Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

17 Januari 2022

16:00 WIB

Bulog: Akan Ada Kenaikan Harga Beras Hingga Februari 2022

Kenaikan harga beras terdorong oleh beberapa hal, mulai gangguan iklim hingga permintaan komoditas yang naik terdongkrak bantuan pemerintah.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Bulog: Akan Ada Kenaikan Harga Beras Hingga Februari 2022
Pekerja mengemas beras di penggilingan padi Desa Kajongan, Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

JAKARTA – Perum Bulog memprediksi akan ada kenaikan harga beras nasional hingga Februari 2022. Kenaikan ini terdorong oleh beberapa hal, mulai gangguan iklim hingga permintaan komoditas yang naik terdongkrak bantuan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memproyeksi, harga beras di Indonesia akan mengalami peningkatan hingga Februari 2022. Disebabkan beberapa faktor, seperti rendahnya panen November–Desember 2021 dan perkiraan bencana hidrometeorologi awal tahun ini. 

Sementara itu, permintaan beras oleh masyarakat juga akan mengerek harga beras pada periode ini. "Program pemerintah yang didistribusikan pada akhir 2021 telah menyebabkan tingginya peredaran uang di masyarakat dan tingginya permintaan beras yang mendorong tingginya harga beras," ungkapnya dalam RDP bersama Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (17/1). 

Meskipun demikian, lanjutnya, pria yang akrab disapa Buwas ini menyebut kegiatan stabilisasi harga pada saat bersamaan tidak akan mengalami persoalan berarti. 

Pasalnya, ia menegaskan, stok beras pada akhir 2021 mencapai 1.002.771 ton. Stok beras sebanyak itu terdiri atas cadangan beras pemerintah (CBP) 997.157 ton dan stok komersial sebanyak 5.614 ton. 

Pantauan Kemendag sepanjang 17 Desember 2021 - 14 Januari 2022, harga beras masih terpantau cukup stabil. Misalnya, beras kategori premium masih dijual stabil di kisaran Rp12.400/kg. Sedangkan, beras medium mengalami sedikit kenaikan atau Rp100 (0,97%) menjadi Rp10.400/kg. 

Sementara itu, dirinya juga memaparkan, hingga 31 Desember 2021, Bulog berhasil menyalurkan beras CBP sebesar 1,15 juta ton. Terdiri dari beras KPSH sebanyak 767.869 ton; lalu bantuan beras di masa PPKM 288.000 ton; beras golongan anggaran 89.245 ton; dan tanggap darurat 8.584 ton. 

Selain itu, penyaluran lainnya berasal dari penjualan beras komersial yang mencapai 311.926 ton. Terdiri dari program sembako beras 108.111 ton dan penjualan beras komersial 208.815 ton. 

"Selain pelaksanaan stabilisasi beras, pada 2021 Bulog juga turut berperan menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam melalui penyaluran jagung CSHP untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton. Mengingat harga daging dan telur ayam sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan," ujar Buwas. 

Rencana Kerja Bulog 2022
Selanjutnya, Buwas juga bilang, pihaknya akan terus berkonsentrasi dan mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani dari dalam negeri pada 2022. Terutama, kala posisi produksi komoditas mengalami kondisi surplus.

"Hal ini bertujuan untuk stabilisasi harga gabah atau beras yang berlebihan di tingkat hulu pada saat panen," jelasnya. 

Dalam waktu dekat, mengacu data BPS dan pengamatan lapangan, ia memprediksi produksi beras akan mulai berlangsung sepanjang Februari-Maret 2022.

Buwas optimistis, potensi beras yang dapat diserap pada kuartal I/2022 bisa mencapai 4,14 juta ton beras. Penilaiannya, jumlah tersebut ideal memenuhi kebutuhan menjaga tingkat stok sebesar 1-1,5 juta ton beras. 

"Diperkirakan produsen terbesar beras selama Januari-Maret 2022 berasal dari provinsi Jateng, Jatim, Jabar, Sumsel dan Sulsel," terangnya. 

Selain melaksanakan penyerapan gabah atau beras dalam negeri, Bulog juga berkomitmen untuk merencanakan pengadaan komoditas pangan lainnya, yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan komersial perusahaan dan kemampuan penjualan. 

Selain menjaga stabilisasi di tingkat hulu, pada 2022 Bulog juga akan melaksanakan stabilisasi di tingkat hilir. Lewat pelaksanaan program KPSH melalui penjualan beras komersial dan komoditas pangan lain selain beras. 

"Seluruh jajaran berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan negara. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan anggota komisi IV DPR RI, dalam mendorong terciptanya kebijakan pangan terintegrasi hulu-hilir untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan," pungkasnya.

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta