Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

13:39 WIB

Erick Thohir: Pasar Digital BUMN Dorong UMKM Naik Kelas 

Sejauh ini, sekitar 40.000 UMKM sudah bergabung dalam program Pasar Digital UMKM. Sebanyak 92 BUMN dan anak usahanya sudah menyalurkan pembiayaan Rp24,4 triliun sepanjang tahun 2022

Editor: Faisal Rachman

Erick Thohir: Pasar Digital BUMN Dorong UMKM Naik Kelas 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. dok. Antara/Dhemas Reviyanto

JAKARTA – Inklusi keuangan dan penguatan bisnis untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah menjadi menjadi keniscayaan. Saat ini, langkah agar pelaku UMKM untuk naik kelas tersebut bisa dilakukan lewat digitalisasi. 

Cara inilah yang dijalankan Menteri BUMN Erick Thohir dengan berbagai program yang disiapkan oleh Kementerian BUMN. Salah satu program tersebut adalah Program Pasar Digital atau PaDI UMKM. 

Program ini menjadi salah satu sarana mengarahkan bisnis UMKM pada kepastian dan keberlanjutan usaha. Program PaDI UMKM ini juga sejak awal mampu mendorong transformasi BUMN dalam membentuk ekosistem yang melibatkan UMKM.

Hingga saat ini, sebanyak 40.000 UMKM sudah bergabung dalam program Pasar Digital UMKM. Bersama 92 perusahaan dan anak perusahaan BUMN sudah menyalurkan pembiayaan Rp24,4 triliun sepanjang tahun 2022. 

“Dengan target tahun ini (2023), Insyaallah, mencapai Rp50 triliun,” kata Erick dalam sambutan pada acara BRI Microfinance Outlook 2023, dengan tema ”Financial Inclusion and ESG: The Road to Equitable Economic Prosperity, Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Erick menambahkan, transformasi program kolaborasi UMKM bersama BUMN dalam Program PaDI tidak sekadar membantu menyerap produk dari UMKM. Program ini juga menjaga agar BUMN tidak bersikap sebagai menara gading yang tinggi menjulang dan tak tersentuh oleh rakyat. 

“BUMN bukan menara gading yang tidak tersentuh oleh rakyat. PaDI UMKM juga menjaga agar dapat membantu perjalanan kita menuju Indonesia yang merdeka dan berdaulat,” ujarnya. 

Usaha Rakyat
Erick mengungkapkan dirinya lega dan gembira karena pembicaraan mengenai inklusi keuangan semakin mengarah dan menajam kepada UMKM. Hal ini menurutnya penting, mengingat UMKM merupakan arena kehidupan rakyat, arena perekonomian masyarakat, dan arena untuk mempercayakan harapan besar kala bertahan dengan usaha sendiri. 

“(UMKM itu) bukan hanya untuk melompat jauh dengan inovasi. Seringkali, usaha rakyat ini dilakukan hanya untuk bertahan hidup sehari-hari,” lanjutnya. 

Untuk memperkuat inklusi keuangan pada UMKM ini, Erick menekankan peran BRI sebagai Holding Keuangan Ultra Mikro. Sebab BRI, sejak awal, telah konsisten berfokus pada pengembangan perekonomian dan keuangan rakyat.

“Terutama dalam menjalankan target kita dalam menyalurkan pembiayaan dan pendampingan hingga kini. BRI berhasil mengintegrasikan 34 juta nasabah dari target 50 juta nasabah melalui holding ultra mikro,” tuturnya. 

Ke-34 juta nasabah holding ultra mikro itu, terdiri atas 14 juta nasabah mikro BRI, lalu 6,8 juta nasabah mikro PT Pegadaian (Perseroan), dan 13 juta nasabah PNM Mekaar. Khusus untuk PNM Mekaar tercatat sudah menyalurkan Rp156,79 triliun dengan tujuan khusus meningkatkan talenta serta kemampuan ibu-ibupreneur dan perempuan Indonesia dalam berusaha. 

“Ini wujud kemajuan yang memiliki harapan ketika kita bicara mengenai inklusi keuangan. Maka dari itu, kita harus lebih memastikan program-program inklusif yang mendorong UMKM naik kelas, dapat berjalan berkelanjutan. Karena melalui UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat juga lah dapat kita atasi persoalan yang dihadapi, hingga meraih Indonesia merdeka dan berdaulat,” ujar Erick.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengataka,n BUMN memiliki peran penting dalam membangkitkan ekonomi nasional

"Sebagai sebuah perusahaan di bawah naungan negara, BUMN tidak saja fokus pada sebuah usaha yang berorientasi pada profit, tetapi tanggung jawab sosial," kata Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih, Rabu (25/1). 

Komisi VI DPR RI, lanjutnya, berkoimten untuk terus mendorong agar BUMN yang ada semakin baik dan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Dia menilai, semua BUMN harus mampu menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional.

Apalagi, setelah pandemi covid-19 banyak UMKM yang gulung tikar. Di kondisi inilah, BUMN memiliki tanggung jawab dalam membangkitkan kembali roda perekonomian.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER