Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

01 Oktober 2021|14:03 WIB

GoTo Siap Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Digitalisasi

Selama pandemi ada lebih dari empat juta mitra baru yang tergabung di ekosistem GoTo

Oleh: Fin Harini

ImagePengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (2 8/5/2021). ANTARAFOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA – GoTo menggelar gerakan #BangkitBersama untuk mendorong lebih banyak UMKM masuk dalam ekosistem digital. Diharapkan, langkah tersebut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Kami melihat, digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi, bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional, dan pengelolaan," ujar Chief Executive Officer (CEO) GoTo dan CEO GoTo Financial Andre Sulistyo di Jakarta, Jumat (1/10), dikutip dari Antara.

Andre menyampaikan, perseroan ingin terus berinovasi agar bisa menjadi jembatan bagi pelaku UMKM. Lewat gerakan #BangkitBersama yang disusun supaya juga bisa fokus di daerah, agar lebih banyak UMKM dapat masuk ke ekosistem.

Selama pandemi covid-19, lebih dari empat juta UMKM baru bergabung di Gojek, Tokopedia, dan GoTO Financial, bahkan mayoritas dari mereka pelaku usaha baru.

Fokus gerakan #BangkitBersama didasari fakta bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, yang harus terus diperkuat agar bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dan mampu bersaing dengan brand global.

Apalagi, pandemi juga memukul UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner (43,09%), jasa (26,02%), dan fesyen (13,01%).

Pendapat senada diungkapkan CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya. Menurutnya, selama 19 bulan pandemi covid-19, banyak UMKM yang terus berjuang dan tidak menyerah karena keadaan dan akhirnya justru melakukan digitalisasi dalam usahanya.

Padahal, lanjut William, mereka dihadapkan pada dilema antara mengutamakan kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi.

"Kenyataannya, kesehatan dan ekonomi harus berjalan selaras. Bahkan, selama pandemi ada lebih dari empat juta mitra baru yang tergabung di ekosistem GoTo. Menariknya, 86% diantaranya merupakan pengusaha baru, tadinya tidak punya usaha menjadi punya usaha," ujar William.

Ia menambahkan, jutaan mitra baru tersebut mungkin sebelumnya adalah pekerja kantoran yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tapi harus mencari cara untuk bertahan di masa pandemi. Hal itu pun menjadi inspirasi bagi pihaknya bagaimana mereka bangkit dari keadaan tersebut.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatatkan per Juli 2021, sudah terdapat sekitar 15,3 juta unit UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital atau sekitar 23,9% dari total UMKM yang ada di Indonesia.

Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2024 mendatang.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA