Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

BERITA

11 Juni 2021|19:44 WIB

Erick Thohir Angkat Doni Monardo sebagai Komisaris Utama Inalum

Sepak terjang Doni sebagai mantan Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid-19 Erick yakini mampu menciptakan keharmonisan lintas pemangku kepentingan di Inalum

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImageMantan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. ANTARAFOTO/Galih Pradipta

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mendapuk Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, menyusul diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan perseroan kemarin, Kamis (10/6).

Pria yang bergelar purnawirawan Letnan Jenderal TNI tersebut, sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNPB, sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Erick pun menjelaskan peran Doni sangat penting dengan pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi yang dinilai tidak perlu diragukan lagi.

“Sepak terjangnya dari Aceh hingga Papua, dari pemulihan daerah aliran sungai Citarum, penghijauan di Sulawesi Selatan hingga terakhir dalam memitigasi pandemi covid-19. Beliau mengedepankan dialog dan kolaborasi lintas stakeholder untuk mengatasi masalah dan mencapai kemajuan,” terang Erick secara tertulis, Jumat (11/6).

Penilaian itulah yang menjadi dasar bagi Erick sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang menentukan kandidat pengisi kursi petinggi BUMN.

Pengalaman Doni Monardo di berbagai sektor diyakini Erick dapat menciptakan keharmonisan lintas pemangku kepentingan, serta mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan lingkungan hidup secara Berkelanjutan. Mengingat, Inalum adalah holding BUMN industri pertambangan yang beranggotakan BUMN-BUMN lain, yakni PT Freeport Indonesia, PT ANTAM Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk. dan saham minoritas di PT Vale Indonesia Tbk.

“Inalum mengelola aset vital negara di bidang pertambangan yang memiliki rencana besar di bidang kinerja dan aksi korporasi,” tegasnya lebih lanjut.

Erick bahkan sempat menyinggung prestasi Doni baru-baru ini, yang dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh IPB atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan.

“Kepedulian dan kiprahnya di bidang pemulihan lingkungan hidup menjadikannya figur yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemberdayaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Inalum serta anak-anak perusahaannya,” tambah Erick.

Doni Monardo menambah deretan nama mantan pejabat tinggi negara yang diangkat sebagai Komisaris Utama BUMN dalam beberapa pekan belakangan ini. Sebelumnya, Erick Thohir atas nama pemerintah, telah mengangkat mantan Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional sekaligus mantan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. pada akhir Mei 2021.

Terkait penunjukkan tersebut, Erick menjelaskan kepakaran, pengalaman, dan kepemimpinan Bambang di bidang ekonomi, perencanaan dan teknologi, menjadikannya sosok yang tepat untuk memandu dan memberi arah, serta mengawasi kinerja Telkom.

“Digitalisasi adalah motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Telkom sebagai penggerak digitalisasi Indonesia dan champion Indonesia untuk bersaing dengan pemain global,” sambungnya.

Erick meyakini, keberagaman sosok pemimpin dari berbagai latar belakang keahlian, dan pengalaman dibutuhkan BUMN untuk bisa bertransformasi menjadi perusahaan profesional berkelas dunia.

Ia menegaskan semua komisaris, direksi, dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apapun latar belakangnya, akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung. Serta, pelatihan lanjutan selama menjabat, dan juga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BUMN Learning and Management Institute (BLMI).

“Tujuannya, agar ada pemahaman dan irama yang sama antara Direksi, Komisaris, dan manajemen. Serta terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN yang ia pimpin,” tandasnya.

Diinformasikan, BLMI menggandeng business school kelas dunia untuk pelatihan lanjutan. Sebut saja Indonesian Institute of Corporate Directors (IICD) untuk para komisaris, IPMI International Business School untuk para Direksi, serta INSEAD dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk para Chief Financial Officer School. 

Kemudian ada Michigan Ross School of Business dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk para Chief Human Capital Officer, berserta International Institute for Management Development (IMD) Business School, Swiss untuk para CEO.

“Pemimpin di BUMN harus selalu belajar, tumbuh, dan berkontribusi untuk Indonesia. Dan siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, dan tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG,” pungkasnya. 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER