Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

BERITA

05 Mei 2021|11:27 WIB

Emas Berbalik Jatuh, Terseret Greenback Yang Lebih Kuat

Emas terseret dolar AS yang lebih kuat setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageKaryawan menunjukan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (11/9 /2020). ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso

JAKARTA - Harga emas Antam pada Rabu (5/5) anjlok sebesar Rp8.000 ke posisi Rp922.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp8.000 ke angka Rp825.000/gram.

Emas bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Hingga pada Sabtu (1/5), emas ditutup melemah tipis ke Rp921.000/gram, atau turun Rp1.000 dari hari sebelumnya, Jumat (30/4).

Pada Senin (3/5), emas pun masih menetap di posisi Rp921.000/gram. Tapi pada Selasa (4/5), emas berbalik melonjak sebesar Rp9.000 ke posisi Rp930.000/gram.

Harga emas Antam menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).

Di Pegadaian, pada Rabu (5/5), harga emas Antam dibanderol Rp971.000/gram dan Antam Batik Rp1.128.000/gram, masih sama seperti hari Selasa (4/5). Sementara, emas Antam Retro Rp910.000/gram dan emas cetakan UBS Rp928.000/gram, kompak melemah Rp4.000 dari hari sebelumnya.

Dikutip dari Antara, di pasar global, harga emas berjangka lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$15,8 atau 0,88% menjadi US$1.776 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (3/5), emas berjangka melonjak US$24,1 atau 1,36% ke posisi US$1.791,80.

Emas berjangka terkikis 60 sen AS atau 0,03% ke US$1.767,70 pada Jumat (30/4), setelah melemah US$5,6 atau 0,32% menjadi US$1.768,30 pada Kamis (29/4), dan merosot US$4,9 atau 0,28% ke level US$1.773,90 pada Rabu (28/4).

Logam kuning terkena imbas dari kenaikan dolar AS yang kuat setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dalam sebuah wawancara dengan Atlantic yang disiarkan Selasa (4/5) mengatakan suku bunga mungkin perlu naik. 

Kenaikan suku bunga, lanjut Yellen, untuk memastikan ekonomi tidak terlalu panas. Komentar Yellen menunjukkan kemungkinan perubahan dalam prospek suku bunga.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas gagal untuk keempat kalinya dalam dua minggu menembus US$1.800, yang telah menjadi kisaran teratas, memicu beberapa aksi ambil untung sebelum jatuh US$20 karena komentar Yellen yang tidak terduga," kata kepala perdagangan derivatif logam di BMO, Tai Wong.

Ia menyebut Yellen memiliki sejarah panjang dan konsisten sebagai seorang yang dovish di The Fed.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena angka ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (4/5). Departemen Perdagangan AS melaporkan defisit perdagangan AS meningkat 5,6% ke rekor US$74,4 miliar, sebuah tanda bahwa ekonomi membaik dengan cepat.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS juga melaporkan pesanan pabrik AS meningkat 1,1% pada Maret.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 40,2 sen atau 1,49% menjadi ditutup pada US$26,558 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$1,7 atau 0,14% menjadi ditutup pada US$1.231,8 per ounce. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER