Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

11 Oktober 2021|12:05 WIB

BI: Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Membaik pada September 2021

Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan sejalan peningkatan aktivitas masyarakat.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImageWarga berbelanja makanan dan minuman di salah satu minimarket Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/12/2 020). ANTARAFOTO/Arif Firmansyah

JAKARTA – Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) pada bulan Agustus 2021 terindikasi mengalami perbaikan. Seiring hal ini, responden memperkirakan kinerja penjualan eceran September 2021 membaik secara bertahap.

Direktur Kepala Grup Komunikasi BI Muhammad Nur mengatakan, hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan September 2021 sebesar 190,3 atau mencatat kontraksi yang semakin mengecil secara tahunan.

Secara tahunan, pertumbuhan penjualan eceran bulan September 2021 diperkirakan sebesar -1,8% secara tahunan (year on year/yoy), tidak sedalam -2,1% yoy pada bulan sebelumnya.

"Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama didorong oleh kenaikan penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (11/10).

Muhammad menuturkan, IPR bulan Agustus 2021 tercatat sebesar 192,5 atau tumbuh 2,1% secara bulanan (month to month/mtm), terakselerasi dari bulan sebelumnya sebesar -5,0% mtm.

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari kelompok suku cadang dan aksesori, subkelompok sandang, dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor.

Responden menyatakan peningkatan penjualan didorong oleh permintaan masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah.

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada bulan Agustus 2021 tercatat  kontraksi -2,1% yoy, membaik dari  kontraksi -2,9% yoy pada bulan sebelumnya, terutama didorong perbaikan kelompok suku cadang dan aksesori.

Sementara itu, secara bulanan IPR September bulan 2021 diperkirakan tumbuh -1,1% mtm, dari 2,1% mtm pada Agustus 2021. Kelompok yang mengalami penurunan, terutama kelompok suku cadang dan aksesori serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Di sisi penjualan ke depan, responden memperkirakan penjualan eceran menurun pada bulan November 2021 dan bulan Februari 2022. 

Indeks ekspektasi penjualan (IEP) bulan November 2022 dan bulan Februari 2022 diperkirakan masing-masing sebesar 128,7 dan 137,5 atau menurun dibandingkan 142,9 dan 160,8 pada bulan sebelumnya.

Responden menyampaikan penurunan tersebut sejalan dengan permintaan yang lebih terbatas dan keadaan cuaca yang tidak mendukung.

Dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi pada bulan November 2021 dan bulan Februari 2022 diperkirakan meningkat.

Selain itu, indeks ekspektasi harga umum (IEH) bulan November 2021 dan bulan Februari 2022 masing-masing sebesar 124,8 dan 138,7, lebih tinggi dibandingkan 123,0 dan 134,2 pada periode sebelumnya.

"Responden sejak bulan Juli sampai dengan bulan Agustus menyatakan hal tersebut masih dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku," tulis laporan BI.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA