Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

14:50 WIB

DBS Indonesia Dan Kebun Kumara Ajak Masyarakat Kelola Sampah Makanan

Menurut The Economist Intelligence Unit (2021), angka sampah makanan di Indonesia terus meningkat dan tercatat sebagai salah satu negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

DBS Indonesia Dan Kebun Kumara Ajak Masyarakat Kelola Sampah Makanan
Co-Founder Kebun Kumara Siti Soraya Cassandra mengompos sampah makanan bersama karyawan Bank DBS Indonesia di Tangerang. DBS/Dok.

JAKARTA - Bank DBS Indonesia bersama Kebun Kumara menghadirkan Kompos Kolektif, sebuah program pengolahan kembali sampah makanan menjadi pupuk kompos sehingga sampah makanan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). 

Menurut The Economist Intelligence Unit (2021), angka sampah makanan di Indonesia terus meningkat dan tercatat sebagai salah satu negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia.

Program Kompos Kolektif telah berlangsung sejak Juni 2022, sebagai bagian dari kampanye Towards Zero Food Waste yang diprakarsa Bank DBS Indonesia sejak 2020, untuk membangkitkan kesadaran publik tentang masalah sampah makanan. 

Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, penanggulangan sampah makanan di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan aksi nyata untuk menanggulanginya. Program ini merupakan wujud salah satu pilar sustainability perusahaan, yaitu creating social impact beyond banking.

“Sejak 2020, Bank DBS Indonesia telah melakukan berbagai kampanye untuk mengedukasi tentang bahaya sampah makanan. Di antaranya dengan program #MakanTanpaSisa yang telah berhasil menyelamatkan sekitar 43 ton food impact. Kini, kami ingin memperluas jangkauan serta edukasi untuk mengolah sampah makanan menjadi kompos,” sebutnya dalam keterangan pers, Jakarta, Sabtu (6/8).  

Selain itu, lanjutnya, bekerja sama dengan wirausaha sosial seperti Kebun Kumara juga merupakan fokus dari pilar keberlanjutan yang sama. Pihaknya juga mengajak karyawan Bank DBS Indonesia berpartisipasi dalam program ini, sehingga dapat memperluas dampak positif yang dihasilkan.

“Program Kompos Kolektif mengukuhkan komitmen Bank DBS Indonesia dalam menjalankan pilar ketiganya yaitu Creating Impact Beyond Banking, untuk mengajak masyarakat mengadaptasi prinsip ‘Sustainable More, Waste Less,’ atau gaya hidup yang lebih berkelanjutan, salah satunya dengan mengurangi sampah makanan,” katanya. 

Untuk memperluas dampak positif yang dapat diberikan, Bank DBS Indonesia turut mengimbau karyawannya melakukan kegiatan sukarela atau yang disebut People of Purpose.

Informasi saja, mengacu SIPSN Kemen-LHK, sampah makanan menyumbang hingga 41,1% dari 28,6 juta ton sampah di Indonesia. Kebun Kumara juga menemukan, sampah makanan saat ini menyumbang sebesar 60% dari total 7,8 ribu ton sampah yang ada di Jakarta. 

Tumpukan sampah makanan yang tidak terkelola baik tersebut akan menghasilkan gas metana, sebuah gas emisi rumah kaca yang 21 kali lebih berbahaya dibandingkan gas karbondioksida. Hal ini pun mengancam kesehatan masyarakat, serta berdampak buruk pada pemanasan global. 

Di 2022, Bank DBS Indonesia menargetkan mencapai 26 ton food impact. “Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan menghadirkan program Kompos Kolektif yang berkolaborasi dengan Kebun Kumara pada Juni hingga Desember 2022,” ujarnya. 

Co-Founder Kebun Kumara Siti Soraya Cassandra mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan Bank DBS Indonesia. Kebun Kumara juga melihat pentingnya memperkenalkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan selaras dengan alam. 

“Pada program Kompos Kolektif, kami mengajak masyarakat untuk dapat memilah sampah organik dan anorganik dimulai dari rumah masing-masing, serta memberikan edukasi bagaimana mengolahnya menjadi kompos,” sebut Siti. 

Kebun Kumara berharap, akan ada lebih banyak lagi masyarakat yang berkontribusi mengurangi sampah makanan ke TPA, agar semua pihak dapat mewujudkan #ZeroToLandfill.

Kompos Kolektif merupakan program yang mengolah sampah makanan menjadi pupuk kompos melalui teknik biokonversi sampah dari Black Soldier Fly (BSF) yang disediakan oleh Magalarva. Program ini juga menghadirkan layanan bagi masyarakat yang ingin mengolah sampah makanan mereka. 

Bermodalkan Rp100.000/bulan, masyarakat akan mendapat pelayanan pengangkutan sampah dari rumah sebanyak empat kali, penyediaan kantong sampah beserta laporannya, hingga media tanam dari kompos hasil olahan sampah makanan yang dikirimkan setiap tiga bulan sekali.

Siap Bantu Wirausahawan Sosial

Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation berupaya membantu perkembangan wirausaha sosial yang ingin menjawab permasalahan sosial di Indonesia, termasuk Kebun Kumara. Melalui upaya tersebut, Bank DBS Indonesia berharap dapat menciptakan dunia yang lebih baik. 

Bank DBS Indonesia memberikan wirausaha sosial akses ke sumber daya yang beragam. Mulai dari menyediakan pelatihan keterampilan dan pengembangan kapasitas hingga membuka kesempatan untuk membangun jaringan dan peluang bisnis melalui berbagai program dan kanal.

Kiprah Bank DBS Indonesia untuk kegiatan sosial #MakanTanpaSisa dan wirausaha sosial telah meraih berbagai penghargaan bergengsi diantaranya Best Pandemic PR Program (MIX PR Awards 2022), dan Outstanding Program in Encourage Social Entrepreneurship and Community Impact (Indonesia CSR Award 2022). 

Informasi selengkapnya tentang Kompos Kolektif dapat dilihat di https://dbslivemoresociety.com/html/tzfw/ dan dapat mengikuti Instagram @dbsbankid




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER