Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|10:19 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Didorong Aksi Beli Asing

Berikut saham BUMN dan swasta yang dapat dicermati investor hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageKaryawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/6/2021). ANTARAFOTO/Reno Esnir

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Kamis (14/10) berpeluang menguat, didorong berlanjutnya aksi beli investor asing. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 15,31 poin atau 0,23% ke posisi 6.552,21. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 3,3 poin atau 0,34% ke posisi 963,81. 

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat hari ini, seiring dengan masih berlanjutnya akumulasi net buy investor asing, terutama di sektor perbankan dan komoditas," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (14/10). 

Bursa AS ditutup bervariasi semalam. Musim laporan keuangan di AS dimulai oleh JPMorgan dan Delta Air Lines, yang telah merilis laporan keuangannya untuk periode kuartal III-2021 pada Rabu (13/10) malam. Sejumlah emiten lain akan merilis laporan keuangannya hari ini (14/10), diantaranya Citigroup, Bank of America, dan Morgan Stanley. 

Data inflasi AS periode September 2021 mencapai 0,4% (mom) atau 5,4% (yoy), sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya 0,3% (mom) atau 5,4% (yoy). 

Sementara itu, risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed yang dirilis semalam menunjukkan bank sentral AS berpotensi memulai proses tapering pada pertengahan November. 

Dari pasar komoditas, harga minyak WTI ditutup menguat tipis. Begitu juga dengan batu bara, emas, dan CPO, sementara nikel relatif datar. 

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian covid-19 pada Rabu (13/10) kemarin, mencapai 1.233 kasus, sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 4,23 juta kasus. 

Sedangkan, jumlah kasus meninggal akibat terpapar covid-19 mencapai 48 kasus, sehingga totalnya mencapai 142.811 kasus. Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.259 kasus, sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif covid-19 mencapai 20.551 kasus. 

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 102,69 juta orang dan vaksin dosis kedua 59,41 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin. 

Berbeda dengan Tim Riset Samuel Sekuritas, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Kamis (14/10), IHSG hari ini diprediksi melemah.

"Secara teknikal, tren penguatan mulai terbatas dalam jangka pendek, candle stick membentuk shooting star serta indikator stochastic bergerak di area overbought mengindikasikan potensi koreksi," kata Dennies. 

Investor, lanjut dia, diperkirakan akan melakukan profit taking dikarenakan penguatan dua pekan terakhir sudah cukup signifikan. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.593 hingga 6.650 dan level support di antara 6.434 hingga 6.485. 

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 260,85 poin atau 0,93% ke 28.401,13, indeks Shanghai turun 6,41 atau 0,18% ke 3.555,35, dan indeks Straits Times terkoreksi 8,14 poin atau 0,26% ke 3.148,28. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS. Pada saham ini, mengalami koreksi dan breakdown support baru. 

Dennies menyarankan investor dapat Sell/Take Profit. Jika tertarik membeli, masuk saham PGAS di harga Rp1.520 hingga Rp1.550, stop loss di Rp1.500. Target harganya dipatok di Rp1.520 hingga Rp1.550.

Kemudian, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA mengalami koreksi, namun masih bertahan di atas level support yang baru. Jika investor berminat mengoleksi saham WIKA, ia menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.350 hingga Rp1.380, stop loss di Rp1.335. Target harganya dipatok di Rp1.440 hingga Rp1.480.      

Terakhir, PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR. Candlestick membentuk long white body, rebound di area support didukung kenaikan volume dan indikator stochastic yang membentuk goldencross, mengindikasikan potensi bullish

"Jika tertarik membeli, masuk saham SMGR di harga Rp8.250 hingga Rp8.400 dan stop loss di Rp8.150. Target harganya dipatok di Rp8.800 hingga Rp9.000," jelasnya.      

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran BUMN dan swasta. Untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN, investor disarankan masuk di level Rp1.610–1.675 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp1.610, dengan batas risiko di Rp1.580.  

Perusahaan lain adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, yang disarankan dibeli di level Rp4.240–4.280. Batas risiko perdagangan BBRI hari ini di level Rp4.200.   

Selanjutnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR. Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham SMGR di level Rp8.050–8.300. Batas risiko perdagangan SMGR hari ini di level Rp7.925.      

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain UNVR di kisaran Rp5.000–5.250, GGRM di rentang harga Rp33.775–34.525, dan KLBF Rp1.360–1.385.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER