Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

10:42 WIB

Harga Minyak Naik Di Asia Karena Ketidakpastian Persediaan

Kenaikan harga minyak dunia membuat beban subsidi dalam APBN meningkat

Editor: Fin Harini

Harga Minyak Naik Di Asia Karena Ketidakpastian Persediaan
Ilustrasi pengeboran minyak. Shutterstock/Dok

SINGAPURA – Harga minyak naik sedikit di awal perdagangan Asia pada Jumat pagi (24/6), karena negara-negara berusaha untuk mengatasi keterbatasan pasokan minyak mentah dan bahan bakar global.

Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Brent naik 39 sen atau 0,4%, dan diperdagangkan di US$110,44 per barel pada pukul 00.12 GMT. 

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 37 sen atau 0,4%, dan diperdagangkan di US$104,31 per barel.

OPEC dan negara-negara produsen sekutu termasuk Rusia kemungkinan akan tetap pada rencana untuk mempercepat peningkatan produksi pada Agustus, dengan harapan mengurangi harga minyak mentah dan inflasi ketika Presiden AS Joe Biden berencana untuk mengunjungi Arab Saudi, kata sumber.

Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ sepakat pada pertemuan terakhirnya pada 2 Juni untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari pada Juli, atau 7% dari permintaan global, dan dengan jumlah yang sama pada Agustus. Angka ini naik dari rencana awal untuk menambah 432.000 barel per hari selama tiga bulan sampai September.

Baca Juga: Embargo Minyak Uni Eropa ke Rusia Dorong ICP Mei Ke US$109,61

Namun, kelompok tersebut telah kesulitan untuk mencapai target kenaikan bulanan karena kurangnya investasi di ladang minyak oleh beberapa anggota OPEC. Hilangnya pasokan dari Rusia juga membuat OPEC+ tidak mampu memenuhi target.

Para penyuling minyak utama AS dan Menteri Energi Jennifer Granholm muncul dari pertemuan darurat mengenai masalah tersebut tanpa solusi konkret untuk menurunkan harga, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, tetapi kedua pihak sepakat untuk bekerja sama.

Perkiraan mingguan resmi untuk persediaan minyak AS dijadwalkan akan dirilis pada Kamis (23/6/2022) tetapi masalah teknis akan menunda angka-angka itu hingga minggu depan, kata Badan Informasi Energi AS, tanpa memberikan garis waktu yang spesifik.

Baca Juga: Pertamina Pastikan BBM Dan LPG Bersubsidi Tepat Sasaran

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, Tutuka Ariadji menyebutkan harga minyak dunia melonjak hingga rata-rata pada Januari-Mei tahun 2022 mencapai US$101,45 per barel. Angka ini jauh di atas asumsi APBN 2022 sebesar US$63 per barel.

Kenaikan ini tak pelak membuat subsidi BBM dan LPG ini membengkak lantaran tidak dibarengi dengan kenaikan harga BBM dan LPG bersubsidi di dalam negeri.

“Kebijakan subsidi diterapkan untuk jenis BBM Minyak Solar yang saat ini dijual dengan harga Rp5.150 per liter, sedangkan kebijakan kompensasi diterapkan untuk jenis BBM Pertalite yang dijual seharga Rp7.650 per liter,” terangnya, Rabu (23/6).

Sementara terkait LPG 3 kg, Tutuka menjelaskan harga keekonomian LPG 3 kg sebesar Rp17.677 per kg. Angka ini berdasarkan HIP Mei sebesar US$855,8 per MT dan kurs Rp14.535.

Harga jual LPG 3 kg ke masyarakat sebesar Rp4.250 per kg, sehingga pemerintah harus menanggung besaran subsidi sebesar Rp13.427 per kg. Realisasi subsidi LPG 3 kg hingga akhir Mei 2022 sebesar Rp39.192 triliun.

“Seperti halnya BBM tertentu, pemerintah menerapkan kebijakan subsidi untuk LPG 3 kg dengan tujuan untuk kestabilan harga dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang kurang mampu. Sebagai informasi, sejak tahun 2007 atau sudah 15 tahun, harga jual LPG 3 kg tidak mengalami kenaikan,” paparnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS