Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

11:55 WIB

Emas Antam Terangkat Ke Level Rp941.000/gram

Emas Antam yang menguat berbanding lurus dengan emas global.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Emas Antam Terangkat Ke Level Rp941.000/gram
Ilustrasi Butik Emas Logam Mulia di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (5/9/2022). ValidnewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA – Harga emas Antam pada Jumat (23/9) menguat sebesar Rp4.000 ke level Rp941.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali turut naik Rp4.000 ke angka Rp809.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat melemah sebesar Rp7.000. Pada Senin (12/9), harga ditutup Rp947.000/gram, hingga Sabtu (17/9), emas Antam ditutup di posisi Rp940.000/gram. 

Kemudian, emas Antam pada Senin (19/9) masih menetap di level Rp940.000/gram. Pada Selasa (20/9), emas menguat tipis Rp2.000 menjadi Rp942.000/gram. 

Emas Antam pada Rabu (21/9) berbalik melemah goceng alias Rp5.000 ke Rp937.000/gram. Pada hari berikutnya, Kamis (22/9), emas stagnan di level Rp937.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020). 

Di pegadaian, pada Jumat (23/9), harga emas Antam Rp965.000/gram, Antam Retro Rp913.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.130.000/gram dan emas cetakan UBS Rp920.000/gram. 

Emas Antam yang menguat berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, namun dolar AS yang lebih kuat menahan keuntungan logam kuning lebih lanjut. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$5,40 atau 0,32% menjadi US$1.681,10 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$1.693,50 dan posisi terendah di US$1.663,30. 

Emas berjangka terdongkrak US$4,60 atau 0,28% menjadi US$1.675,70 pada Rabu (21/9), setelah jatuh US$7,10 atau 0,42% menjadi US$1.671,10 pada Selasa (20/9), dan tergelincir US$5,30 atau 0,31% menjadi US$1.678,20 pada Senin (19/9). 

Perang di Ukraina kian memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300 ribu tentara cadangan untuk berperang dan mendukung rencana guna mencaplok bagian-bagian negara itu, mengisyaratkan bahwa dia siap untuk menggunakan senjata nuklir. 

Putin mengatakan dia telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial, yang secara signifikan meningkatkan apa yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus di Ukraina, dan memperingatkan bahwa Moskow akan merespons dengan kekuatan seluruh persenjataannya jika Barat melanjutkan apa yang disebutnya sebagai "nuclear blackmail". 

Namun demikian, kekuatan dalam dolar AS, didorong oleh kenaikan suku bunga 75 basis poin Federal Reserve pada Rabu (21/9), membatasi pertumbuhan emas. 

Emas sempat jatuh dalam perdagangan elektronik setelah pertemuan Federal Reserve pada Rabu (21/9) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan tiga perempat poin, sesuai dengan ekspektasi pasar. Ini adalah ketiga kalinya bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini. 

Bank sentral AS memberikan nada yang lebih hawkish dari yang diperkirakan tentang jalur suku bunga di masa depan, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan mengakhiri tahun ini jauh di atas 4%. 

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, bank perlu mengambil langkah-langkah yang jauh lebih agresif untuk memerangi inflasi yang panas, dan sebagai akibatnya siap untuk memberikan tekanan pada ekonomi dan pasar kerja. 

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (22/9) bahwa klaim pengangguran awal AS naik 5 ribu menjadi 213 ribu yang disesuaikan secara musiman untuk minggu yang berakhir 17 September. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan 218 ribu aplikasi oleh para ekonom. 

Di tempat lain, Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga menjadi 2,25% pada Kamis (22/9), level tertinggi sejak 2008; Bank Sentral Swiss juga menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin menjadi 0,5%, mengakhiri era suku bunga negatif di Eropa. 

Jepang melakukan intervensi untuk mendukung yen untuk pertama kalinya sejak tahun 1998, setelah bank sentralnya terjebak dengan suku bunga yang sangat rendah. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 13,7 sen atau 0,7% menjadi US$19.617 per ounce. Sementara itu, platinum untuk pengiriman Oktober turun US$10 atau 1,09% menjadi US$906 per ounce.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER