Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 Mei 2022

12:02 WIB

Indonesia-Kanada Bahas Kerja Sama Dorong Pemulihan Ekonomi

Ada empat hal yang diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi baik kawasan ASEAN maupun Kanada.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Indonesia-Kanada Bahas Kerja Sama Dorong Pemulihan Ekonomi
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor dan Perdagangan Internasional Kanada, Mary Ng. Kemendag/Dok

BANGKOK – Indonesia mengajak Kanada untuk semakin mempererat kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN. Terutama, untuk menjamin agar pemulihan ekonomi global pasca pandemi covid-19 dapat dirasakan oleh negara-negara ASEAN dan Kanada. 

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi berharap, dapat bekerja sama dengan Kanada dalam mendorong pemulihan ekonomi kawasan di 70 tahun umur hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kanada. 

Hal itu diungkapkan Mendag Lutfi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng. Pertemuan bilateral tersebut diadakan di sela-sela Pertemuan Menteri-Menteri Perdagangan APEC (APEC MRT) di Bangkok, Thailand. 

“Kami berharap Indonesia dan ASEAN dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Kanada, untuk memastikan pemulihan ekonomi yang pesat di kawasan,” kata Mendag Lutfi dalam keterangan pers yang diterima, Jakarta, Senin (23/5).

Setidaknya, lanjutnya, ada empat hal yang diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan. Pertama, digitalisasi yang dijalankan karena ekonomi digital berperan sangat penting untuk menjalankan aksi pemulihan dan mengantisipasi adanya kendala-kendala di masa depan. 

Kedua, sektor kesehatan yang harus diperkuat sehingga dapat menanggulangi berbagai krisis tidak terduga. Ketiga, investasi yang memegang prinsip level playing field bagi negara berkembang maupun negara maju. 

"Keempat, inklusivitas dan keberlanjutan yang harus diwujudkan agar sustainable development goals dapat segera dicapai dan kesejahteraan bersama pada 2030 dapat diraih," paparnya.

Selain membahas pemulihan ekonomi, Mendag kedua negara juga membahas perkembangan terkini mengenai Perundingan Persetujuan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Kanada (ICA–CEPA). 

Mendag Lutfi mengapresiasi jalannya perundingan pertama pada 14-19 Maret 2022, yang berhasil mencari kesamaan pandangan kedua negara terhadap kebijakan perdagangan. Putaran kedua perundingan diagendakan pada paruh kedua 2022.

Turut dibahas perkembangan terbaru terkait persiapan Perundingan Persetujuan Perdagangan Bebas antara ASEAN dan Kanada (ACAFTA). Tim perunding ASEAN dan Kanada telah menyelesaikan dokumen Terms of Reference untuk Komite Perundingan Perdagangan, Rencana Kerja Tahun 2022, dan Struktur Perundingan ACAFTA.

Ketiga dokumen tersebut menjadi dokumen yang akan mendasari jalannya perundingan-perundingan ACAFTA mendatang. 

“Indonesia ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kanada karena telah menunjukkan fleksibilitas bagi jalannya diskusi terkait dokumen-dokumen tersebut di tengah perbedaan-perbedaan yang ada dan isu-isu yang sensitif,” ujar Mendag Lutfi.

Dukung UMKM
Selain itu, dibahas pula strategi APEC untuk mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mendag Lutfi menyampaikan kepada Menteri Ng, bahwa Indonesia mendukung prioritas utama yang sudah diambil APEC untuk pengembangan UKM, yaitu memastikan akses UKM ke pasar internasional dan rantai nilai global serta pembangunan inklusif untuk membangun digitalisasi.

Mendag Lutfi juga menyampaikan, Indonesia mengapresiasi dukungan Kanada terhadap Presidensi Indonesia di G20. “Kami harap semua negara anggota G20, termasuk Kanada, dapat membawa semangat yang sama untuk menyukseskan Presidensi Indonesia,” ungkap Lutfi. 

Hal tersebut disambut baik oleh Mendag Kanada dengan menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG1) 2022 di Solo, Jawa Tengah.

“Selamat kepada Indonesia atas penyelenggaraan TIIWG1 yang berlangsung dengan baik di Solo. Kanada akan terus mendukung G20 agar mencapai kesepakatan di bawah Presidensi Indonesia,” ujar Menteri Ng.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas persiapan menuju Pertemuan Menteri ke-12 WTO. Mendag Kanada menyampaikan, fokus kerja sama perdagangan Kanada saat ini antara lain terkait standar, lingkungan, dan tenaga kerja. Standar produk yang tinggi merupakan pelayanan yang baik untuk konsumen.  

“Standar produk yang baik di sini bukan hanya dilihat dari segi kualitas barang itu sendiri. Melainkan kami melihat secara keseluruhan dari proses produksi, yang melibatkan tenaga kerja ahli sampai kepada kontribusinya kepada lingkungan,” jelas Menteri Ng.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Kanada pada periode Januari-Maret 2022 tercatat sebesar US$942,66 juta, atau meningkat sebesar 32,54% dibandingkan periode yang sama di 2021 yang tercatat sebesar US$711,25 juta. 

Pada 2021, total perdagangan Indonesia dengan Kanada tercatat sebesar US$3,1 miliar. Produk ekspor unggulan Indonesia ke Kanada adalah karet alam, seragam olahraga, suku cadang motor, ban pneumatik, dan alas kaki. 

Sementara itu, produk impor unggulan Indonesia dari Kanada adalah gandum, pupuk, pulp kayu, kedelai, dan bijih besi.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta