Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|13:46 WIB

BCA Dukung Piala Presiden E-sports 2021

Kompetisi olahraga elektronik tersebut akan diselenggarakan mulai tanggal 3 Oktober mendatang.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Atlet Mobile Legends bersiap mengikuti turnamen Piala Kemenpora RI 2021 di Puslakot Esport Indonesia Blitar, Jawa Timur, Rabu (21/4). ANTARA FOTO/Irfan Anshori

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk atau BCA turut mendukung penyelenggaraan Piala Presiden E-Sports 2021 yang kali ini memasuki tahun ketiga. Untuk tahun ini, kompetisi olahraga elektronik tersebut akan diselenggarakan mulai tanggal 3 Oktober mendatang.

Direktur BCA yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia, Santoso mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan kegiatan Piala Presiden E-sports 2021 yang menjadi momentum level up bagi seluruh atlet esports di Indonesia.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan hal positif bagi kaum muda dalam memperkuat nilai-nilai sportivitas dan memotivasi generasi muda untuk semakin memiliki andil dalam peningkatan ekonomi kreatif di Indonesia,’’ kata Santoso dalam keterangan resmi yang diterima Validnews, Rabu (15/9).

Lebih lanjut, Santoso menjelaskan, penyelenggaraan Piala Presiden E-sports 2021 dengan mengusung tema #BanggaEsportsIndonesia, melibatkan berbagai lembaga di Indonesia. Yakni, Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kemudian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PB Esports Indonesia (PBESI). 

Santoso menegaskan di tengah kondisi seperti ini peranan kolaborasi sangatlah penting, sehingga dapat membantu pertumbuhan ekosistem esports di Indonesia. Hal inilah juga yang membuat BCA turut mengambil bagian dalam penyelenggaraan kompetisi ini.

‘’Kami berharap melalui penyelenggaraan ini dapat melahirkan dan kian mengasah talenta muda digital Indonesia dalam berkompetisi. Kami yakin semoga dapat memacu semangat pecinta esport untuk mengharumkan nama bangsa yang diharapkan dapat mewakili Indonesia di ajang esport internasional. Semoga penyelenggaraan tahun ketiga ini dapat berjalan lancar dan menjaring banyak peserta,’’ ungkap Santoso.

Sekadar informasi, E-sports atau yang mungkin akrab di kenal dengan turnamen game online, kini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang diakui di Indonesia. Melihat momentum tersebut, pemerintah pun menyelenggarakan Piala Presiden E-Sports 2021.

Tahun ini, pemerintah siap menyelenggarakan gelaran tersebut yang ditandai dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Gatot Hendrarto.

Lalu, Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Sartin Hia Asdep, Pengembangan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggaraan Events Muhammad Neil El Himam.

Selanjutnya, Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Tb Ade Lukman, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Hartman Harris.

Juga, Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia sekaligus Direktur BCA Santoso, serta EVP Transaction Banking Business Development BCA I Ketut Alam Wangsawijaya pada Selasa (14/9) melalui virtual.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyebutkan potensi industri gim yang besar belum sepenuhnya dimanfaatkan pemain lokal.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Newzoo pada 2016-2019, revenue industri gim di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Pada 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar US$1,084 miliar dari industri gaming dan eSports.

Dengan capaian tersebut, saat ini Indonesia merupakan pasar industri game terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke-17 dunia. Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer

Namun, dengan potensi pasar yang begitu besar di Indonesia, Kemenperin menyebutkan pada 2020 industri lokal baru menguasai 0,4% pasar game Indonesia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER