Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

BERITA

11 Juni 2021|10:40 WIB

IHSG Menguat Ikuti Kenaikan Indeks Saham Wall Street

Saham campuran antara BUMN dan swasta dapat dicermati pada perdagangan akhir pekan

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageLayar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. ANTARAFOTO/Dok

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Jumat (11/6) pagi, bergerak menguat mengikuti kenaikan indeks saham Wall Street di Amerika Serikat.

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 10,84 poin atau 0,18% ke posisi 6.118,38. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 3,42 poin atau 0,38% ke posisi 908,84.

"Reaksi pasar atas rilis data inflasi bulan Mei AS tidak terlalu negatif dibanding dengan reaksi atas rilis data inflasi AS bulan April, karena investor memiliki pandangan lonjakan laju inflasi AS dianggap tidak cukup untuk mengubah sikap atau stance kebijakan kebijakan moneter The Fed bahwa inflasi akan bersifat sementara," tulis Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (11/6), seperti dikutip dari Antara.

Akibatnya, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS turun menjadi 1,44%, terendah dalam tiga bulan terakhir.

Indeks Harga Konsumen AS naik 0,6% (mom) setelah tumbuh 0,8% (mom) pada April, yang merupakan kenaikan terbesar sejak 2009. Inflasi inti naik 0,7% (mom), melebihi ekspektasi 0,5%.

Secara tahunan atau year on year/yoy inflasi melompat 5%, tertinggi sejak Agustus 2008, karena lower base effect atau angka inflasi Mei 2020 yang rendah. Sedangkan inflasi inti naik 3,8%, tertinggi sejak 1992.

Dari pasar tenaga kerja AS, data memperlihatkan jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir 5 Juni lalu sebanyak 376 ribu, lebih rendah dari estimasi 370 ribu dan jumlah 385 ribu di minggu sebelumnya. Angka klaim tunjangan pengangguran sudah mencatatkan penurunan selama enam minggu beruntun.

Selanjutnya, jumlah orang yang mencairkan tunjangan pengangguran paling tidak selama dua minggu beruntun untuk minggu yang berakhir 22 Mei mencapai 3,5 juta, lebih rendah dari estimasi 3,66 juta dan turun dari 3,76 juta pada minggu sebelumnya.

Investor juga mencerna hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang mempertegas pembelian obligasi senilai €1,85 triliun di bawah Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) akan berlanjut selama tiga bulan ke depan hingga September. Laju pembelian juga akan lebih cepat di banding pembelian di awal tahun. Dengan kata lain, ECB menjanjikan aliran dana stimulus yang stabil selama musim panas ini.

ECB merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro untuk tahun ini menjadi 4,6% dari 4% pada Maret lalu. Sementara untuk tahun depan, pertumbuhan ekonomi direvisi menjadi 4,7% dari 4,1%.

ECB juga menaikkan pertumbuhan inflasi tahun ini menjadi 1,9%, sejalan dengan target inflasi mereka dan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 1,2%.

IHSG hari ini diperkirakan masih dalam tren menguat atau bullish di kisaran level support 6.048 dan level resisten 6.141.

Senada, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (11/6), IHSG hari ini diprediksi menguat.

"IHSG diperkirakan kembali menguat setelah rebound di support moving average 50," katanya.

Pergerakan, lanjut Dennies, masih akan didukung sentimen pembagian dividen oleh emiten. Investor akan mencermati hasil rilis data inflasi dari Amerika Serikat yang menjadi kekhawatiran beberapa pekan terakhir.

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.141 hingga 6.124 dan level support di antara 6.047 hingga 6.077.  

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 52,46 poin atau 0,18% ke 29.011,02, indeks Hang Seng naik 124,32 poin atau 0,43% ke 28.863,2, dan indeks Straits Times meningkat 3,87 poin atau 0,12% ke 3.166,37.

Rekomendasi Saham
Dennies mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Matahari Putra Prima Tbk atau MPPA mengalami koreksi setelah breakout resistance, diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan.

Jika investor berminat mengoleksi saham MPPA, Dennies menyarankan untuk masuk di harga Rp1.190 hingga Rp1.220, stop loss di Rp1.170. Target harganya dipatok di Rp1.300 hingga Rp1.330.

Kemudian, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk atau ISSP mulai menguat setelah rebound di sekitar trend konsolidasi, didukung indicator stochastic yang membentuk goldencross. Investor bisa masuk saham ISSP di harga Rp272 hingga Rp280, stop loss di Rp266. Target harganya dipatok di Rp300 hingga Rp310.

Terakhir, PT Medco Energi International Tbk atau MEDC berhasil menyentuh level resistance, investor bisa Sell/Take Profit. Dennies menyarankan masuk saham MEDC di harga Rp680 hingga Rp695 dan stop loss di Rp665. Target harganya dipatok di Rp740 hingga Rp760.

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran antara BUMN dan swasta. Untuk PT Astra International Tbk atau ASII, investor disarankan masuk di level Rp5.300–5.400 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp5.300, dengan batas risiko di Rp5.225.

Perusahaan lain adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang disarankan dibeli di level Rp5.600–5.675. Batas risiko perdagangan BBNI hari ini di level Rp5.525.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI. Valbury menyarankan membeli saham BBRI di level Rp4.230–4.300. Batas risiko perdagangan BBRI hari ini di level Rp4.200.

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain PGAS di kisaran Rp1.130–1.150, WIKA di rentang harga Rp1.260–1.295, dan JPFA Rp2.060–2.100.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA