OECD berada pada lintasan yang menurun setelah 2024 menjadi 34 MBPD pada akhir periode perkiraan. Ini mewakili penurunan permintaan keseluruhan hampir 11 MBPD antara 2021 dan 2045," jabarnya.

Di sisi lain pada tahun-tahun awal periode perkiraan, dia menerangkan pertumbuhan permintaan minyak akan didorong oleh Tiongkok. 

Kemudian pada periode selanjutnya, India akan mengambil peran utama karena pertumbuhan permintaan di Negeri Panda diperkirakan akan melambat secara signifikan.

"Bahkan, bisa saja berubah menjadi penurunan marjinal selama lima tahun terakhir dari periode perkiraan," ungkap dia.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER