Selamat

Jumat, 24 September 2021

09 September 2021|08:34 WIB

Hingga 6 September 2021, Realisasi KUR Capai Rp176,92 Triliun

Realisasi KUR telah mencapai 62,08% dari target perubahan pada tahun 2021 sebesar Rp285 triliun.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi UMKM. Pembuatan tempat minum (tumbler) dari bahan bambu di MQ Art Bamboo, di Situgede, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/9/2021). ANTARAFOTO/Arif Firmansyah

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR hingga 6 September 2021 mencapai Rp176,92 triliun dengan 4,73 debitur.

Capaian tersebut merupakan 69,93% dari target penyaluran pada tahun ini yang dipatok sebesar Rp253 triliun atau telah mencapai 62,08% dari target perubahan di tahun 2021 sebesar Rp285 triliun.

"Pemerintah terus mengupayakan agar KUR dapat dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat yang menjalankan usaha produktif, termasuk usaha rintisan atau startup, untuk menumbuhkan minat kewirausahaan dan mendorong pengembangan usaha hingga naik kelas," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (8/9).

Ia menuturkan, pemerintah telah melakukan berbagai relaksasi kebijakan untuk mendorong UMKM agar terus tumbuh walaupun pada kondisi pandemi seperti saat ini. Relaksasi kebijakan KUR antara lain peningkatan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta. Juga, tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% pada tahun 2020 dan 3% pada tahun 2021.

Selain itu, terdapat penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR, serta relaksasi persyaratan administrasi.

"Relaksasi kebijakan KUR tersebut merupakan bukti keberpihakan pemerintah kepada UMKM agar dapat pulih dan tumbuh cepat di tengah pandemi," terangnya.

Lebih lanjut, Airlangga bilang, pengendalian kesehatan yang dibarengi dengan kebijakan pemulihan ekonomi mulai membuahkan hasil positif.

Perekonomian Indonesia, sambungnya, menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 mencapai sebesar 7,07% secara tahunan (year on year/yoy). Semua komponen aggregate demand yaitu konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi, ekspor dan impor menunjukkan pertumbuhan positif, demikian juga di sisi supply.

Dalam program pemulihan ekonomi nasional, dukungan dunia UMKM disebut menjadi salah satu prioritas pemerintah. Peran UMKM pada perekonomian Indonesia cukup besar. Kontribusinya pada PDB 2019 mencapai 60,51%. UMKM juga berkontribusi menyerap 96,92% dari total tenaga kerja.

Airlangga mengatakan, kondisi tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas UMKM di tengah pandemi covid-19.

"Harapannya, ketika UMKM bisa bangkit dan tumbuh maka akan mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Ia melanjutkan, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan, seperti melalui Ikatan Alumni ITB. Sinergi ini diharapkan juga dapat berperan dalam upaya peningkatan penyaluran KUR untuk UMKM, sehingga pemulihan ekonomi nasional dapat diakselerasi pada masa pandemi covid-19.

Sinergi pemerintah dengan anggota Ikatan Alumni ITB, lanjutnya, merupakan upaya untuk mengakselerasi penyaluran KUR. Khususnya, untuk pihak yang akan merintis usaha maupun yang sudah memiliki usaha namun sedang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

Kegiatan tersebut juga dinilai sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan lembaga penyalur KUR untuk memberikan informasi dan pemahaman KUR agar penyalurannya dapat dioptimalkan.

"Hal ini sekaligus merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar dapat bangkit dalam masa pandemi covid-19 melalui pembiayaan usaha sehingga dapat memperkuat aktivitas ekonominya," ucap Airlangga.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER