Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

BERITA

22 Juli 2021|21:00 WIB

Industri Hulu Migas Mulai Bina Vendor Dalam Negeri

Nilai TKDN sektor hulu migas sepanjang Semester I 2021 tercatat sebesar 58%

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Faisal Rachman

ImageIlustrasi rig pengeboran minyak. dok.ist

JAKARTA – SKK Migas bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM (Ditjen Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menunaikan janjinya. Keduanya mulai mengimplementasikan Program Penilaian dan Pembinaan Bersama Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri Penunjang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Program tersebut bertujuan memastikan kemampuan serta memberikan pembinaan kepada penyedia barang atau jasa dalam negeri, agar dapat memenuhi kualifikasi kebutuhan operasi dan proyek hulu migas di Indonesia.

“Selain untuk terus meningkatkan penggunaan barang atau jasa dalam negeri, program ini juga menjadi bagian dari program ‘biro jodoh’ (business matchmaking.red) terhadap industri penunjang hulu migas,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/7).

Erwin menambahkan, program ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian ESDM melalui Keputusan Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 0013.K/73/DJM.S/2019. 

Menurutnya, peningkatan kapasitas penyedia barang atau jasa industri penunjang migas menjadi sangat penting, sehingga mereka dapat memiliki kompetensi yang mumpuni agar dapat digunakan dengan maksimal oleh KKKS.

“Kondisi harga minyak yang mulai membaik juga diharapkan akan meningkatkan aktivitas KKKS,” sambungnya.

Terkait metode pelaksanaan, dijelaskan Erwin, program penilaian dan pembinaan ini akan dijalankan oleh 20 KKKS terhadap pabrikan dalam negeri dari delapan komoditas yaitu chemical, electrical, instrumentation, mechanical, tubular-valve-fitting, rotating, structure, drilling subsurface.

Sementara KKKS yang terlibat adalah Eni, Premier, Pertamina, Petronas, JOB Pertamina - Medco Tomori, Repsol, HCML, Mubadala, Genting, Petrogas, BP, Inpex, Conocophillips, EMCL, Kangean, Medco, Chevron, PHR, Saka, dan Petrochina.

Nantinya, setiap KKKS akan melaksanakan program penilaian, kepada 2-3 pabrikan dalam negeri dan akan memberikan pembinaan sebagai continuous improvement sesuai kebutuhan hulu migas.

“Analisa gap dari hasil penilaian nanti diharapkan tidak hanya dari aspek teknikal bahkan juga dari aspek komersial. Sehingga penggunaan barang atau jasa dalam negeri dapat memberikan nilai tambah pada peningkatan efisiensi biaya operasi dan proyek hulu migas di Indonesia,” ungkap Erwin.

TKDN
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismu Kurnianto pun mendukung pelaksanaan program ini. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah yang sangat bagus, karena memicu penyeragaman standar proses dan kriteria penilaian.

Dengan begitu, barang atau jasa dalam negeri dapat digunakan di seluruh KKKS tanpa ada kendala perbedaan standarisasi lagi.

“Program ini diharapkan dapat menilai seluruh perusahaan penunjang hulu migas dalam negeri secara optimal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan barang atau jasa guna mendukung kelancaran operasi dan proyek KKKS di Indonesia,” terang Dwi.

Senada, Perwakilan KKKS, VP SCM and Assets Management Pertamina Sub Holding Kunadi juga memberikan dukungannya. Disampaikan Kunadi, pelaksanaan program penilaian dan pembinaan ini dapat mendukung meningkatkan capaian target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tahunan KKKS.

“Sampai dengan Kuartal II 2021 Pertamina Sub Holding Upstream sudah mencapai target TKDN tahun ini dengan keterlibatan lebih dari 100 penyedia barang atau jasa dalam negeri,” tandasnya.

Sementara, secara nasional, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengumumkan, nilai TKDN sektor hulu migas sepanjang Semester I 2021 tercatat sebesar 58%. 

Bila dihitung dari nilai pengadaan barang dan jasa pada hulu migas yang mencapai US$1,136 juta, perputaran investasi di industri penunjang nasional mencapai US$658,9 juta atau setara Rp9,62 triliun

“Nilai TKDN dari kegiatan-kegiatan hulu migas secara keseluruhan berada di atas target TKDN hulu migas 2021 sebesar 57%,” jelasnya, Jumat (22/7).

 


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA