Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|10:33 WIB

IHSG Terkoreksi Jelang Pengumuman Data Neraca Perdagangan Agustus

Saham campuran BUMN dan swasta dapat kembali dicermati hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageKaryawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (15/9) pagi, terkoreksi jelang pengumuman data neraca perdagangan Agustus 2021. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka melemah 5,19 poin atau 0,08% ke posisi 6.123,91. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turun 1,53 poin atau 0,18% ke posisi 868,77. 

"Dari sisi makroekonomi, investor hari ini menantikan rilis sejumlah data ekonomi bulan Agustus China seperti penjualan ritel, indeks harga properti, industrial production dan investasi pada aset tidak bergerak atau fixed asset investment. Dari dalam negeri, investor menantikan rilis data neraca perdagangan bulan Agustus," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (15/9), dikutip dari Antara

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka variatif dengan kecenderungan turun setelah indeks saham utama di Wall Street melemah, tertekan oleh penurunan harga saham di sektor finansial. 

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 4,7 bps menjadi 1,28% setelah data memperlihatkan bahwa laju kenaikan inflasi di AS sudah mulai mereda. 

Consumer Price Index (CPI) tumbuh 0,3% (mom) atau 5,3% (yoy) pada Agustus, sedikit lebih rendah dibandingkan Juli 0,5% (mom) atau 5,4% (yoy). 

Salah satu komponen yang mendorong penurunan CPI adalah harga mobil bekas dan truk yang turun 1,5%, mengakhiri kenaikan selama lima bulan beruntun. Data inflasi tersebut mendukung pandangan bahwa tekanan inflasi belakangan ini hanya bersifat sementara (transitory)

Data itu juga mengurangi tekanan atas bank sentral AS The Federal Reserve untuk mengumumkan awal dari tapering atau penarikan program pembelian obligasinya yang bernilai masif pada pertemuan kebijakan minggu depan. 

Akibatnya, investor menghadapi ketidakpastian mengenai kapan The Fed akan mulai melakukan tapering

Sementara itu, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Rabu (15/9), IHSG hari ini diprediksi menguat.   

"Secara teknikal, candlestick membentuk higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan," kata Dennies. 

Pergerakan pasar saham, lanjut dia, masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana tapering The Fed. Pergerakan juga akan didorong jumlah kasus covid-19 yang sudah menurun signifikan. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.139 hingga 6.150 dan level support di antara 6.088 hingga 6.108. 

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 291,67 poin atau 0,95% ke 30.378,43, indeks Hang Seng turun 293,29 poin atau 1,15% ke 25.208,94, dan indeks Straits Times meningkat 18,46 poin atau 0,6% ke 3.061,91. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA secara teknikal higher high dan higher low dengan volume yang menguat mengindikasikan potensi penguatan. 

"Jika tertarik membeli, masuk saham WIKA di harga Rp1.020 hingga Rp1.040, stop loss di Rp1.000. Target harganya dipatok di Rp1.080 hingga Rp1.100,” jelasnya.        

Kemudian, PT Pakuwon Jati Tbk atau PWON. Candlestick membentuk long white body mengidikasikan akan melanjutkan penguatan. Jika investor berminat mengoleksi saham PWON, Dennies menyarankan untuk masuk pada harga Rp462 hingga Rp470, stop loss di Rp456. Target harganya dipatok di Rp480 hingga Rp490.      

Terakhir, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF rebound di sekitar area support, menguat dan uji resistance terdekat. Dennies menyarankan masuk saham KLBF di harga Rp1.410 hingga Rp1.440 dan stop loss di Rp1.400. Target harganya dipatok di Rp1.500 hingga Rp1.530.

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran BUMN dan swasta. Untuk PT Bukit Asam Tbk atau PTBA, investor disarankan masuk di level Rp2.310–2.370 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp2.310, dengan batas risiko di Rp2.280.  

Perusahaan lain adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM yang disarankan dibeli di level Rp3.380–3.440. Batas risiko perdagangan TLKM hari ini di level Rp3.340.       

Selanjutnya, PT Indosat Tbk atau ISAT. Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham ISAT di level Rp6.750–6.975. Batas risiko perdagangan ISAT hari ini di level Rp6.650.    

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain JSMR di kisaran Rp3.870–3.930, PTPP di rentang harga Rp990–1.010, dan UNTR Rp20.700–21.400.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA