Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

10:11 WIB

Dibuka Naik Tipis, IHSG Menguat Hari Ini

IHSG hari ini diperkirakan menguat. Berikut pilihan saham analis yang bisa dicermati investor

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Dibuka Naik Tipis, IHSG Menguat Hari Ini
Pekerja membersihkan papan digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di gedung Bursa Efek Indon esia (BEI), Jakarta, Senin (14/11/2022). ValidNewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/11), dibuka menguat tipis 0,03 poin atau 0,0004% ke posisi 7.080,55. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,04 poin atau 0,2% ke posisi 1.002,28. 

IHSG pada hari ini, diperkirakan bakal bergerak menguat, mengikuti sentimen bursa global di tengah pergerakan bervariasi di pasar komoditas. 

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini seiring sentimen bursa global di tengah pergerakan bervariasi di pasar komoditas," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (25/11).  

Pasar saham AS pada perdagangan Kamis (24/11) kemarin, ditutup karena libur Thanksgiving. Bursa Eropa semalam ditutup menguat. DAX menguat 0,78%, FTSE naik 0,02%, dan CAC meningkat 0,42%. 

Hal ini diperkirakan karena adanya ekspektasi atas perlambatan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS sesuai minutes rapat the Fed bulan November. Yield UST tenor 10 tahun terpantau turun 1,54% menjadi 3,70% dan USD Index melemah 0,2% ke 105,87. 

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. CPO turun 1,58% ke RM4.040/ton, Brent sedikit melemah 0,82% menjadi US$84.71/bbl, dan juga nikel berkurang 0,35%. Sementara itu, batu bara sedikit naik 0,38% ke US$348/ton dan emas sedikit menguat 0,29%. 

IHSG ditutup menguat 0,37% pada perdagangan Kamis (24/11) ke level 7.080,5. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut ditutup menguat 0,32% ke level 209. Harga emas bergerak naik 0,5% ke level US$1.758/toz. Harga minyak Brent flat minus 0,6% ke level US$85/barrel. 

Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp969 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp383,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing sebesar Rp585,8 miliar. 

Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI sebesar Rp214.3 miliar. Kemudian diikuti BBCA Rp138,7 miliar dan TLKM Rp74,4 miliar. 

Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI sebesar Rp43,6 miliar. Selanjutnya disusul ADRO Rp22,9 miliar dan KLBF Rp22,8 miliar. 

Adapun, top sector gainer kemarin adalah sektor IDXPROP. Sementara, yang menjadi top sector loser kemarin adalah sektor IDXTECH. Top leading movers emiten BBCA, TLKM, dan BBRI. Sedangkan, top lagging movers emiten GOTO, BYAN, dan EMTK. 

Terkait perkembangan covid-19 di Indonesia, terjadi penambahan 7.110 kasus baru covid-19 di Indonesia pada Kamis (24/11) kemarin, dengan positivity rate sebesar 19,7% dan total kasus aktif 63.863. Saat ini, sebanyak 7.669 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96,6%. 

Senada, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (25/11), IHSG hari ini juga diprediksi menguat. 

"Secara teknikal, candlestick membentuk higher high dan higher low disertai volume yang cukup tinggi mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek," kata Dennies. 

Dari dalam negeri, menurutnya, didorong penguatan nilai tukar rupiah rencana pembagian dividen beberapa emiten. 

Ia juga memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 7.099 hingga 7.119 dan level support di antara 7.049 hingga 7.064. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Adhi Karya Tbk atau ADHI. Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan kenaikan volume mengindikasikan potensi penguatan. 

Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan investor masuk saham ADHI di harga Rp530 hingga Rp545, stop loss di Rp520. Target harganya dipatok di Rp575 hingga Rp590. 

Kemudian, saham berikutnya adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS mengalami koreksi dan kembali ke rentang tren konsolidasi. Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan agar investor dapat masuk saham PGAS di harga Rp1.860 hingga Rp1.890, stop loss di Rp1.840. Target harganya dipatok di Rp1.940 hingga Rp1.970.  

Terakhir adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mengalami koreksi dan kembali ke rentang trend konsolidas. Jika investor berminat mengoleksi saham SSMS, investor bisa masuk pada harga Rp1.500 hingga Rp1.520 dan stop loss di Rp1.490. Target harganya dipatok di Rp1.560 hingga Rp1.580.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER