Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

12:24 WIB

Dongkrak Startup, KemenkopUKM Gelar Bootcamp Inkubasi Di 7 Kota

Peningkatan kapasitas startup di tujuh kota itu ditargetkan bisa melahirkan 100 startup baru yang inovatif dan berkelanjutan.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Dongkrak Startup, KemenkopUKM Gelar Bootcamp Inkubasi Di 7 Kota
Ilustrasi Perusahaan Startup. Shutterstock/dok

YOGYAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM menginisiasi program Bootcamp Inkubasi Usaha dalam rangka menggenjot kapasitas startup di tujuh kota supaya tercipta bisnis yang inovatif, berkelanjutan, dan menyerap tenaga kerja secara optimal.

Adapun ketujuh kota yang menjadi tempat perhelatan program itu ialah Yogyakarta, Bogor, Depok, Padang, Bandung, Tangerang, dan Semarang. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari rangkaian implementasi fasilitasi skala nasional dengan target output 100 startup baru.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Deputi Kewirausahaan KemenkopUKM Christina Agustin menerangkan bahwa program tersebut antara lain mencakup fasilitasi dan pembinaan startup. Menurutnya, startup sangat membutuhkan inkubasi dalam rangka mendongkrak survival rate mereka.

"Program ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan layanan inkubasi untuk tenant startup. Dari program ini, diharapkan tercipta startup yang inovatif serta berkelanjutan," papar Christina di Yogyakarta, Jumat (5/8).

Program tersebut secara perdana dihelat di Yogyakarta dengan menggandeng lembaga inkubator bisnis dan teknologi IBISMA Universitas Islam Indonesia (UII). Bootcamp Inkubasi Usaha bersama IBISMA UII itu diselenggarakan secara intensif selama tiga hari, yakni pada 4-6 Agustus 2022.

Asal tahu saja, IBISMA UII merupakan salah satu startup ecosystem builder di Kota Pelajar. Dalam operasionalnya, IBISMA UII turut bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY lewat berbagai program inkubasi.

"Dengan begitu, diharapkan bisa tercipta kolaborasi yang harmonis dalam pengembangan kewirausahaan regional maupun nasional," terang Christina.

Christina menegaskan bahwa program Bootcamp Inkubasi Usaha yang diikuti wirausaha pemula dan startup potensial itu punya tujuan supaya startup mampu melakukan uji produk agar diterima oleh pasar yang sudah dikembangkan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII Arif Wismadi merinci sasaran dari Bootcamp Inkubasi Usaha ialah startup yang punya keunggulan inovasi, kreativitas, teknologi, dan proyeksi usaha yang terukur.

"Sehingga diutamakan pada usaha berbasis teknologi, berwawasan lingkungan, berorientasi ekspor, substitusi impor, termasuk industri kreatif," ulas Arif.

Arif menambahkan program pembinaan kewirausahaan merupakan ikhtiar dalam rangka meningkatkan rasio wirausaha di tingkat universitas ataupun di tingkat nasional. 

Hingga akhir 2021 lalu, ia menyebut rasio alumni UII yang berwirausaha sudah mencapai 14% atau melonjak dibandingkan rasio di tahun 2017 yang hanya sekitar 4,74%.

"Itu dicapai melalui pengembangan kapasitas kelembagaan dan layanan inkubatornya dengan didukung program Erasmus+GITA dan Erasmus+Angel dari European Union," tandasnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER