Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

04 Oktober 2021|19:42 WIB

Emado's Shawarma Andalkan 80% Penjualan dari Platform Digital

Kenaika bisnis F&B mencapai lebih dari 65% pada tahun 2020, di masa pandemi melanda, dibandingkan dengan tahun 2019.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageFounder Emado’s Shawarma Emad Al Amad dan menu andalannya, Grilled Chicken. Grab/Dok

JAKARTA – Ketika pandemi covid-19 melanda Tanah Air, Emado’s Shawarma yang populer dengan kuliner Timur Tengah justru melihat peluang untuk mengembangkan sayap bisnisnya menjangkau segmentasi konsumen lebih luas.

Founder dari Emado's Shawarma, Emad Al Ahmad melihat tren masyarakat untuk berbelanja makanan dari rumah dan memiliki tendensi untuk mencoba lebih banyak jenis makanan baru. Tren itu didukung pula dengan Laporan Tren Kuliner Grab, yang menyatakan bahwa 54% konsumen mencari makanan dan resto baru melalui aplikasi pesan makanan.

Hingga akhirnya, Emado’s Shawarma mulai membuka cabang di berbagai kota, tepatnya setelah melihat antusiasme masyarakat di pembukaan cabang kedua dan ketiganya di Bintaro pada Juni 2020. Keputusan tersebut diakui Emad juga dipengaruhi oleh meningkatnya transaksi dari platform pesan-antar makanan online, khususnya GrabFood.

“Proporsi pesanan online yang meningkat pesat, mengambil proporsi hampir di 70-80% pesanan outlet, membuat kami melihat pentingnya memfasilitasi lebih banyak konsumen di platform ini,” ungkap Emad dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/10).

Emado’s Shawarma pun selalu mengikuti program-program kampanye GrabFood yang diadakan secara rutin setiap bulannya. Menurutnya, dengan bergabung di platform online seperti GrabFood, bisnis kuliner yang awalnya belum memiliki brand awareness yang kuat, seperti Emado’s Shawarma, bisa mendapatkan exposure brand yang tinggi dengan meningkatnya jumlah pelanggan baru.

Dalam menjalankan operasional di platform GrabFood, Director of Emado’s Shawarma, Erna Marjono menambahkan, tim Emado’s Shawarma juga terbantu oleh account manager yang selalu responsif dalam memfasilitasi kebutuhan bisnis para merchant. Apalagi Emado’s memprioritaskan strategi media sosialnya.

Aplikasi GrabMerchant yang digunakan memberikan insight bisnis yang mempermudah Ermado’s Shawarma untuk mengambil keputusan. Misalnya menu apa saja yang paling laku dan menu mana saja yang mungkin perlu lebih banyak upaya pemasaran.

“Kami juga terbantu karena Grab menyediakan fasilitas marketing tools yang bisa meningkatkan visibilitas brand kami,” ujar Erna.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, di masa pandemi ini, pihaknya memperkenalkan menu Grilled Chicken yang ternyata menjadi favorit para konsumen karena porsi ayam satu ekor, rasa khas Timur Tengah yang kuat dan harganya yang terjangkau.

Di outlet ketiga, masih di bilangan Bintaro, masyarakat sangat antusias dengan menu ini sampai membuat antrean yang panjang. Dengan memperkenalkan menu baru yang terjangkau itu, harapannya Emado’s Shawarma bisa menjadi pilihan pertama ketika masyarakat Indonesia ingin mencoba kuliner Timur Tengah.

Sementara itu, pada masa pandemi covid-19, Grab juga melihat adanya pertumbuhan pesat di angka bisnis Food and Beverage atau F&B bulanan di Indonesia. Data menunjukkan kenaikannya mencapai lebih dari 65% pada tahun 2020, saat masa pandemi melanda, dibandingkan dengan tahun 2019.

Perluas Cabang Bisnis
Dalam kesempatan tersebut, Emad juga membeberkan rencana bisnis pada tahun depan. Ia mengaku akan meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan memperluas cabang bisnisnya di kota-kota luar Jawa, dan bahkan tertarik untuk mempromosikan di kota dan kabupaten yang relatif kecil.

Per September 2021, Emado’s berencana membuka cabang baru di Pekalongan, Magelang, Bandung dan Jakarta, menjadikan total gerainya menjadi 32 di seluruh Indonesia.

Emad juga mengaku bahwa Emado’s Shawarma akan berekspansi sampai akhir tahun 2021 untuk mencapai jumlah total gerai menjadi 40.

Emad melihat tren kuliner bahwa kota-kota seperti Solo justru menunjukan performa bisnis dan antusiasme konsumen yang tinggi. Harapannya, tentu di masa pandemi ini, masyarakat bisa tetap terfasilitasi dengan adanya platform pesan antar makanan seperti GrabFood yang memiliki jangkauan kota yang luas di seluruh Indonesia.

Sekadar informasi, Emad Al Amad merupakan koki asal Palestina yang tertarik untuk memopulerkan kuliner Timur Tengah ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Emad pun mengamati tren bahwa masyarakat Indonesia ternyata memiliki cita rasa kuliner yang khas, seperti selalu menyediakan sambal sebagai pelengkap makanan dan tidak menyukai masakan dengan terlalu banyak rempah.

Insight itu yang lantas membuat Emad berinovasi untuk memperkenalkan cita rasa kuliner Timur Tengah yang cocok di lidah masyarakat Indonesia dan membuka gerai Emado’s Shawarma di Kemang pada tahun 2018.

Adapun, salah satu menu andalan dari Emado’s Shawarma yang ternyata digemari oleh para konsumen di Indonesia adalah perpaduan antara Nasi Basmati, Daging Ayam, dan Garlic Mayo yang dicampur dengan sambal.

Sampai sekarang, Emado’s Shawarma telah memiliki 28 gerai di 10 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Depok, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Tegal, Purwakarta, Bandung, dan Solo.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA