Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

11:50 WIB

Emas Antam Terjun Ke Level Rp989.000/gram

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Emas Antam Terjun Ke Level Rp989.000/gram
Model menunjukkan produk terbaru EmasKita saat peluncurannya di Gedung Antam, Jakarta, Selasa (12/7/ 2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

JAKARTA - Harga emas Antam pada Sabtu (6/8) merosot Rp9.000 ke level Rp989.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali turut turun Rp9.000 ke angka Rp852.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat melonjak sebesar Rp13.000. Pada Senin (25/7), harga ditutup Rp969.000/gram, hingga Sabtu (30/7), emas Antam ditutup di posisi Rp982.000/gram. 

Emas Antam pada Senin (1/8) melemah tipis Rp2.000 ke level Rp980.000/gram. Pada hari berikutnya, Selasa (2/8), emas berbalik menguat Rp4.000 menjadi Rp984.000/gram. 

Tapi tak lama, emas pada Rabu (3/8) kembali melemah Rp6.000 ke Rp978.000/gram. Emas Antam pada Kamis (4/8) menguat goceng alias Rp5.000 menjadi Rp983.000/gram dan naik lagi pada Jumat (5/8) sebesar Rp15.000 menjadi Rp998.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020). 

Di pegadaian, pada Sabtu (6/8), harga emas Antam Rp1.033.000/gram, Antam Retro Rp975.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.188.000/gram dan emas cetakan UBS Rp966.000/gram. 

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya, kembali berada di bawah level psikologis US$1.800, setelah laporan pekerjaan AS tampak lebih baik dari yang diperkirakan. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$15,7 atau 0,87% menjadi US$1.791,20 per ounce. Untuk minggu ini, harga emas Comex cenderung datar. 

Emas berjangka melonjak US$30,5 atau 1,72% menjadi US$1.806,90 pada Kamis (4/8), setelah tergelincir US$13,30 atau 0,74% menjadi US$1.776,40 pada Rabu (3/8), dan terdongkrak US$2 atau 0,11% menjadi US$1.789,70 pada Selasa (3/8). 

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8) bahwa para pengusaha AS menambahkan 528 ribu pekerjaan baru pada Juli, jauh lebih baik dari perkiraan para ekonom untuk penambahan 258 ribu; dan tingkat pengangguran adalah 3,5%, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 3,6%. 

Data ekonomi yang optimis mendorong indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, yang meredam daya tarik emas. 

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mencapai tertinggi satu minggu di 106,81. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang menjadi acuan mencapai tertinggi dua minggu di 2,87%. 

Analis pasar berpendapat bahwa laporan pekerjaan Juli yang kuat dapat memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan terus secara agresif memperketat kebijakan moneter dalam upaya untuk menurunkan inflasi tertinggi dalam lebih dari empat dekade. 

"Beberapa minggu ke depan akan benar-benar menguji apakah emas adalah tempat yang aman lagi," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA, dikutip dari Xinhua. 

Ia menambahkan, pedagang emas sekarang memiliki dua pertanyaan besar. Yaitu, seberapa tinggi Fed akan mengambil suku bunga? Bisakah emas reli bersama penguatan dolar? 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 28 sen atau 1,39% menjadi US$19,842 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turut turun 20 sen atau 0,02% menjadi US$924,70 per ounce.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER