Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|16:07 WIB

Bank Mandiri Bangun Sarana Desalinasi Air Laut Di Labuan Bajo

Bank Mandiri mendukung pembangunan fasilitas desalinasi air laut dengan nilai bantuan mencapai sebesar Rp2,1 miliar.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

ImageDirektur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi saat meresmikan fasilitas tersebut bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Kamis (14/10). Bank Mandiri/Dok

LABUAN BAJO – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi PT Indra Karya (Persero) mendukung pembangunan fasilitas desalinasi air laut dengan nilai bantuan mencapai sebesar Rp2,1 miliar.

Nantinya, fasilitas pemisahan air laut yang terletak di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo tersebut akan menjadi salah satu proyek infrastruktur utama di kawasan wisata superprioritas tersebut. 

Pasalnya, saat ini, ketersediaan air bersih yang layak konsumsi merupakan salah satu persoalan mendesak yang harus diselesaikan oleh pemerintah setempat.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, inisiatif kolaborasi antara Bank Mandiri dan Indra Karya ini merupakan sebuah tindakan nyata yang mengacu pada budaya kerja BUMN, yaitu AKHLAK (Amanah, Kolaboratif, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) guna mewujudkan masyarakat BUMN yang kian adaptif terhadap perkembangan terkini.

“Seiring dengan semangat BUMN untuk Indonesia, kami meyakini sinergi ini akan dapat mewujudkan Labuan Bajo yang lebih maju dan sejahtera, sehingga semakin menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Hal ini juga menjadi konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan Labuan Bajo yang telah dilakukan selama ini,” kata Darmawan saat meresmikan fasilitas tersebut bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Dirut Indra Karya Milfan Rantawi, Kamis (14/10).

Di Labuan Bajo sendiri, bank pelat merah ini telah melakukan sejumlah kegiatan sosial. Diantaranya, pembangunan Dermaga Pulau Rinca dengan anggaran Rp730 juta, pembangunan ruang kelas dan rumah Guru SD Papagarang dengan nilai bantuan Rp4 miliar.

Kemudian, pengadaan peralatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sejumlah Rp280 juta. Serta, pembangunan infrastruktur sanitasi penanggulangan covid-19 sejumlah Rp380 juta.

Destinasi Super Prioritas
Sekadar informasi, Labuan Bajo menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia. Keempat lainnya adalah Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika. Mereka dipilih karena memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah dari Bali.

President Director of RedDoorz Indonesia, Mohit Gandas mengatakan, keindahan yang dimiliki oleh kelima destinasi tersebut, diyakini bisa meningkatkan pendapatan daerah dan menjadi sumber pemasukan bagi masyarakat sekitar.

"Kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk memopulerkan kelima Destinasi Super Prioritas ini dengan menghadirkan penginapan yang nyaman dan bersertifikasi HygienePass di sekitar DSP, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya di Jakarta, Jumat (21/5). 

Perlu diketahui, daerah-daerah tersebut memiliki keunikan tersendiri yang mampu mengundang decak kagum wisatawan domestik maupun mancanegara.

Labuan Bajo, misalnya, destinasi yang satu ini menjadi sangat booming dalam dua tahun terakhir, kawasan yang juga memiliki Pulau Komodo sebagai habitat asli Komodo satu-satunya di dunia. 

Menghabiskan akhir pekan dengan berlayar, mengunjungi satu pulau ke pulau lainnya, menjadi pilihan para wisatawan dalam menjelajah Labuan Bajo. 

 

 


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER