Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|18:49 WIB

Bisnis Daring Makin Legit, Kemenperin Pacu IKM Go Digital

Ditjen IKMA Kemenperin terus mengembangkan daya saing IKM nasional melalui program pembinaan di lima aspek

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Pelaku UMKM menunjukan aplikasi pemasaran produk kopi arabika dan robusta gayo yang dijual secara daring di Banda Aceh, Aceh, Minggu (9/8/2020). ANTARAFOTO/Dok

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memacu sektor pelaku Industri Kecil-Menengah (IKM) untuk memanfaatkan teknologi digital, dalam rangka penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Pelatihan IKM Go Digital dalam rangkaian acara Solo Great Sale 2021.

Agus mengatakan, saat ini penggunaan internet sudah mendominasi seluruh aktivitas khalayak, seperti kegiatan jual-beli barang. 

"Ditambah, pandemi menimbulkan perubahan perilaku konsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Sehingga memberi banyak keuntungan bagi pihak pembeli dan penjual karena dapat memudahkan pada proses jual-beli produk,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/10).

Merujuk data Bank Indonesia pada kuartal II/2021, nilai transaksi di e-commerce sepanjang semester pertama 2021 mencapai Rp186,75 triliun. Jumlah itu tumbuh sebesar 63,36% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Fakta ini, lanjutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha IKM untuk terus merebut pasar e-commerce. Menperin harap, IKM nasional tidak hanya menjadi penonton dari besarnya potensi pasar digital dan e-commerce di Indonesia. 

Seiring hal tersebut, Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) mendorong pelaku IKM untuk masuk ke dalam e-commerce melalui program e-smart IKM. 

Plt Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan, program e-Smart IKM telah dimulai sejak 2017 dan pada 2020 pelaksanaannya menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI. 

Selama 2017-2020, jumlah pelaku usaha yang telah mengikuti program e-Smart IKM berjumlah 13.183 orang. "(Sementara) di 2021 telah dilakukan pelatihan kepada lebih dari 6.000 pelaku IKM mengenai digitalisasi usaha, termasuk berjualan produk melalui e-commerce,” tutur Reni.

Reni mengemukakan, pelatihan IKM Go Digital di Surakarta merupakan salah satu rangkaian kegiatan Solo Great Sale 2021. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kemenperin, Pemkot Surakarta, serta Kamar Dagang dan Industri Surakarta. 

Tujuannya, untuk memberikan pembekalan kepada para pelaku IKM di Surakarta mengenai seluk beluk pemasaran digital.

“Keseriusan para peserta dalam mengikuti kegiatan ini menumbuhkan semangat untuk sukses melakukan pemasaran digital, sekaligus memajukan usahanya,” ujarnya.

Lima Aspek
Reni menambahkan, pihaknya telah melakukan pengembangan potensi IKM nasional melalui berbagai program pembinaan yang meliputi lima aspek. 

Yakni akses pembiayaan; akses sumber bahan baku/bahan penolong; peningkatan kualitas produk dan keahlian SDM; dan peningkatan akses pasar. Serta fasilitasi teknologi dan sarana prasarana produksi, antara lain melalui restrukturisasi mesin peralatan dan fasilitasi pada sentra IKM, 

“Pelaksanaan program yang tepat pada lima aspek tersebut, diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan bagi penguatan daya saing IKM serta dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional,” paparnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER