Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

11:00 WIB

Awal Agustus, Perdagangan Bursa Mayoritas Di Zona Positif

IHSG meningkat sebesar 1,92% menjadi 7.084,655 dari 6.951,123.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Awal Agustus, Perdagangan Bursa Mayoritas Di Zona Positif
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc EKONOMI

JAKARTA - Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, yakni periode 1 sampai dengan 5 Agustus 2022, mayoritas ditutup pada zona positif. 

"Peningkatan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,92% menjadi 7.084,655 dari 6.951,123 pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan PT BEI, Yulianto Aji Sadono melalui siaran pers, Jumat (5/8) malam. 

Kemudian, lanjut dia, peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa sebesar 8,51% menjadi sebesar Rp15,339 triliun dari Rp14,136 triliun pada penutupan pekan lalu. 

Kapitalisasi pasar Bursa turut mengalami kenaikan 1,65% menjadi Rp9.283,704 triliun dari Rp9.133,059 triliun pada pekan sebelumnya. 

Perubahan atau penurunan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 27,48% menjadi 24.262 miliar saham dari 33.455 miliar saham pada penutupan minggu yang lalu. 

Rata-rata frekuensi harian Bursa turut melemah 4,59% menjadi 1.307.982 transaksi dari 1.370.852 transaksi pada penutupan pekan yang lalu. 

Yulianto menuturkan, investor asing pada Jumat (5/8), mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,461 triliun. Sepanjang tahun 2022, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp56,132 triliun. 

Saham, Waran, Sukuk 

Pada pekan ini, terdapat pencatatan lima Saham, satu Waran, dan satu Sukuk Wakalah di PT BEI. Pada Selasa (2/8), PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) resmi tercatat pada Papan Akselerasi sebagai Perusahaan Tercatat ke-30 di BEI pada tahun 2022.  RCCC bergerak pada sektor Transportation & Logistic dengan sub sektor Logistics & Deliveries. Industri dan sub industri RCCC adalah Logistics & Deliveries.  

Kemudian pada hari berikutnya, yaitu Rabu (3/8), PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mulai dicatatkan di Papan Pengembangan dan menjadi Perusahaan Tercatat ke-31 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. GULA bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage. Industri dan sub industri GULA adalah Processed Foods. 

Selanjutnya, pada Kamis (4/8), saham dan waran PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) mulai dicatatkan pada Papan Akselerasi BEI. Sedangkan, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mulai mencatatkan sahamnya pada Papan Pengembangan BEI. AMMS dan JARR menjadi Perusahaan Tercatat ke-32 dan ke-33 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. 

AMMS bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage. Industri AMMS adalah Agricultural Products dengan sub industri Fish, Meat, & Poultry. JARR bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage. Industri JARR adalah Agricultural Products dengan sub industri Plantations & Crops

Pada Jumat (5/8), PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) melakukan pencatatan saham dan waran RAFI pada Papan Pengembangan serta menjadi Perusahaan Tercatat ke-34 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. RAFI bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan sub sektor Consumer Services. Industri RAFI adalah Tourism & Recreation dengan sub industri Restaurants

Sampai dengan saat ini, telah terdapat 800 Perusahaan Tercatat Saham di BEI yang merupakan pencapaian baru pasar modal Indonesia. 

Tidak hanya itu, Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Medco Power Indonesia Tahap I Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Medco Power Indonesia (MEDP) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar. 

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Sukuk Wakalah adalah masing-masing idA(sy) (Single A Syariah) dan bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. 

Adapun, total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 74 Emisi dari 56 Emiten senilai Rp90,28 triliun. 

Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 494 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp436,44 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 122 Emiten. 

Sementara, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.889,52 triliun dan US$211,84 juta. EBA sebanyak 10 Emisi senilai Rp3,98 triliun. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER