Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

18 Mei 2021

16:39 WIB

CPPM Beri Usulan Korporasi, Optimalkan Pengembangan Kendaraan Listrik

Dengan saham masing-masing BUMN sebesar 25%, Holding Indonesia Battery Corporation akan berperan mengelola ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Nadya Kurnia

CPPM Beri Usulan Korporasi, Optimalkan Pengembangan Kendaraan Listrik
Karyawan mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/aww

JAKARTA - Ringkasan kebijakan atau Policy Brief dari Center for Policy and Public Management (CPPM) mengusulkan strategi korporasi dalam mengoptimalkan pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Peneliti CPPM Agung Wicaksono menyatakan, strategi tersebut terbukti berhasil meningkatkan jumlah KBLBB di China, Amerika Serikat, dan Eropa melalui instrumen kebijakan yang aktif baik dari sisi pasokan maupun permintaan. 

Menurut hasil penelitiannya, Indonesia Battery Corporation (IBC) dapat berperan sebagai orkestrator didukung oleh pihak swasta domestik dalam penyediaan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya (charging station) dan stasiun penukaran baterai (swapping station). 

"Penyediaan fasilitas industri dalam rantai pasok KBLBB juga masih harus didorong karena belum banyak beroperasi di Indonesia. Saat ini juga belum ada industri manufaktur mobil listrik sehingga menyulitkan masyarakat dalam memilih alternatif untuk beralih ke KBLBB," ungkap Agung secara tertulis, Selasa (18/5). 

Ia juga berpesan agar pemerintah lebih masif menginformasikan insentif KBLBB demi mempercepat masyarakat untuk beralih dari mobil berbasis Internal Combustion Engine (ICE). 

Policy Brief ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti CPPM Agung Wicaksono dan Benriwan, mengenai kendaraan listrik selama dua bulan terakhir. Policy Brief edisi Mei 2021 tentang kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ini memaparkan  strategi korporasi, yang dapat diterapkan oleh IBC sebagai holding BUMN baru dalam mengoptimalkan pengembangan KBLBB di Indonesia.

Agung menyampaikan bahwa policy brief dibuat untuk menjawab kebutuhan saat ini dalam mendukung insentif regulasi dan investasi yang telah dibentuk pemerintah. 

"Ini juga merespons aksi korporasi BUMN pada pertengahan Maret 2021 lalu dengan telah terbentuknya holding IBC yang terdiri dari PT. Asahan Aluminium atau MIND ID, anak usahanya PT. Aneka Tambang Tbk. atau ANTAM, PT. Pertamina (Persero), dan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN,” sambungnya. 

Hasil penelitian CPPM menunjukkan, dengan saham masing-masing sebesar 25%, IBC akan berperan mengelola ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan nilai investasi Rp238 triliun. 

Pada awal Mei 2021 ini, IBC menandatangani Heads of Agreement (HoA) investasi pabrik baterai kendaraan listrik dengan konsorsium baterai yaitu LG dari Korea Selatan. Konsorsium terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO, dan Huayou Holding. Agung menegaskan bahwa penandatangan HoA menunjukkan proyek pembangunan baterai kendaraan listrik segera dimulai.

Ia memaparkan bahwa konsumsi energi nasional didominasi sektor transportasi sebesar 45%. Sejak 2013-2018, kenaikan jumlah kendaraan bermotor meningkat 41% atau rata-rata terjadi peningkatan sebesar 8% tiap tahunnya. Konsumsi BBM juga terus meningkat namun kapasitas kilang BBM tidak bertambah. 

Maka dari itu, pengembangan KBLBB yang hemat energi menjadi solusi untuk mengurangi pemakaian BBM pada sektor transportasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi, keberlangsungan ketahanan energi nasional, konservasi energi sektor transportasi, serta terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih, dan ramah lingkungan.

Perlu diketahui, Policy Brief yang dipaparkan ini merupakan produk dari Center for Policy and Public Management, salah satu pusat studi Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung atau SBM ITB. Pusat studi ini berfokus pada isu-isu kebijakan nasional dan manajemen publik yang berbasis pada penelitian. 

Penelitian tersebut mencakup bidang energi, ketahanan pangan, inovasi, perubahan iklim, transportasi, logistik, dan ekonomi. Meliputi penelitian mandiri maupun penelitian bersama dengan institusi pemerintah, perusahaan publik, dan perusahaan swasta. 


 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER