Bank Mandiri Optimis Target Penyaluran KUR 2021 Tercapai | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|16:00 WIB

Bank Mandiri Optimis Target Penyaluran KUR 2021 Tercapai

Per Oktober 2021, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp31,75 triliun kepada 324 ribu lebih debitur

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

Bank Mandiri Optimis Target Penyaluran KUR 2021 TercapaiPetugas teller melayani nasabah di Bank Mandiri Cabang Jakarta Sudirman, Jakarta, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

JAKARTA – Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian di dalam negeri, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk semakin aktif mendorong penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk mempercepat pemulihan di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tercatat, per Oktober 2021, bank pelat merah ini telah menyalurkan KUR senilai Rp31,75 triliun kepada 324 ribu lebih debitur.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K. Triprakoso mengatakan, realisasi tersebut telah mencapai 90,73% dari total target penyaluran KUR perseroan pada tahun 2021 yang sebesar Rp35 triliun.

Bila dirinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas disalurkan ke sektor produksi dengan nilai menembus Rp18,55 triliun atau sekitar 58,42% dari total realisasi.

Lebih lanjut, Josephus menjelaskan, pada sisa akhir tahun ini, Bank Mandiri akan secara aktif memfokuskan KUR ke sektor produksi untuk mendukung program pemerintah dalam membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi covid-19.

"Menurut pemantauan kami, sektor produksi masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar. Selain itu, beberapa sektor turunannya juga memiliki prospek yang masih baik," ujar Josephus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11).

Jika dilihat secara detail, penyaluran KUR Sektor Produksi Bank Mandiri saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian dengan penyaluran sebesar Rp9,04 triliun atau 28,47% dari total penyaluran. Hal ini, menurut Josephus, sudah sejalan dengan upaya Pemerintah yang memang memprioritaskan sektor pertanian untuk menunjang ketahanan pangan di dalam negeri.

Sementara itu, sektor produksi lainnya seperti jasa produksi dan industri pengolahan, juga masih mencatatkan potensi yang besar untuk tumbuh.

Untuk itu, ungkap Josephus, Bank Mandiri akan terus mempercepat penyaluran KUR di dua bulan terakhir tahun ini. Salah satu strategi yang sudah diterapkan perseroan, yakni dengan mengoptimalkan aplikasi Mandiri Pintar untuk mempercepat proses penyaluran kredit.

Tidak cuma itu, lanjut dia, Bank Mandiri juga telah memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu, terutama di sektor pertanian yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam di mana pokok dan bunga dapat dibayarkan pada saat panen.

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh Pemerintah," pungkas Josephus.

Beri Dukungan Dunia Usaha
Sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11) mengatakan, akan memberikan dukungan insentif fiskal untuk wajib pajak terdampak covid-19. Pelaku usaha, baik korporasi maupun UMKM, dapat memanfaatkan insentif ini untuk meminimalisasi biaya, sehingga dapat fokus untuk menjalankan operasional bisnisnya selama pandemi.

"Pemerintah juga akan tetap memberikan dukungan kepada dunia usaha untuk menjaga proses keberlangsungan usaha selama masa pemulihan," kata Airlangga di Jakarta.

Khusus untuk UMKM, berbagai program telah diberikan antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).

“Per 12 November 2021, total realisasi program PEN telah mencapai Rp483,91 triliun atau 65% dari total pagu anggaran Rp744,77 triliun,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dukungan peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM juga dijalankan melalui kebijakan KUR. Pemerintah sendiri telah meningkatkan plafon pembiayaan KUR di 2021 menjadi Rp285 triliun.

Pemerintah juga merelaksasi kebijakan KUR untuk memudahkan pembiayaan bagi UMKM selama masa pandemi, dan menambahkan skema KUR Super Mikro untuk pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga.

Adapun, realisasi penyaluran KUR pada 2021 meningkat signifikan dan telah mendekati pola normal dengan realisasi sampai 15 November 2021 mencapai Rp244,22 triliun atau setara 85,69% dari perubahan target Rp285 triliun dan diberikan kepada 6,45 juta debitur.

"Total outstanding KUR per 15 November 2021 sebesar Rp360,36 triliun yang diberikan kepada 31,17 juta debitur," ungkap Airlangga.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER