Selamat

Jumat, 24 September 2021

03 September 2021|10:29 WIB

IHSG Menguat, Terkerek Kenaikan Bursa Saham Global

Terdapat beberapa saham yang bisa dicermati pada perdagangan akhir pekan ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImagePekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta , Selasa (3/8/2021). ANTARAFOTO/Galih Pradipta

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Jumat (3/9) pagi, dibuka menguat, seiring kenaikan bursa saham global. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka naik 7,4 poin atau 0,12% ke posisi 6.085,63. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang meningkat 1,85 poin atau 0,21% ke posisi 864,71. 

"Rilis data ekonomi memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS perlahan mulai pulih dari krisis akibat pandemi covid-19," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (3/9), dikutip dari Antara

Jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran atau initial jobless claims mencapai 340 ribu klaim untuk minggu yang berakhir 28 Agustus. Lebih rendah dari ekspektasi 345 ribu klaim dan turun dari angka pada minggu sebelumnya 354 ribu klaim. 

Sedangkan, jumlah orang yang telah mencairkan tunjangan pengangguran paling tidak selama dua minggu beruntun (continuing claims) mencapai 2,75 juta klaim untuk minggu yang berakhir 21 Agustus. Jumlah ini lebih rendah dari estimasi 2,81 juta klaim dan angka pada minggu sebelumnya 2,91 juta klaim. 

Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik lebih dari US$1 per barel didorong oleh optimisme mengenai pertumbuhan ekonomi global di tengah pandemi covid-19. Itu terlihat dari keputusan negara penghasil minyak dan Rusia (OPEC+) yang menaikkan proyeksi permintaan minyak dunia pada 2022. 

Selain itu, data dari Energy Information Administration (EIA) memperlihatkan persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel minggu lalu, lebih besar dari ekspektasi dan penyimpanan berada pada level terendah sejak September 2019. 

Fokus perhatian investor tentunya tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) nanti malam dengan ekonomi AS diramalkan menambah 725 ribu pekerja bulan lalu setelah merekrut 943 ribu pekerja pada Juli. 

Tingkat pengangguran diprediksi turun menjadi 5,2% dari 5,4% pada Juli. Rata-rata upah per jam (average hourly earnings) diyakini akan tumbuh 0,3% (mom) atau 4% (yoy) pada Agustus. 

Selain data NFP, investor juga akan menantikan rilis data Caixin/Markit Services PMI China untuk Augustus dan rilis data penjualan ritel Juli Australia. 

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (3/9), IHSG hari ini diprediksi melemah. 

"Secara teknikal, candlestick membentuk lower high dan lower low mengindikasikan potensi akan kembali melemah," kata Dennies. 

Investor, lanjut dia, masih akan mencermati perkembangan terkait kebijakan pengurangan stimulus atau tapering di Amerika Serikat serta kasus covid-19. Investor akan mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan dan data pekerjaan yang akan dirilis jelang akhir pekan. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.107 hingga 6.136 dan level support di antara 6.024 hingga 6.051. 

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain Indeks Nikkei menguat 130,42 poin atau 0,46% ke 28.673,93, indeks Hang Seng turun 145,21 poin atau 0,56% ke 25.945,22, dan indeks Straits Times terkoreksi 9,06 poin atau 0,29% ke 3.079,78. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Matahari Putra Prima Tbk atau MPPA. Candlestick membentuk doji, namun trend penguatan masih cukup kuat menguji resistance terdekat. 

"Jika tertarik membeli, masuk saham MPPA di harga Rp940 hingga Rp960, stop loss di Rp930. Target harganya dipatok di Rp1.000 hingga Rp1.030,” jelasnya. 

Kemudian, PT Adaro Energy Tbk atau ADRO. Candlestick membentuk higher high dan higher low masih berpotensi menguat dan uji resistance terdekat. 

Jika investor berminat mengoleksi saham ADRO, Dennies menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.300 hingga Rp1.320, stop loss di Rp1.290. Target harganya dipatok di Rp1.350 hingga Rp1.370. 

Terakhir, candlestick PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF membentuk long white body dengan didukung indicator stochastic yang membentuk goldencross. Dennies menyarankan masuk saham KLBF di harga Rp1.350 hingga Rp1.370 dan stop loss di Rp1.335. Target harganya dipatok di Rp1.410 hingga Rp1.440. 

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran BUMN dan swasta. Untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN, investor disarankan masuk di level Rp1.390–1.425 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp1.390, dengan batas risiko di Rp1.375. 

Perusahaan lain adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR yang disarankan dibeli di level Rp3.900–3.950. Batas risiko perdagangan JSMR hari ini di level Rp3.840. 

Selanjutnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR. Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham SMGR di level Rp8.975–9.150. Batas risiko perdagangan SMGR hari ini di level Rp8.825. 

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain ASII di kisaran Rp5.200–5.250, UNTR di rentang harga Rp20.150–20.325, dan ADRO Rp1.280–1.320.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA