Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

WIRAUSAHA

02 Juni 2021|09:32 WIB

Dana Bergulir Perkuat Usaha Produktif

Kehadiran KSP diharapkan bisa menekan jumlah petani dan nelayan yang terjerat oleh para tengkulak

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Warga melintas di depan logo koperasi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM terus menyalurkan dana bergulir kepada koperasi untuk memperkuat likuiditas dalam membiayai usaha produktif anggotanya.

"Dana bergulir yang disalurkan LPDB kepada koperasi dilakukan untuk memperkuat likuiditas yang dapat digunakan sebagai modal investasi atau membiayai usaha produktif anggotanya," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/6).

Untuk itu, pemberian dana bergulir juga harus memperkuat peran KSP untuk menjawab permasalahan para anggota. , menjadi offtaker produk yang dihasilkan anggota koperasi. Kehadiran KSP, lanjut Teten, juga diharapkan bisa menekan jumlah petani dan nelayan yang terjerat oleh para tengkulak.

"Banyak usaha yang dilakukan koperasi, membangun pabrik pengolahan, hingga factory sharing di mana para anggota bisa maklon di sana," kata dia.

Lebih lanjut, Menteri Teten menegaskan kehadiran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) masih memegang peranan penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Namun, saat ini KSP yang hendak dibangun adalah koperasi dengan pendekatan bisnis, bukan lagi dengan model bantuan hibah.

"Koperasi tidak bisa lagi dianggap ekonomi orang lemah, sehingga konsep pengembangan koperasi sekarang dengan pendekatan entrepreneurship," pungkasnya.

Balo Toraja
Kali ini, giliran KSP Balo Toraja, Makassar, Sulawesi Selatan yang mendapatkan dana bergulir sebesar Rp100 miliar oleh LPDB-KUMKM.

Menkop Teten pun berharap kepada KSP Balo Toraja agar bisa berinvestasi dalam pengelolaan sektor produktif setelah menerima dana bergulir dari LPDB. Dengan begitu, Teten yakin KSP akan menjadi kekuatan ekonomi bagi para anggotanya.

Pasalnya, Menteri Teten menyebut Provinsi Sulawesi Selatan terkenal akan potensi sektor produktif yang sangat besar, mulai dari sumber daya laut, pertanian, hingga perkebunan yang belum digarap secara maksimal oleh koperasi.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menegaskan pihaknya tengah terkonsentrasi pada penyaluran dana bergulir bagi koperasi yang mengembangkan usaha-usaha produktif, seperti KSP Balo Toraja yang membina petani kopi, pengrajin kain, pedagang kopi, dan usaha produktif lainnya.

Menurutnya, KSP Balo Toraja sebagai mitra LPDB-KUMKM akan menyalurkan kredit ke anggota dengan konsep murah, mudah, dan fleksibel mengingat LPDB yang menyalurkan dana bergulir dengan kemudahan dan bunga yang murah.

"LPDB juga akan melakukan pendampingan bagi mitra koperasi untuk mengembangkan usahanya," imbuh Supomo.

Sebagai informasi, KSP Balo Toraja yang sudah berdiri sejak 1941 saat ini memiliki aset Rp848 miliar dengan 38.000 anggota aktif. Dengan tersalurkannya dana bergulir, aset KSP Balo Toraja nyaris menyentuh Rp1 triliun.

 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA