Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

24 September 2021|10:45 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Ikuti Kenaikan Bursa Global

Berikut sederet saham BUMN yang dapat dicermati pada perdagangan akhir pekan.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

ImageKaryawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan, diprediksi menguat mengikuti kenaikan bursa saham global. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka melemah 0,43 poin atau 0,01% ke posisi 6.142,29. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,27 poin atau 0,03% ke posisi 865,78. 

"IHSG kami perkirakan bergerak menguat mengikuti bursa global dan regional, serta kenaikan beberapa harga komoditas yang dapat menjadi perhatian untuk saham-saham berbasis komoditas," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (24/9). 

Bursa saham AS semalam ditutup menguat karena para investor sudah mengantisipasi keputusan The Fed yang mengurangi pembelian obligasi akhir tahun ini namun tetap mempertahankan suku bunga di level rendah. 

Selain itu, kekhawatiran kasus Evergrande mereda setelah raksasa pengembang properti China itu menyelesaikan pembayaran obligasi lokal. 

Di sisi lain, data klaim tunjangan pengangguran awal AS pada pekan yang berakhir 18 September 2021 lalu menjadi 351 ribu klaim, naik dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 335 ribu klaim dan lebih besar dari perkiraan konsensus sebesar 320 ribu klaim. 

Sedangkan, PMI Manufaktur AS sedikit menurun menjadi 60,5 poin pada September dari 61,1 poin pada Agustus 2021. 

Dari pasar komoditas mayoritas menguat. Harga minyak Brent, minyak WTI, minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan timah naik. 

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (24/9), IHSG hari ini diprediksi menguat.     

"Secara teknikal, candlestick membentuk higher high dan higher low serta indikator stochastic telah mencapai area overbought mengindikasikan masih bisa menguat, namun dengan rentang yang terbatas," kata Dennies. 

Pergerakan, lanjut dia, juga akan dibayangi Info terbaru The Fed memberikan sinyal Tapering diperkirakan akan dimulai pada bulan November sampai dengan pertengahan 2022. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.166 hingga 6.197 dan level support di antara 6.104 hingga 6.123. 

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 536,33 poin atau 1,81% ke 30.175,73, indeks Hang Seng turun 93,3 poin atau 0,38% ke 24.417,68, dan indeks Straits Times terkoreksi 2,64 poin atau 0,09% ke 3.073,8. 

Rekomendasi Saham

Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Erajaya Swasembada Tbk atau ERAA. Pada saham ini, breakout resistance berpotensi melanjutkan penguatan. 

"Target Price/Stop Loss/Entry Level upgraded. Jika tertarik membeli, masuk saham ERAA di harga Rp620 hingga Rp640, stop loss di Rp610. Target harganya dipatok di Rp660 hingga Rp680,” jelasnya.        

Kemudian, sama seperti ERAA, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA breakout resistance berpotensi melanjutkan penguatan. Target Price/Stop Loss/Entry Level upgraded. 

Jika investor berminat mengoleksi saham WIKA, ia menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.150 hingga Rp1.170, stop loss di Rp1.135. Target harganya dipatok di Rp1.225 hingga Rp1.250.       

Terakhir, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF mengalami koreksi, breakdown support. Investor bisa Sell/Take Profit. Dennies menyarankan masuk saham KLBF di harga Rp1.410 hingga Rp1.440 dan stop loss di Rp1.400. Target harganya dipatok di Rp1.500 hingga Rp1.530.      

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham BUMN. Untuk PT Bukit Asam Tbk atau PTBA, investor disarankan masuk di level Rp2.390–2.420 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp2.390, dengan batas risiko di Rp2.350.  

Perusahaan lain adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN, yang disarankan dibeli di level Rp1.365–1.375. Batas risiko perdagangan BBTN hari ini di level Rp1.325.    

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham BBRI di level Rp3.650–3.770. Batas risiko perdagangan BBRI hari ini di level Rp3.610.  

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain PGAS di kisaran Rp1.105–1.130, WIKA di rentang harga Rp1.115–1.160, dan ANTM Rp2.260–2.290. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA