Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

16:12 WIB

Bendungan Sadawarna Ditargetkan Impounding Akhir Oktober 2022

Menteri PUPR minta kekuatan struktur urugan tanah pada tubuh Bendungan Sadawarna agar tetap terjaga

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Bendungan Sadawarna Ditargetkan <i>Impounding</i> Akhir Oktober 2022
Ilustrasi. Foto udara proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

SUBANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono baru saja meninjau progres pembangunan Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Rencananya, bendungan dengan kapasitas tampung 71 m3 itu akan mulai impounding (pengisian awal) pada akhir Oktober 2022.

Karena itu, Basuki berpesan agar kekuatan struktur urugan tanah pada tubuh bendungan tetap terjaga dan tidak rembes. Dia juga meminta dilakukan pembersihan sisa pekerjaan, seperti menyemprot endapan tanah di jalan akses bendungan.

"Bendungan Sadawarna ini tipenya urugan, jadi tolong dimonitor betul pori-pori tanah pada timbunan main dam, jangan sampai ada rembesan," imbuhnya di Subang, Jumat (23/9).

Pada pekerjaan akhir, Basuki meminta juga untuk memerhatikan lansekap dengan lebih banyak menanam pohon endemik, seperti mangga, guna menambah estetika dan membuat kawasan Bendungan Sadawarna menjadi lebih teduh.

Tak hanya itu, dia pun berpesan agar kapasitas SDM terus ditingkatkan, khususnya operator Bendungan Sadawarna. Dengan demikian, pengoperasiannya bisa dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan keamanan lebih terjamin.

"Semoga Bendungan Sadawarna bisa lebih bermanfaat, utamanya untuk mengendalikan banjir di wilayah Subang," kata dia.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bastari menjelaskan desain Bendungan Sadawarna mengedepankan prinsip-prinsip infrastruktur keberlanjutan. Dalam hal ini, bendungan juga dilengkapi embung kecil sebagai sistem pengelolaan air limpasan dengan konsep natural pond for water treatment.

Nantinya, Bastari menyebut pengolahan air dilakukan secara natural dengan menggunakan chamber-chamber guna menangkap air limpasan untuk disaring dan diendapkan secara biologis. Bersamaan dengan itu, dasar kolam Bendungan Sadawarna menggunakan under gravel treatment agar air tetap jernih.

Selanjutnya, air yang sudah jernih dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah pengelola dan fasilitas pendukung lain, seperti air wudhu di Masjid As-Salimin. Sumber listrik untuk mendukung operasional Bendungan Sadawarna tersebut pun diupayakan secara mandiri dengan tenaga surya.

"Air yang jernih dimanfaatkan juga untuk fasilitas pendukung. Sedangkan sumber listrik, akan kami upayakan menggunakan tenaga surya secara mandiri," papar Bastari.

Asal tahu saja, proyek Bendungan Sadawarna dilakukan sejak kontrak November 2018 lewat dua paket pekerjaan, yakni Paket I oleh PT Wijaya Karya-PT Daya Mulia Turangga-PT Barata Indonesia (KSO) dengan progres per 22 September 2022 mendapai 97%. Paket II dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT Adhi Karya (KSO) dengan progres 96,5%.

Dengan total luas genangan 695,51 hektare, Menteri Basuki menjabarkan Bendungan Sadawarna berpotensi mereduksi banjir debit kala ulang Q25 sebesar 535 m3/detik menjadi 202 m3/detik yang dilalui Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara dengan tampungan banjir 26,37 juta m3.

"Bendungan Sadawarna membendung DAS Cipunagara yang memiliki panjang 137 km mengalir dari Gunung Bukit Tunggul di Pegunungan Bandung Utara dan bermuara ke Laut Jawa, tepatnya di wilayah utara Jawa Barat," tandas Basuki.

Potensi lain dari Bendungan Sadawarna ialah menyuplai irigasi lahan pertanian seluas 4.284 hektare, yang terbagi di Kabupaten Subang 2.517 hektare dan Indramayu sekitar 1.767 hektare. Diharapkan Bendungan ini bisa meningkatkan intensitas tanam petani.

"Manfaat lain adalah memasok air baku 1,20 m3/detik untuk Kabupaten Subang, Indramayu, dan Sumedang, termasuk potensi sumber tenaga listrik sebesar 2 MW," pungkas Basuki Hadimuljono.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER