Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

17:45 WIB

BI: Uang Beredar Rp7.894,1 Triliun pada Agustus 2022

Posisi uang beredar pada Agustus 2022 tercatat sebesar Rp7.894,1 triliun, tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

BI: Uang Beredar Rp7.894,1 Triliun pada Agustus 2022
Warga menunjukkan tujuh pecahan uang kertas baru tahun emisi 2022 usai melakukan penukaran lewat mob il kas keliling Bank Indonesia. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2022 tumbuh positif. Posisi M2 pada Agustus 2022 tercatat sebesar Rp7.894,1 triliun, tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, perkembangan tersebut disebabkan perkembangan komponen uang beredar sempit (M1). Pada Agustus 2022, M1 tumbuh 13,7% yoy setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 14,9% yoy.

“Pertumbuhan M2 pada Agustus 2022 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit, keuangan Pemerintah, serta aktiva luar negeri bersih,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (23/9).

Laporan BI menunjukkan, peredaran uang kartal pada Agustus 2022 sebesar Rp805,5 triliun, tumbuh 7,3% yoy setelah tumbuh 8,3% yoy pada Juli 2022. Giro rupiah tercatat tumbuh 24,1% yoy setelah bulan sebelumnya tumbuh 25,5% yoy. 

Dana floating uang elektronik pada Agustus 2022 tercatat Rp9,7 triliun dengan pangsa sebesar 0,2% terhadap M1 tumbuh 23,1% yoy setelah sebelumnya tumbuh 16,4% yoy pada Juli 2022.

“Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa pasar 48,7% terhadap M1, tercatat Rp2.161,1 triliun pada posisi laporan, tumbuh 9,9% yoy setelah bulan sebelumnya tumbuh 11,1% yoy,” tulis laporan BI.

Lebih lanjut, komponen surat berharga selain saham dengan pangsa 0,2% terhadap M2 terkontraksi 4,7% yoy, setelah tumbuh 12,3% yoy pada Juli 2022.

Sementara itu, uang kuasi dengan pangsa 43,5% dari M2 tercatat Rp3.434,1 triliun pada Agustus 2022, tumbuh 4,5% yoy setelah bulan sebelumnya tumbuh 3,2% yoy.

Pertumbuhan uang kuasi terutama disebabkan pertumbuhan giro alas sebesar 27,0% yoy pada Agustus 2022 setelah bulan sebelumnya tumbuh 21,2% yoy.

Sementara itu, simpanan berjangka mengalami kontraksi 0,4% yoy setelah terkontraksi 1,0% yoy pada Juli 2022. Perkembangan simpanan berjangka sejalan dengan perkembangan perkembangan suku bunga yang ditawarkan. “Di sisi lain, pertumbuhan tabungan lainnya tumbuh stabil sebesar 17,8% yoy pada bulan laporan,” tulis BI.

Erwin melanjutkan, berdasarkan faktor yang mempengaruhinya, pertumbuhan M2 pada Agustus 2022 terutama dipengaruhi pertumbuhan penyaluran kredit dan perkembangan keuangan pemerintah, serta aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit pada Agustus 2022 tumbuh 10,3% yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,4% yoy. Sementara itu, tagihan bersih sistem moneter kepada Pemerintah Pusat terkontraksi 22,4% yoy, setelah bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 11,0% yoy.

“Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih juga mengalami kontraksi sebesar 4,0% yoy, setelah terkontraksi sebesar 4,6% yoy pada Juli 2022,’ ucap Erwin.





KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER