Digitalisasi Jadikan UMKM Penyelamat Ekonomi Bali | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

18 November 2021|10:26 WIB

Digitalisasi Jadikan UMKM Penyelamat Ekonomi Bali

UMKM di Pulau Dewata bak cahaya lilin yang meskipun kecil namun tetap bersinar

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Digitalisasi Jadikan UMKM Penyelamat Ekonomi BaliIlustrasi. Pelaku UMKM di Yogyakarta Tutty Fetrianingsih menunjukan kerajinan produksinya yang dipasarkan melalui online marketplace. Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko

DENPASAR – Kehadiran pandemi covid-19 meluluhlantakan Bali yang mengandalkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai ujung tombak perekonomian. Hal itu tak lepas dari bermacam pembatasan aktivitas masyarakat yang diterapkan oleh pemerintah.

Meski begitu, para pelaku UMKM tetap dapat menopang ekonomi di Pulau Dewata. Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster menyebutkan IKM dan UMKM di Bali saat ini menjadi layaknya cahaya lilin yang meskipun kecil, akan tetap menjaga sinarnya.

"IKM dan UMKM ternyata merupakan lilin kecil di tengah kita yang masih memberi cahaya terang untuk bangkit," ujarnya dalam sesi webinar Road to Indonesia Digital Conference yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Denpasar, Rabu (17/11)

Menurutnya, aspek digitalisasi menjadi salah satu musabab UMKM di Bali tetap menjaga eksistensinya yang kemudian memberi harapan bagi perekonomian di sana agar semakin cepat pulih. Digitalisasi juga menjadi bukti nyata bahwa usaha di perkotaan bukan menjadi satu-satunya pengungkit perekonomian Pulau Dewata.

"Tetapi dari desa juga bisa membantu perekonomian serta mengawal dan mengevaluasi sebagai bentuk kontrol sosial. Semoga digitalisasi bisa memberi kontribusi nyata bagi IKM dan UMKM di Bali," kata Suastini.

Suastini menambahkan, Dekranasda memiliki kegiatan khusus, yakni mengajak para pelaku UMKM agar membawa produk kerajinannya pada sejumlah pameran untuk ditawarkan pada konsumen langsung. Ia menyebutkan melalui kegiatan itu para konsumen bisa melihat secara langsung produk-produk dari UMKM Bali.

"Tentu kami juga mendapat dukungan dari sejumlah kebijakan yang diterbitkan Gubernur Wayan Koster dalam penggunaan tenun tradisional dan pemanfaatan produk lokal Bali," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana turut melayangkan apresiasi atas upaya Pemprov Bali untuk mendigitalisasikan para pelaku UMKM di Pulau Dewata. Menurutnya, kemajuan teknologi yang pesat menjadi sebuah momentum bagi pelaku usaha dalam mempromosikan produk mereka.

Gede Pramana mengatakan, akses digital merupakan perubahan irama dalam duniua usaha yang dapat dimanfaatkan oleh IKM dan UMKM di Pulau Bali. Digitalisasi, kata dia, memberi peluang baru untuk memanfaatkan pembayaran non tunai serta memaksimalkan sektor pengiriman barang atau logistik.

"Juga memberi daya tambah ekonomi secara signifikan dan bergerak seirama sebagai upaya agar UMKM go international sebab banyak pelaku pariwisata yang beralih ke UMKM semasa pandemi," ungkap Gede Pramana.

Sementara itu, CEO Bali Mall Ni Wayan Sri Aryani menjelaskan bahwa secara teknis, banyak inovasi yang terlahir pada masa pandemi. Inovasi produk yang muncul kemudian turut melahirkan inovasi pemasaran dengan menjadikan akses digital sebagai pasar baru.

Menurutnya, inovasi tersebut sebelumnya memang tidak pernah ada yang memikirkan. Hal itu tak lepas dari marketplace di Indonesia yang sebelum pandemi jumlahnya sedikit dan skalanya belum besar seperti platform e-commerce yang ada di luar negeri.

"Pandemi ini memang ada hikmahnya dalam aplikasi online untuk berkembang dalam rangka penyebarluasan produk UMKM," sebutnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA