Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

23 September 2021|10:46 WIB

IHSG Menguat Pasca Pernyataan Hawkish The Fed

Saham yang didominasi BUMN dapat dicermati hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageKaryawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Kamis (23/9) pagi, menguat pasca pernyataan hawkish bank sentral Amerika Serikat The Fed. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 9,38 poin atau 0,15% ke posisi 6.117,64. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,13 poin atau 0,25% ke posisi 864,31. 

"Investor mencerna hasil pertemuan kebijakan bank sentral AS The Fed. The Fed mempertahankan suku bunga acuan Federal Fund rate serta memberi sinyal akan mulai mengurangi (tapering) program pembelian obligasi paling cepat pada bulan November dan akan berakhir sekitar pertengahan tahun 2022," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (23/9), dikutip dari Antara

The Fed juga melihat hingga akhir 2024, akan ada enam atau tujuh kali kenaikan suku bunga acuan. 

Dalam proyeksi ekonomi terkininya, The Fed memprediksi pertumbuhan ekonomi (PDB) AS akan mencapai 5,9% pada 2021, turun dari pertumbuhan 7% seperti yang diprediksikan pada Juni. 

Tingkat pengangguran tahun ini diperkirakan akan berada di 4,8%, dibandingkan dengan proyeksi Juni yang 4,5%. 

Core Personal Consumption Expenditures (Core PCE), indikator yang digunakan The Fed untuk mengukur inflasi, kemungkinan besar akan naik 4,2% pada 2021 sebelum melambat menjadi 2,2% pada 2022. 

Angka Core PCE itu direvisi ke atas dari proyeksi pada Juni, yaitu masing-masing 3,4% pada 2021 dan 2,1% pada 2022. 

Investor juga masih memantau perkembangan terkini dari krisis utang yang melilit China Evergrande, salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di China. Kekhawatiran sempat mereda setelah Evergrande mengeluarkan pernyataan telah membayar bunga atas obligasi domestik. 

Fokus investor sekarang tertuju pada pembayaran bunga atas obligasi dalam mata uang dolar AS yang akan segera jatuh tempo. 

Bank sentral China (PBoC) telah menyuntikkan 90 milar yuan ke dalam industri perbankan untuk menjaga likuiditas dan menenangkan pasar. 

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Kamis (23/9), IHSG hari ini diprediksi menguat.    

"Secara teknikal, candlestick membentuk higher high dan higher low mengindikasikan ada potensi menguat jangka pendek. Namun, penguatan diperkirakan hanya bersifat sementara," kata Dennies. 

Pergerakan pasar saham, lanjut dia, masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana Tapering The Fed dan akan dipengaruhi akan keputusan suku bunga The Fed. Kekhawatiran akan kasus gagal bayar Evergrande sedikit memudar. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.134 hingga 6.160 dan level support di antara 6.032 hingga 6.070. 

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Hang Seng menguat 427,15 poin atau 1,76% ke 24.648,69, indeks Shanghai naik 32,16 poin atau 0,89% ke 3.660,65, dan indeks Straits Times meningkat 26,67 poin atau 0,87% ke 3.074,72. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Erajaya Swasembada Tbk atau ERAA. Pada saham ini, candlestick membentuk higher high dan higher low didukung kenaikan volume berpotensi melanjutkan penguatan.  

"Jika tertarik membeli, masuk saham ERAA di harga Rp580 hingga Rp600, stop loss di Rp570. Target harganya dipatok di Rp620 hingga Rp640,” jelasnya.       

Kemudian, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA rebound di sekitar level support, berpotensi kembali menguat. Jika investor berminat mengoleksi saham WIKA, ia menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.080 hingga Rp1.100, stop loss di Rp1.070. Target harganya dipatok di Rp1.150 hingga Rp1.170.      

Terakhir, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF mengalami koreksi, uji support terdekat. Dennies menyarankan masuk saham KLBF di harga Rp1.410 hingga Rp1.440 dan stop loss di Rp1.400. Target harganya dipatok di Rp1.500 hingga Rp1.530.     

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham yang didominasi BUMN. Untuk PT Bukit Asam Tbk atau PTBA, investor disarankan masuk di level Rp2.300–2.350 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp2.300, dengan batas risiko di Rp2.270. 

Perusahaan lain adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, yang disarankan dibeli di level Rp6.000–6.075. Batas risiko perdagangan BMRI hari ini di level Rp5.925.   

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham BBRI di level Rp3.540–3.610. Batas risiko perdagangan BBRI hari ini di level Rp3.500. 

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain JSMR di kisaran Rp3.840–3.920, TINS di rentang harga Rp1.480–1.515, dan CTRA Rp915–930.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA