Selamat

Selasa, 21 September 2021

12 Mei 2021|08:00 WIB

BEI Catatkan Data Positif di Minggu Kedua Mei

IHSG naik sebesar 0,17% pada level 5.938,351 dibandingkan penutupan pekan lalu.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImagePergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. ANTARA FOTO/Dok

JAKARTA – Minggu kedua Mei 2021 yang terdiri dari dua hari bursa menjelang libur Idulfitri 1442 H, mayoritas data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI ditutup positif.

"Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,17% pada level 5.938,351 dari penutupan pekan sebelumnya pada level 5.928,309," ujar Sekretaris Perusahaan PT BEI, Yulianto Aji Sadono melalui siaran pers, Selasa (11/5) malam.

Peningkatan tertinggi, lanjut dia, terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,27% sebesar Rp9,306 triliun, dari Rp9,011 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, kapitalisasi pasar selama periode 10–11 Mei 2021, turut mengalami kenaikan 0,15% menjadi Rp7.028,641 triliun. Pada penutupan pekan lalu, kapitalitasi pasar sebesar Rp7.017,990 triliun.

Sementara, rata-rata frekuensi harian Bursa turun 1% menjadi 969.406 kali transaksi dibandingkan pada pekan lalu sebanyak 979.224 kali transaksi.

Lalu, rata-rata volume transaksi Bursa melemah 10,29% menjadi 13,528 miliar saham, dari 15,080 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Yulianto menuturkan, investor asing pada Selasa (11/5), mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp60,33 miliar. Sementara sepanjang tahun 2021, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,570 triliun.

Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Selasa (11/5) menyebutkan perdagangan terakhir pekan ini ditutup dengan pelemahan bursa. IHSG ditutup terkoreksi 37,44 poin atau 0,63 persen ke posisi 5.938,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,57 poin atau 0,63 persen ke posisi 882,93.

"Selain sepinya transaksi menjelang Hari Raya Idulfitri, pelemahan IHSG dipicu adanya kekhawatiran terjadinya percepatan laju inflasi di Amerika Serikat," katanya dilansir dari Antara.

Kenaikan inflasi AS diperkirakan bisa mengubah sikap bank sentral AS The Fed terhadap kebijakan moneternya. Data inflasi AS akan dirilis pada Rabu (12/5) malam.

Nafan menambahkan perkembangan mutasi covid-19 juga membuat para pelaku pasar khawatir.

Dari domestik, hasil survei penjualan eceran atau SPE mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Maret 2021.

Indeks penjualan riil atau IPR pada Maret 2021 tumbuh 6,1% (mtm) meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar minus 2,7% (mtm)

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER